<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5856094947583123630</id><updated>2011-10-15T08:16:41.158-07:00</updated><category term='perjalanan'/><category term='islam'/><category term='punya anjing'/><category term='PII'/><category term='dinlot 1'/><category term='skripsi'/><category term='filsafat'/><category term='sk'/><category term='donlot'/><category term='opini'/><category term='gibran'/><category term='Sosial'/><category term='kampus'/><category term='sastra'/><category term='di judul'/><category term='esai'/><title type='text'>ABU MUHAMMAD IBRAHIM 2</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abumuhammadibrahim2.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5856094947583123630/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abumuhammadibrahim2.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Muhammad Ibrahim</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11590020710221197942</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5856094947583123630.post-749731867184294751</id><published>2011-10-15T08:16:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T08:16:41.540-07:00</updated><title type='text'>Buku Nuklir Untuk Cinta</title><content type='html'>&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Madonna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Setiap kira-kira jam 3 sore, kami sering duduk di pinggir jalan yang menghubungkan Simpang Galon Meunasah Blang Brieuen dengan desa Blang Rheum. Blang Rheum adalah desa seberang bukit Cet Gon Bhan sebagai desa yang paling rawan dilintasi anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) karena berada di sisi peguningan. Selaku muda-muda lajang, apa lagi yang kami lakukan selain menumpang nongkrong di sebuah warung dengan rokok sebatang di tangan. Hampir setiap hari setiap waktu yang telah saya sebutkan melintas dengan cepat sepeda motor Honda GL-Pro yang dikendarai pemuda tinggi 180cm dengan perawakan tampan, badan tegap, bahu kekar dibungkus kulit kuning langsat. Jambang lebat namun pendek sangat kontas dengan warna kulit wajah menambah sangar ketampanannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Setiap setelah pemuda itu melesat ke arah kota Bireuen, kami sudah boleh kembali ke rumah. Ibu-ibu sudah bisa mencari-cari bocah mereka yang sedang bermain di rumah-rumah tetangga untuk diboyong masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dengan rapat. Kaum ayah yang kebetulan hendak berangkat ke pasar bila ditengah perjalanan menemukan GL-Pro melesat kencang, sudah boleh mengurungkan niat dan balik kanan kembali ke rumah. Para pemuda yang sedang menikmati secangkir kopi hitam kental yang baru diteguk setengah cangkir meski telah berlalu dua jam dihidangkan, sudah boleh bergegas mengeluarkan seribu rupiah dari saku dan menghirup habis sisa setengah cangkir lagi dalam satu tegukan lalu bergegas kembali ke rumah. Pemilik warung sudah harus segera mengemaskan barang dan menutup usaha untuk sementra. Sebab, selalu begitu, paling lama dua Puluh Menit setelah Madona melesat ke arah kota, pastilah mengudara dengan keras beberapa suara tembakan senjata berjenis Colt Revolver R1. Selanjutnya satu menit setelah dua atau tiga bunyi senjata yang dipatenkan Samuel Colt pada 1863 itu, berkejar-kejaran, seolah saling mendahului bunyi bunyi senjata mesih lasar panjang seperti M-16, dll. Saat riuh-riuh itu, semua kendaraan mengarah pada satu tujuan, menjauhi kota Bireuen; tidak peduli jalan masuk-jalan keluar, tak urus, lampu merah maupuh hijau. Kondisi ini persis seperti setiap ada isu air naik (tsunami) yang tersiar hampir setiap hari setelah 2004.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Menurut berita yang disampaikan radio bergigi, Madonna pernah menabrak seorang balita. Pastilah balita itu tewas seketika. Bukankah kecepatan minimum dia melajukan kendaraannya adalah 100km/jam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Madonna adalah warga desa kami. Desa kami memang sudah "digaris merah" oleh aparat. Artinya salah-satu desa yang paling banyak dialamati anggotaGAM. Biasanya pemuda-pemuda dan kaum ayah yang mengantongi KTP desa "garis merah" akan lebih kesulitan bila setia ada razia KTP yang biasanya sering dilakukan di pasar, kendaraan, atupun setiap aparat melakukan operasi militer ke desa-desa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Madonna sudah beberapa kali meminta dana perjuangan kepada seorang janda kaya di salah-satu desa di Bireuen. Berulang-kali pula janda itu menolak memberikan. Hingga suatu waktu wanita itu meminta Madonna datang sendiri ke rumahnya untuk menjemput dana yang dimintakan. Wanita umur 35-an itu memintanya untuk tidak membawa senjata laras panjang dengan alasan takut ketahuan aparat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Madonna-pun datang pada jam 3 siang. Setelah GL-Pro-nya melintas dari arah Blang Rhem-Simpang Galon, dia berbelok ke kiri. Motornya tetap melaju kencang. Tiba-tiba dari sebuah&amp;nbsp; lorong kecil keluar mobil Kijang Minibus bewarna hitam pekat. Awalnya Madonna tidak menyadari ada mobil yang mengejarnya dari belakang. Setelah bunyi tembakan M-16 dari belakangnya, melesatlah peluru melintasi sebelah kanan bahunya, barulah dia menoleh ke belakang. Sadar mobil yang dilihatnya adalah milik Brimob, maka dia semakin mengencangkan laji kendaraannya. Sambil mengendarai motor dengan tegang, dia memutar otak mencari jalanan yang bisa membuatnya lolos. Dia terus mejalu hingga menemukan sebuah persimpangan sebelah kanan. Dengan gesit diapun masuk ke jalan kecil itu. Kijang di belakangnya terus mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Sial bagi Madonna, dia hanya mengantongi Colt. Padahal kadang-kadang dia turut membawa AK-47 bersamanya yang diselipkan dipunggungnya dan ditutupi jaket tebal bewarna hitam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Madonna terus berpikir cara untuk lolos.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku harus memperkirakan jumlah mereka di dalam mobil itu. Aku harus mencari cara agar mereka dapat keluar. Pikirnya sambil terus melesat kencang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Melintasi jalanan di perkampungan, Madonna menemukan rel kereta api yang masih baru dibangun. Kata Ayahku, rel kereta api adalah proyek yang didanai asing dengan perhitungan anggaran Rp. 1 Milyar per km. Tentu saja perkiraan ini tanpa menempuh obserfasi yang realistis. Mungkin perhitungan anggaran sebesar ini dengan dugaan menimbun rawa atau sawah. Padahal para pemangku kebijakan hanya perlu menambah kerikil setelah mencabuti rel lama, memasang rel baru dan siap pakai. Anggaran Rp. 1 Milyar untuk tiap km-nya tentu saja sangat berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ayahku mengatakan proyek pembangunan rel kereta api itu adalah kesepakatan Gubernur waktu itu dengan asing. Dan memang nyatanya setelah Gubernur itu diturunkan dari jabatannya. Dia diturunkan akibat tersandung kasus, yang menurut ayahku dia terlalu ceroboh dalam "bermain". Ayah bilang dia bodoh dengan "bermain-main" dengan aparat. "Masak uangnya aparat dihajar juga." kata beliau. Rel dipasang mulai dari stasiun lama di depan markas TNI Bireuen terus ke arah timur. Rel yang terpasang waktu itu baru sampai kota Lhokseumawe. Saat itu pasir belum terlalu cukup. Dengan kondisi begitulah Madonna memutar kendaraannya memasuku rel setelah terjebak di desa Cureh. Di antara kedua sisi rel itu dia masih mampu memacu kendaraannya dengan kencang. Tentu saja Brimob itu tak bisa mengejar. Merekapun semuanya berhamburan keluar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Meleset dari yang dia duga sebelumnya. Jumlah mereka ternyata tujuh. Dia kira enam. Tapi Madonna sudah keburu mencampakkan motornya di bantalan rel. Dia lari ke semak-semak. Aparat itu terus mengejarnya dengan sangat waspada. Tersembunyi di balik dedaunan pohon, Madonna dadat menembak mati satu-persatu aparat tanpa kewalahan. Namun sayang, Colt-nya hanya punya enam peluru. Naas bagi Madonna...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Seorang aparat yang tersisa menyadari Madonna kehabisan peluru langsung meloloskan diri ke semak-semak seberang rel. Dia sadar senjata digunakan Madonna adalah Colt yang isinya enam peluru. Lama dia bersembuni di semak menunggu apakah Madonna sedang mengisi ulang peluru atau dia membawa senjata lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Lama menunggu tak ada tanda apapun, aparat yang tinggal seorang itu memberanikan diri menyeberang rel menyusuri semak ke arah Madonna dia perkirakan berada. Tiba-tiba dia menemukan pria berkaos putih itu nyaris terbaring menyamping dengan siku kanan dijadikan tempat bertumpu. Dia terlihat sedang menyeret-nyeret bubuhnya. Ternyata paha kiri anggota GAM itu telah tertembak. Dari balik jeansnya keluar darah terus-menerus. Tanpa menghiraukan wajah Madonna yang sedang merintih kesakitan, aparat Brimob langsung menghujamkan peluru M-16 nya. Satu ke perut dan satunya lagi ke kepala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Berita tentang tewasnya Madonna disebarkan harian "Serambi Indonesia" keesokan harinya. Aku &amp;nbsp;terkagum mendenngar cerita tentang caranya tewas. Dia sangat heroik. Kalau saja ini bukan kisah nyata tapi berada dalam adegan film Hollywood, maka dapat kupastikan Madonna akan dapat melumpuhkan Brimob yang seorang lagi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Duh, salah seorang anggota GAM yang paling ditakuti dan paling dicari aparat ternyata tewas karena dijebak seorang janda? Aduh!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Siang Jadi Malam, Malam Jadi Siang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Hari pertama, hari senin. Tanggal pertama kalender Isa, tanggal satu. Tanggal pertama kalender Hijrah, tanggal satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Matahari sedang berjuang menanjak laut untuk menyapa permukaan bumi. warnanya merah.&amp;nbsp; Tanah merah bercampur air, menyatu bersama. Menjadi lumpur, warnanya merah. Itulah waktu waktu yang kujamin hanya sedikit manusia yang sedang tersadar saat fenomena itu tiba. Kenapa? Karena ini Bulan Ramadhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pagi-pagi di awal bulan Ramadhan begitu sepi. Orang-orang yang pengangguran memilih tidur di siang hari dan bergadang sepanjang malam. Cara ini adalah cara paling efektif mensiasati aneka godaan di bulan Ramadhan.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalau menganai shalat di masa depan orang-orang tak peduli dari mana asal, apa ras dan agamanya akan shalat semua kerena mengetahui shalatlah satu-satunya olahraga, terapi dan rileksasi terbaik, maka mengenai puasa juga demikian halnya. Kelak dokter-dokter akan merekomendasikan puasa bagi semua manusia miniman tiga pulih hari berturut-turut setiap tahun untuk sejuta manfaat bagi badan dan pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi sayangnya, kaum muslim sendiri, terutama yang di Timur, karena orang Timur banyak yang bodoh, maka akan mensiasati kewajiban yang dianggap berat berupa puasa dengan membuka pabrik-pabrik, kantor-kantor, pasar-pasar, lembaga-lembaga pendidikan, pelayanan publik dan segala aktivitas pada malam hari. Sementara siang hari mereka akan tidur mulai dari shalat subuh hingga...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nah, di sini orang-orang akan menghadapi kendala besar yakni terlalu seringnya kelewatan waktu shalat zuhur. Sama seperti tahajjud, waktu zuhur kala itu dilaksanakan di sela-sela tidur. Sungguh berat untuk bangun bila kantuk masih menyelimuti, bila tidur masih diingin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam situasi seperti ini, para misionaris Syi'i dapat bersiap-siaga. Mereka perlu bekerja keras mengkampanyekan bahwa shalat zuhur itu waktunya dapat di tempel dengan ashar. Jadi pada masa siang jadi malam dan malam jadi siang setiap Ramadhan, orang-orang menemukan mazhab syiah sebagai solusi. Meskipun saya curiga orang syiah agak menggerutu hatinya karena maksud mereka boleh shalat tiga waktu agar terkesan agama nenek moyang mereka (Iran), Zoroaster diwarisi oleh Islam. Agama Zoroaster sembahyangnya terbit mentari, setentang di atas kepala dan terbenamnya. Jadi ini mereka temukan kesamaannya dengan aturan waktu shalat dalam Al-Qur'an. Mereka pura-pura lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa pelaksanaan teknis peraturan&amp;nbsp;Al-Qur'an harus merujuk pada pelaksanaan&amp;nbsp;Nabi Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Mungkin mereka tidak mau merujuk Nabi karena mereka marah Muhammad yang jadi Nabi, bukan Ali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan berpedoman pada syi'ah, maka ini menguntungkan para pengangguran masa kini dan para pekerja di masa depan sebab mereka dapat bangun jam 5 sore lalu shalat zuhur dan asar. Ada cara yang lebih mudah lagi daripada yang ditawarkan orang syiah:masuk Kristen sebaga solusi yang lebih cerdas lagi karena sembahyangnya seminggu sekali, hihihi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dua Perempuan Muda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #c0a154; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kutatap ke arahnya sepintas. Otakku penasaran, ingin kukembalikan penglihatan itu. Setelah memuaskan otak menatap gadis berkulit warna krim dengan bibir merah menyala tak lupa celak hitam mengelilingi bulu matanya, bola matanya yang seolah ingin melimpat keluar itu seperti miliknya ikan mas koki, tetapi terlihat serasi dengan alis mata yang dicat tebal, kuperhatikan bentuk bibir, pipi dan batang hidungnya: dia bukuan wanita pilihanku, kuperiksa kembali otakku kenapa dia meninta untuk menoleh kembali tadi. Padahal dia tidak lebih cantik dari yang kuperkirakan. O, ternyata otakku penasaran karena warna kulitnya yang sangat menarik. Meski warna kulit perempuan berjilbab cokelat itu tidak seputih perempuan yang terkesan selalu mencari perhatian yang posisi duduknya lebih dekat denganku, namun perempuan bercelana jins dengan tas samping bertali panjang bewarna coklat itu jauh lebih menarik. Selain karena dia lebih berisi, tidak seperti perempuan ini yang terlalu kurus, juga perempuan yang lebih dekat dengan ku ini rambutnya seperti lidi sapu terbang Harry Potter.&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #C0A154; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Walau bagaimanapun, kupastikan keduanya tidak akan mau dekat denganku lebih jauh bila aku menyapa mereka dan mengajak berbicara.&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #C0A154; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Perempuan, ingin dilihat, tidak ingin ditatap; ingin diperhatikan, tidak ingin dipelototi. Pikiran perempuan memang misteri. Dan mereka sendiri tidak mengerti mengapa mereka begitu.&lt;/span&gt;&lt;span style="background: #C0A154; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bukan Awannya. Bukan Airnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bukan karena indahnya gunung di waktu petang yang puncaknya mengagumkan karena diselimuti manja awan-awan tipis. Awan-awan seolah-olah enggan, seakan-akan ingin: merangkul puncak gunung yang terlihat olehku melalui kaca jendela mobil yang sedang melaju kencang, namun terasa terbang manja bagaikan layangan yang enggan menerima hembusan agin padahal dia membutuhkannya sebagai penyangga agar tetap melayang, agar tetap terlihat elok. Mobil kurasa terbang manja meski beberapa penumpangnya memegang dada karena supirnya menginjak pedal gas seakan tak waras, sedang bersiul-siul pula mengikuti alunan irama yang diputarnya melalui mp tiga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ya Allah, kau kirimkan sakit gigi yang begitu nyeri selama tiga puluh hari tanpa henti hamba dapat amini. Tapi meninggalkan kenangan pulang dari Pidie menumpang angkutan bus mini bewarna merah, hamba tak mampu. Allah, hamba tak kuasa. Hati hamba lemah, lemah karena kau kuatkan selalu ingatan hamba saat ketika jantung hamba seakan melompat ke lantai tempat taruh kaki, badan hamba seketika menggigil semua. Rasanya semua molekol yang menyusun tubuh hamba meleleh bagaikan gunung garam yang disapu gelombang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat mobil hendak berangkat, aku menawarkannya buku Kahlil Gibran. Bagiku buku itu indah sekali, benar-benar menyentuh rasa. Bahkan telah lusuh karena telah berulangkali kukhatami. Dia mengambil buku itu, mencoba membaca beberapa paragraphnya. Lalu dikembalikannya padaku. "Tidak memahami, saya" katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku tidak pernah tertarik untuk menafsirkan ucapannya. Akalku lumpuh dan hanya kalimat ucapannya kuangkat di atas kepala, kuisi di atas nampan, kubungkus kain sutera, kutaruh di atas kepala, kubawa ke mana-mana hingga nanti aku mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Baru hampir sepuluh tahun kemudian aku dapat mencerna makna kalimat ucapannya. Memang puisi sulit dipahami banyak orang kecuali yang sedang mabuk kepayang dilanda asmara dipanah cinta. Memahami maknanya malah hanya menambah luka, memperparah keadaanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Terus-terang sangat ingin aku mengetahui kabar tentang dirimu, bagaimana keadaanmu? Apakah kamu sudah menjadi guru Bahasa Inggris? Mengajar di mana? Apa kabar suamimu? Apakah dia sudah naik pangkat? Bagaimana-anak-anakmu? Ah, menyebut yang terakhir aku jadi malu pada masyarakat. Untuk apa mengurus anak orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tahukah kamu hingga hari ini dan bahkan besok cintaku padamu takkan mungkin sedikitpun berkurang. Tahukah kamu hari-hariku melihatmu adalah kenyataan terindah dalam hidupku. Tahukah kamu memandang atap rumahmu dari atas bukit yang kulintasi untuk pergi memancing ikan di sungai Peusangan kenikmatannya takkan dapat digantikan dengan seribu milyar bintang-bintang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Mencintaimu sampai besar anak-cucumu nanti memang terlihat tidak relistis. Namun bukankah sejak big-bang semuanya tak ada yang real.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku berhayal ketika kamu tua nanti, suamimu telah mati, anak-anakmu telah pada pulang ke rumah mertuanya, aku, di kamar depan rumahmu yang setiap lebaran selalu kukunjungi saat kita lajang dulu, memelukmu setiap saat. Duhai Tuhan. Inilah jalan paling indah nagi hamba menanti detik-derik kematuan. Menyandarkan kepala pada bahu yang kepalanya jatuh ke bahuku saat aku menatap puncak gunung yang diselimuti awan tipis bewarna putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat kepalanya jatuh kebahuku aku bergetar dan menggigil, kukira karena awan yang menyapa ujung bukit, kukira karena jernih air sungai Batee Iliek yang berkelok-kelok alirannya karena menabrak kencang batu-batu yang sangat banyak jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bukan awannya, bukan airnya. Tapi aliran darahmu yang membuat darahku mengalir tak pasti. Dan betapa menyenangkan suatu hari nanti bisa kembali merasakan aliran darahmu dengan aliran darahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Utuh, Telah Di Hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Malam ini gerimis. Aku keluar membeli susu kental manis, sesaset.Rencana kuseduh panas. Setidaknya menghilangkan dingin. Setiba di warung kubeli sesaset. Seribu dua ratus rupiah harganya. Setelah membelakangi warung, terfikir olehku: bagaimana kalau malam ini akan seperti malam-malam lain, susah tidur. Terlintas di pikiran membeli sesaset lagi. Hati berbisik: nafsu bila diturutkan takkan ada kata "cukup". Akan bisikan pikiran, aku mengurungkan. Melintasi jalan, tiba-tiba sebuah motor matic bewarna putih menerkam ke arahku. Aku terkena, tapi tak sampai jatuh. Motor terjungkal tak beraturan. Ternyata satu laki-laki, satu perempuan ikut terpelanting.Ini gara-gara kamu. Kau memang menyebalkan." kata pemuda setelah bangkit dari badan jalan. Gadis yang dimarahi terlihat tak berdaya. Setelah ikut bangun, wajahnya pasrah. Dari lampu jalan terlihat raut muka sedih dan tertekan."Maafkan, Kang." kata gadis itu sangat lembut padaku, menyadari teman laki-lakinya yang bersalah.Aku tak sempat membalas dengan: "Tidak apa-apa, lupakan saja" atau; "Sudah, lupakan saja, kamu sendiri, tidak apa-apa?""Ya sudah! Kita putus. Kau pulang sama dia aja." pria itu meraih stang motornya dan tancap gas. Anehnya, gadis itu tidak peduli mantan pacarnya pergi meninggalkannya. Dia kembali menanyakan keadaanku."Bener, Akang tidak apa-apa?"Ini aneh. Kenapa pula dia yang menanyakan keadaanku. Bukankah bahkan aku hanya sedikit tersenggol ban depan motor itu tadi dan bahkan tidak sampai terjatuh. Sementara dia sendiri yang terpelanting ke atas aspal sama-sekali tidak mengeluh dan malah memenanyakan keadaanku.Mungkin dia mengharapkan aku balik menanyakan keaadaannya. Tidak, mungkin bukan itu yang dia harapkan, pikirku."Tolong hantarkan aku sampai rumahku. Ke perumahan itu" dia menunjukke arah utara.Aku ingat, kurang-lebih tiga ratus meter ke arah utara ada sebuah perumahan mewah.Mengingat aku harus segera kembali ke lokasi training, sebenarnya aku agak kesulitan mengantarkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun, melihat dia terlalu peduli padaku, mengingat gadis baru saja putus cinta dan menimbang tidak aman perempuan berjalan sendirian, apa lagi waktu malam (walaupun berjalan berdua dengan laki-laki bukan muhrim jauh lebih 'tidak aman' lagi), kuputuskan mengantarnya.Sampai di tengah perjalanan kami masih saling bungkam. Sampai dia bertanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kenapa diam saja?" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kalau tidak diam, tidak ada puisi" jawaban itu spontan keluar dari mulutku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bahkan aku sendiri tidak menyadarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kamu seorang penyair?" tanyanya kagum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Ah, tidak. Bukan. Tadi salah jawab" aku menghindar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Aku suka kamu. Maksudnya, aku suka penyair" katanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tidak, aku bukan penyair.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tak terasa kami telah berada di depan rumahnya. Rumah itu lumayan indah. Ada taman kecil di halaman. Garasi terbuka, mataku menangkap mobil C-RV keluaran terbaru di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mari masuk dulu" dia menawarkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Ah, tidak. Terimakasih" aku teringat training "mungkin lain kali saja"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Secangkir teh panas sangat indah di malam yang dingin begini" bujuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mungkin segelas susu hangat sangat segar besok sore" aku menawarkan." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Baiklah. segelas susu menunggumu besok sore di sini" sambil dia menghadapkan wajahnya ke arah teras rumahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di sana kutemukan sepasang kursi mungil bewarna ungu bermotif putih dan di antaranya sebuah meja imut bewarna yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku mengharapkan sore besok adalah sore paling indah seumur hidup. Aku membayangkan kamu duduk di sama, mengobrol, berbagi cerita, bercanda dan tertawa bersama.Aku sempat mengucapkan selamat istirahat dan berpesan padanya untuk jangan terlalu khawatir akan keseriusan kata-kata pacarnya itu, sebelum pamit kembali ke lokasi training.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mungkin dia sedang emosi. Jangan khawatir. Besok dia akan menelfon dan minta maaf." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Terlihat dia tidak nyaman dengan kata-kataku itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Aku sudah melupakannya sebelum itu terjadi" jawabnya teduh.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku memelihat dia bersedih. Aku ingin menghibur. Tapi bagaimana caranya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Cintamu utuh milikmu. Dia utuh di hatimu. Sampai kapanpun begitu. Engkau berhak menitipkannya ke hati siapa saja dan mengambilnya kembali kapan kau mau. Bukan begitu?" aku mengharapkan senyumannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sebelumnya memang begitu. Tapi setelah melihat wajahmu tadi saat engkau menyeberang jalan, cintaku telah kesitu. Dia menunjuki dadaku." kulihat dia berubah ceria sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi ini mustahil. Mungkin dia merayu saja. Mana mungkin cinta semudah itu muncul, diberikan secara utuh dan tak dapat diambil kembali. Melihat aku kebingungan, dia berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kau tau cinta itu datang pada pandangan pertama? Tahukah engkau bila dia tidak hadir pada kali itu, takkan pernah ada selamanya? Tegakah engkau pergi begitu saja setelah cinta di dalam hatiku yang utuh kini utuh di dalam hatimu. Bila kau jauh dariku sadarkah engkau seseorang yang cintanya utuh telah berada di dalam hatimu, kau biarkan begitu saja? Tegakah hatimu?" kata-kat ini membuat semakin bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sekarang pulanglah. Aku dan secangkir susu menunggumu di sini besok jam empat sore." dia menangis lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kian detik-kian lirih. Ini mengusik dadaku, bahkan nyaris menyayat hati.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Hati yang di dalamnya ada cinta dia yang utuh." bunyi batinku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bercucur air mata, sambil terbata-bata dia berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kembalilah besok sore."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku mengangguk, mencoba menenangkannya. Aku memberanikan diri mengusap rambunya yang panjang terurai lurus. Gerimis berubah hujan. Dia mencoba menyeka airmatnya dari pipinya. Aku memperhatikan wajahnya. Ternyata baru kusadari dia begitu cantik. Lampu taman dan beranda rumahnya memperlihatkan bahwa kulitnya kuning langsat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perlahan aku menjauh. Jari-jari tangannya mencoba meraih jari-jari tanganku. Akupun berlalu. Setelah beberapa langkang membelangkanginya, dia memanggilku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Hei, boleh kutahu namamu..." aku berbalik dan tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Baiklah, besok sore saja" sambungnya sambil mencoba tersenyum dan melambaikan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keesokan harinya agenda berubah. Kami harus kembali ke Mentra siang ini juga!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dia menungguku sejak sore hingga keesokan paginya. Selama itu dia nyaris tidak bergerak, hanya sesekali mengusap pipinya yang terus mencucurkan air mata dan sesekali pula dengan belakang telapak tanngannya mengusap ujung batang hidungnya yang mancung. Matanya selalu menatap kosong dan jarang sekali berkedip.Menjelang pagi dia terkulai di atas salah satu kursi mungil bewarna ungu bermotif putih dan susu di dalam gelas sudah menunjukkan aroma tak sedap masih tergeletak di atas meja imut bewarna yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tak Ada Istiqlal, Kathedral-pun Jadi&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sep sigee ka jeut keu ubat. Tajak seumayang u meuseujid Istiqlal leubeh jraa teuh daripada takeureuja bak Jeupang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Si Yanis baroo dua uroe trok u Jakarta. Jih dijak keunoe kareuna ban woo Edvan Trening PII di Palembang. Alasan jih meunyo mita peng eungkoh woe u Aceh di Palembang cukop that sulet. KB PII Aceh tan di sinan. Ohlheuh nyan, meunyoe di Jakarta seulaen KB PII nyang dari Aceh ramee, di sinoe pih na kantoe Perwakilan Aceh. Biasa jih di kantoe nyan kayeem jibi tiket moto PMTOH untuk woe u Aceh.Nyang that meugura nyan keuh watee meuneuk jak u meuseujid Istiqlal. Nyoe dari jioh leumah sang-sang meuseujidnyan toe that. Ban kamoe beurangkat dari Monas rupajih leupah that jioh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seopot nyan ujeun. Si Yanis ngen awak nyoe jibeulanja bajee-bajee kaoh nyang na gamba Monas ngen tulisan "Jakarta". Lheuh beulanja kamoe piyoh bak teumpat meukat bakso. Si Yanis peusan bakso, long peusan es campur. Watee si Yanis pajoh eh campur, jiteumee ulat saboh manteng udeep. Si Yanis langsong ji piyoh pajoh, karap meutah. Si Nawar naha jipikee sapuu, ji takat lajuu.Watee tameng u lapangan Monas, peumandangan jih cukop ceudah. Awak nyoe ka lale poto-poto. Han ji thee langet maken seupot. Awan itam meugulong-gulong. Langet bih bacut-bacut jipeuten ie. Kamoe ka bulut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Plung mita teumpat, boh panee na teupat meusom dari ujeun hinan. Bak kayee lah pelarian terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Monas adalah tujian kami. "Senja terakhir di Monas" kupeugah lee long. Awak nyan sengeh cet uroe ka jiwoe u Aceh. Jadi, ken, supot nyoe seupot seuneulheuh awaknyan i Jakarta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Apdet status" ipeuduk lee si Yanis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oh lheuh nyan i lhuk nyang keh. Icok hape. Paih ikeu Istiqlal dari jioh deuh kamoe eu geureja raya that-that, Kathedral. Geureja nyan meurithat awak Kriseuten han item theu taloe. Kukheun i loong &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Nyoe meunyoe han iteumee troh u Iqtiqlal, keunan u Kathedral ji tapeu keu" kukheun i loong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Hahaha" kamoe khem mandum: teungeh bulut, teungeh heek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tak ada Istiqlal, Kathedralpu jadi" kutamah i loong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Apdet status" i peuduk lom lee si Yanis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ka i kleek-kleek hape lom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Leupah tahat jioh kamoe mita pageu teubit dari Monaih, pageu nyang toe ngen Istiqlal. Si Yanis nyan. Aleh puu beda seumayang i Monaih ngen bak teumpat laen. Man, homlah: nan manteng golom i tameng, jih trok dari jioh pulak: hana puu lah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oh watee meurumpek pageu teubit, kamoe koh jalan. Di miyup ren keureuta apui lon tanyeng bak awak meukat hinan, pat pageu tameng yang paleng too lam meuseujid. Iyuu jak ju blah uneun "...setelah itu belok kiri" i kheun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rap siteugeh matee meujak, meu saboh pageu tan na teuhah. Rap na siploh boh pageu i top mandum. Lang maa ih. Lageee ek. Pu i peuget maaa ih. Rap meugrep pih pageu i gunci. Puu han ibi seumayang ureung, puu. (Nyang jaga) meuseujid pungoo bui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Oh rap na sikoloe meuputa-puta akhee jih meurumpek saboh pageu nyang teuhah, bacut that teuhah, pah-pan ubee let badan sagai. Sang meunoe Ajadin han let. Iboh bosoe lom di miyup jih: nyas pasti nak bek i peutameng honda ngen itangeen. Ujeun maken brat. Kamoe meuplung u saboh traih. I peugah lee ureu hinan: teumpat tung ie semayang jioh lom keudeh u likot. Pluung lom lam ujeu. Lam maa ih awak peuget meuseujid, latee kee.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ban trok bak teumpat tung ie seumayang: suut ipatu. Bak teungeh duk sut ipatu, deuh kudingee su. "Haram. Haram. Haram." Ban ku eu ka awak Arab. Tapi bajee jih lagee kaphee sit. "Hm, awak Arab" latee kee "Nyoe meulikot gop, i reupah awak meukat plaseutip nyan". Na awak meukat plaseutip, ineeng meupadup droe. Plasetip teumpat posoe silop. Ineeng mandum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ban meutameng u dalam meurumpek tulisan: Tempat Penitipan Alas kaki Gratis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Nyan. Pree bang, i kheu lee si Yanis." Kamoe pih peutoe ju keunan: peuduk ipatu. Pree! Oh lheuh nyan jaak lom. Doo jioh: Bak teumpat tung ie semayang. "Lam maaa ih" latee kee. Ban meu eu ie kaa saket iik. Jaak lom u ujong tempat tung ie seumayang. Doo jioh teumpat toh iek nyan. U ujoong teumpat tung ie seumayang. Doo jioh: Bit-bit hek teu tajak semayang keunoe: Lagee takeureuja bak kaphe!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ubee naa kukalen, teupat toh iek model deeng mandum. Hana beda laga cara toh iek awak kaphe. Asee manteng pih na itinggong meubacut watee toh iek.Kupileh kran nyang agak unik bacut. "Meunyoe kran jih sama lagee ata i menteng rugoe that jak keunoe" ku kheun bak si Yanis. "Lheu tajak keu noe hek lagee takeureuja bak kaphe, hana nyang meu laen: rugoe lah!"I sampeng kran na manyang siteungeh metee. Panyang jing simete. Lebar meu 30cm. Atra nyan na bak tiep-tiep saboh leung antara tiang meunara. Na ureung semayang meupadup droe bak meupadup boh atra nyan. "Bak wese pih seumayang" babah kee tajam that memang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Teubit dari teupat tung ie seumayang meuheut wet wie. Tapi langsong i ceugat lee satpam. "Shalat di atas mas, ya." "Ooo, i wateuh. Kupike di miyup satnyoe" latee kee. Nyoe koen ka meuri that kamoe ken awak Jakarta. Leet maa ih. Rheet bacut gengsi kamoe. Untong hana cewek watee nyan hinan. Meudeh ka gadeh keren, gadeh ganteng.Bit-bit meutamah beutoy: seumayang bak Isqiqlal sangat merepotkan, lagee takeureuja bak kaphe. Bit keu apa bunoe geutem seumayang bak bineh teumpat tung ie seumayang. Ban troh u teumpat seumayang, na sidroe awak atoe-atoe bareh semayang. But jih peureuseh lagee awak jaga parkir. Ureung nyang meubareh semayang pih lagee motoe meuparkir bak Carrefour i Medan: rapi that. Oh lheu ku teukeubii, kukalen u ateuh awak semayang i bareh i keu. Rupajih ramee that aneuk MTs Istiqlal. Sikula nyan bak lantai dasar Istiqlal.&amp;nbsp;Adak meu hana awak nyan, kurasa ureung agam nyang seumayang rap hantrok saboh bareh puntong pih. "Leet maaa keu (awak kelola meuseujid) paleeh. Puu sit nyang kapeujra ureung, kagunci mandum pageu, puuu sit. Meu ureung seumayang lagoo tan. Ook maaa keuh."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Lheuh seuleusoe seumayang maken beutoy nyang kukira bunoe watee teungeh seumayang: Nyan awak seumayang pih rap mandum awak jamee: wisatawan nyang meu neuk eu meuseujid terbesar di Asia Tenggara. Cuma kareuna nyoe meuseujid dan kebeutulan nyang jak wisata pih awak Ieseulam, ya, jiseumayang lah. Bek hana mangat sagai ngen alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Ji teungku imum pih pungoe. Meuteueh nyoe Masjidil Haram bak geubaca ayat meuseulihat that. Oh lheuhnyan panyang tuloe. "Eee teungku imum cireet! Puu neupeuget but. Ureung seumayang dua kreek pih peu hayeu-hayeu droe." latee kee teungeh seumayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lheung semayang kamoe seumayang sunat. Awak si Yanis poto-poto. Rap mandum jamaah poto-poto. "Ken nyoe chek kee bunoe, rap mandum wisatawan. Jamaah nyang beutoy-beutoy meuheut jak seumayang, nyoe na meu dua droe" latee ke.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Lheu nyan kamoe teubit. Woe ngen bemo. Bayeu tujoh ribee. I peugah phon limeng blah. Kaa troh lom u Mentra 58. Ban malah kubuka fesbuk. Teukaleen status si Yanis: "Senja terakhir di Jakarta; tak ada Istiqlal, Kathedralpun jadi."&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Cut dan Ampon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Dalam hidup selalu ada dua pilihan. Engkau lebih senang hidup bahagia dalam kebohongan atau sengsara dalam kejujuran. Karena wanita terlalu memaksakan diri untuk disanjung dan diberikan apresiasi setiap saat maka mau tidak mau, atau lebih tepatnya terrpaksa laki-laki harus memberikan kebohongn dan ketidak jujuran pada wanita yang dicintainya. Memilih jalan ini terlihat lebih aman bagi kedua belah pihak. Bahkan aku pernah mendengan seorang ibu berkata begini: "Dia (suaminya) mau selingkuh, mau kawin lain, itu hak dia. Asal jangan sampai terdengar ke telingaku, bisa hancur hatiku, sengsara jiwaku, merana batinku" katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Cut adalah wanita yang unik dan berbeda, sebelum memutuskan menyambut uluran tangan Ampon untuk bersanding di pelaminan, Cut meminta agar Ampon tidak pernah membohonginya. Cut membiarkan Ampon untuk selingkuh atau bahkan berpoligami atau apa saja boleh dilakukan Ampon, asal jangan membohonginya. Prinsip Cut ini kukira tidak tepat karena hanya untuk memberikan peluang pada Ampon untuk menduakan cinta Cut. Namun aku berfikir pilihan Cut adalah cara paling ampuh untuk membuktikan kesetiaan cinta Ampon padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Cut dan Ampon terbilang pasangan yang sangat muda dalam ikatan pernikahan. Usia Cut 18 dan Ampon 22, Dari pernikahan mereka aku memperoleh satu pelajaran yang sangat berharga bahwa pernikahan yang dilakukan karena alasan kelamin akan berakhir karena persoalan kelamin pula. Sebelum menikahi Cut, Ampon pernah berkata padaku bahwa alasannya menikah hanya satu yaitu menjaga kehormatan. "Menjaga kehormatan" adalah bahasa yang paling halus dari "memenuhi hasrat kelamin". Dari ungkapan Ampon aku mengetahui bahwa tujuannya menikahi Cut hanya satu itu saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku mencoba mencari informasi apakah Cut sendiri mengetahui niat Ampon menikahinya. Aku juga berhasrat untuk mengetahui apakah Cut mengetahui bahwa Ampon tidak benar-benar mencintainya? Atau kalau Cut mengetahui, lantas kenapa dia menerima pinangan Ampon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Untuk mendapatkan semua informasi ini, terlebih dahulu aku harus mencari cara supaya dapat melakukan pendekatan dengan keluarga muda ini. Akhirnya aku memperoleh pekerjaan di rumah mereka sebagai supir pribadi Ampon. Posisiku ini tidaklah membuatku dapat sering mendekati Cut. Namun, posisi ini membuatku memporoleh banyak informasi dari Ampon. Intinya Ampon menikahi Cut samasekali bukan karena cinta. Dia menikahi Cut karena alasan kecantikannya saja. Lebih dari itu Ampon mengakui menikahinya untuk membalas sakit hatinya pada Cut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Sakit hati?" tanyaku benar-benar tidak mengerti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Tahukah kau bagaimana si Cut itu memperlakukanku sewaktu awal-awal aku mengenalnya?" Ampon diam sebentar dan melanjutkan "Dia mencibirku, menghinaku, memperlakukanku seolah-olah aku ini manusia tidak berguna. Dia menghina pekerjaanku, tampangku dan latarbelakang keluargaku. Di depan kawan-kawannya aku benar-benar manusia yang paling tidak patut untuk diterima cintanya oleh si Cut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Aku berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh perhatiannya Cut. Aku tahu satu hal. Setampan apapun kau, kalau pekerjaanmu hina, kantongmu tak berisi, kau takkan memperoleh perhatian sedikitpun dari wanita sejelek apapun. Apalagi dari seorang wanita secantik si Cut itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Akhirnya aku memperoleh pekerjaan yang layak dan mampu membeli rumah dan mobil. Perubahan kondisiku langsung saja membuat Cut tertarik padaku. Kesempatan ini langsung saja kumanfaatkan dengan menikahinya. Ya, aku menikahinya untuk membalaskan dendam-dendamku" cerita Ampon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Iklan Citra memperlihatkan untuk membawa seorang wanita ke kehidupnmu, maka bawa serta seluruh kehidupannya padamu. Pohon dalam iklan itu sebagai representasi dari segalahal menyangkut kehidupan si cewek. Dan pekerjaan, adalah bagian daripada kehidupan seseorang yang paling sakral. Bekerja adalah aktivitas yang membuat kita layak menyatakan diri adalah bagian dari keselarasan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ampon telah mencabut Cut dari bagian kehidupannya dengan melarangnya bekerja. Padahal Cut adalah sarjana jurusan kesehatan terbaik di daerahnya dan dia tergolong pegawai teladan di tempatnya bekerja. Kehilangan pekerjaan adalah penderitaan batin pertama dialami Cut setelah menikah dengan Ampon. Selanjutnya penderitan demi penderitaan terus menimpa Cut: Perselingkuhan Ampon dengan puluhan wanita dan isu yang terdengar telinga Cut bahwa Ampon telah menikahi pacarnya waktu SMA akhirnya membuat Cut depresi. Terapi dan karantina di RSJ tidak mampu mengobati guncangan jiwa Cut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Terpuruknya kondisi mental Cut berimbas pada kondisi fisiknya. Akhrinya Cut masuk rumah sakit. Ampon menyuruhku menjaga Cut di RS. Dia memesan padaku kalau Cut menanyakan dirinya, harus kujawab Ampon di luar negeri karena urusan yang tidak dapat ditinggalkannya. Aku menuruti permintaan Ampon bukan karena takut pada Ampon. Aku melakukannya karena tidak sanggup melihat hati Cut yang memang telah hancur semakin hancur lagi bila dia mengetahui Ampon sedang liburan ke Bali bersama istri barunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku menganggap cintaku adalah cinta yang tinggi. Karena itu, waktu itu, sepuluh tahun yang lalu aku tidak mendesak diri untuk mengutarakan cintaku dada Cut. Aku tidak ingin cintaku yang tinggi terkontaminasi oleh persoalan-persoalan yang remen-temeh seperti urusan terlambat pulang kerja, urusan rumah yang kotor dan urusan masakan yang kurang garam. Aku memutuskan tidak mengungkapkan cintaku pada Cut karena ingin cintaku tetap tinggi, tetap suci meskipun resikonya adalah dia harus dimiliki orang. Yang membuat hatiku sangat sakit adalah karena yang memiliki Cut adalah orang jahat seperti Ampon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi aku tetap menganggap itu semua adalah konsekwensi yang harus kuterima untuk terus memelihara cintaku pada Cut. Bagiku cinta yang dimiliki akan menurun kualitasnya. Cinta akan semakin subur bila terus merindui, terus sepi dan sunyi. Caranya adalah dengan tidak mengotori cinta dengan ikatan pernikahan. Itulah caraku merawat cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Sewaktu mengantarkan obat pesanan dokter pada Cut, aku melihat kondisinya sangat parah. Tubuhnya tinggal kulit dan tulang. Tapi dimataku kecantikan Cut tidak pudar. Bahwa yang sedang terbaring di hadapanku saat ini adalah wanita satu-satunya yang kucintai. Aku tak pernah mencintau wanita yang lain sampai kapanpun. Dan kalau nanti aku harus menikah, itu semata kulakukan karena aku adalah bagian dari mamalia yang harus memiliki keturunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Hatiku begitu luka melihat kondisi cintaku yang seperti ini. Cut adalah segalanya bagiku. Aku mencintainya tanpa pamrih sama sekali. Dan itu kubiktikan dengan tidak memiliki dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tanpa kusadari airmataku jatuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kenapa kau tidak mengatakannya waktu itu" suara Cut berat dan pelan sekali saat aku sudah berbalik hendak meninggalkan ruanga. Aku menoleh kembali. Cut mematapku sayu. Aku tak mampu menjawabnya. Yang membuatku heran adalah kenapa Cut mengetahui aku mencintainya. Padahal sama sekali tidak pernah kutunjukkan padanya, dihadapannya bahwa aku mencintainya, baik melalui tindakan maupun ucapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Apa kau senang melihat cintamu seperti ini. Apa ini yang kau inginkan?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku cuma diam. Nafasku tertahan ditenggerokan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku mendekatinya. Memaksakan senyum dan berkata. "Apa yang nyonya ucapkan".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dia betul-betul mengetahui kepura-puraanku. Lalu meraih lenganku dan menggenggamnya. Kurasakan tulangnya yang berbungkus kulit. Cut, sedikitpun cintaku tak berubah: meski kini kau istri majikanku, meski kini kondismu begini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;"Sudah sadarkah kau akan kelirunya dirimu memaknai cinta" sambungnya. Aku tak kuat. Air mataku jatuh. Tak mampu lagi aku menduga-duga darimana dia mengetahui segalanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dia menengadahkan tangannya. Aku merangkulnya. Ini seperti mimpi bagiku. Aku bergetar. Seluruh persendianku terasa lumpuh. Baru kali ini aku mengetahui nikmatnya dalam pelukan kekasih. Duh, seandainya ini kuketuhui sepuluh tahun lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tiba-tiba Ampon berhamburan ke dalam dan melihat kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seribu Pancaran Sinar Mentari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kawan, seharusnya tidak sekarang aku menceritakannya padamu. Ceritaku layaknya kusampaikan saat aku telah berada di Teheran atau Muenchen, saat aku menjadi salah seorang Profesor di sana. Tapi bagaimana kalau cinta lama merangkulku lalu membawaku pergi? Konon, kudengar dia telah berubah menjadi monster mirip Orge dalam game "Tekken".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ceritaku bermula saat keranjang hijau telah kosong dan hanya menyisakan beberapa plastik keresek dan seikat lidi bambu. Setelah kukayuh sepedaku menjauhi Sambu, tempat di mana sore itu bungkus terakhir mie Aceh yang kujual seribu rupiah perbungkus disapa perut yang sedang lapar, aku telah membelakangi billboard besar tempat di mana iklan rokok "Kennedy" bertengger. Iklan itu telah senyum manis di persimpangan jalan dekat Medan Mall sejak enam tahun lalu saat usiaku masih sebelas tahun. Tiba-tiba aku berhenti dan menoleh ke arah spanduk besar itu. Bulu kudukku berdiri. Terdengan bisikan "Miswari, kamu akan kuliah."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kuliah? Saat itu kuliah adalah mustahil bagiku. Aku nyaman dengan realitas yang sedang kujalani. Kuliah adalah hal mustahil. Setiap pulang sekolah aku bergegas ke sebuah rumah milik orang Tangse yang telah lama tinggal di Medan. Salahsatu kamarnya disewakan padaku. Seratus ribu rupian per-bulan. Sesampai di rumah aku langsung mandi, shalat dzuhur dan berlari ke rumah Mak Boi. Di sana Mak Boi memberikanku makan siang dan malam, dua kali sehari, hanya dengan membayar seratus ribu rupiah per-bulan. Harga itu memang tidak pantas. Tapi aku tahu dia mau membantuku.&amp;nbsp;Selasai makan aku buru-buru ke rumah Kak Syah. Di rumah beralaskan tanah itu telah bersedia sebuah sepeda yang lusuh. Di sandelnya telah terisi penuh bungkusan-bungkusan mie. Aku meraih sepada itu. Setiap hendak mengayuh untuk pertama kali aku selalu membaca Al-Fatihah. Selalu. Tidak pernah tinggal sepanjang dua tahun kerjaku menjual mie Aceh seribu! Meski saat itu otakku belum mengantongi konsep tentang kekuatan sebuah surat terdiri tujuh ayat itu, aku yakin Al-Fatihh punya kekuatan melebihi langit dan bumi. Apalagi untuk menghabiskan dagangan sekeranjang mie, pikirku dulu.Pekerjaan itu kulakukan sejak kelas dua hingga kelas tiga STM. Kelas satu aku masih tinggal di rumah salah seorang familiku. Pulang sekolah aku membantu mereka mengolah sirip hiu hingga menjadi salah satu dari bagian santapan lezat di restoran-restoran kelas atas.Bisikan tadi itu membuatku tercengang dan kembali membuatku melihat kembali kondisiku. "Kuliah? Mustahil!" gumamku. Diam-diam hati kecilku menyumpan keinginan yang maha besar untuk kuliah. Tapi keinginan itu tidak boleh membuatku tidak rasional. Bisikan-bisikan seperti itu adalah bisikan tentang masa depanku yang tak bisa kubantah, apalagi kuhindari. Persis seperti bisikan saat aku di Masjid Muhammadiyah setelah lulus S1. Waktu itu bisikan itu mengatakan aku akan ke Jakarta.Karena kutahu bisikan itu adalah sesuatu yang tak bisa kulawan. Aku memilih mempersiapkan segala sesuatu tentang bisikan itu.Tiga bulan lagi Ujian Nasional. Aku sadar tidak seperti kawan-kawan yang bisa mempersiapkan ujian dengan mengikuti bimbingan belajar di lembaga-lembaga elit seperti Ganesha Operation Atau Primagama, makanya aku berfikir cara lain untuk mempersiapkan diriku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Malam itu aku mengatakan pada Kak Syah bahwa aku hanya akan bekerja dua bulan lagi. Ini kuberitahukan agar dia bisa mempersipkan diri. Aku, akan mengumpulkan uang sebisa mungkin untuk sebulan menjelang UN karena saat itu aku akan berfokus pada belajar serta mengikutu les tambahan oleh pihak sekolah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Caraku agar lulus UN adalah dengan membeli sebuah buku tentang penduan mengikuti UJIAN NASIONAL 2004. Aku mengawali dengan mempelajari soal UN dari tahun paling rendah. Strateginya adalah dengan mengisi jawaban atas petanyaan-pertanyaan itu dalam selembar kertas lembar jawaban fotokopian dari contoh lembar jawaban yang dilampirkan pada halaman buku itu. Salahsatu manfaat cara seperti itu adalah belajar mengasah kebiasaan melingkarkan jawaban agar tidak lepas dari bacaan komputer saat pemeriksaan lembar jawaban sesungguhnya nanti.Setelah mengisi lembar jawaban itu, aku memeriksanya dengan berpanduan pada lembaran kunci jawaban yang telah disediakan dalam buku. Aku mempersentasekan jawaban yang benar denga nilai yang kuperolah. Saat itu standar kelulusan 4.01 per mata pelajaran yang di UN-kan. Selanjutnya membaca sepintas lalu jawaban yang benar. Pada jawaban yang salah aku benar-benar mempelajarinya hingga aku paham betul. Demikian setiap mata pelajaran yang di UN-kan hingga sampai pada prediksi soal UN 2004.Setiap mengerjakan mata pelajaran dari tahun terendah dalam buku hingga 2003, nilaiku terus naik. Pada prediksi mata pelajaran 2004 aku memperoleh: Matematika lima koma sekian; Bahasa Inggris enam koma sekian dan: Bahasa Indonesia enam koma sekian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seminggu sebelum UN berlangsung, aku telah bersiap menghadapi ujian. Waktu seminggu itu kumanfaatkan untuk menyegarkan ingatan tentang soal-soal itu.Seminggu menjelang UN aku harus pindah dari kos. Dua dua hari aku terpaksa tidur di gudang perabotan milik orang Aceh. Sebelumnya aku telah akrab dengan pemilik dan pekerjanya karena mereka telah lama menjadi pelanggan mie Aceh jualanku.Tiga hari menjelang ujian, Agam menerimaku tinggal di tempat usahanya. Syaratnya aku harus membantunya berjualan minyak, koran dan majalah. Aku senang. Itu lebih baik daripada menghadapi hari-hari penting dalam hidup tanpa tempat tinggal yang jelas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hari pertama ujian aku menyelasaikan soal-soal ujian Bahasa Indonesia dengan mudah. Malam harinya, drama dimulai.&amp;nbsp;Setelah mengulang sepintas lalu prediksi soal-soal Matematika UN 2004, aku beranjak tidur. Ayat-ayat pendek kubacakan penuh harapan dan kecamasan. Besok ujian Metematika dan dan Agama Islam. Jadi aku harus konsenterasi betul. Matematika begitu mendebarkan. Agama Islam? Ah, tak masuk dalam hitunganku. Tidak di UN-kan! Saat hendak memejamkan mata, begitu saja masuk sekelompok pemuda berpakaian preman menggeledah seisi ruangan tempat usaha Agam. Aku memang tidak pernah mengunci pintu sebab Agam menyuruhnya begitu. Dia datang bila-bila waktu ke toko.&amp;nbsp;Pemuda-pemuda itu membuka payung yang tersangkut di dinding dan mencari sesuatu di dalam sepatu sekolahku dengan mengangkat kaus kaki di dalamnya. Mereka juga menggeledah tempat-tempat lain yang mereka suka. Saat itu aku belum curiga siapa mereka meski cara menggeladahnya mengesankan sekali.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mana si Agam." Tanya seorang pria agak gemuk, gondrong dan muka seram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Keluar, Bang. Mungkin di rumahnya." jawabku kecut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Di rumah tak ada" sahut yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mana kau simpan barangnya" tanya si gondrong tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku diam tak bisa menjawab apapun lagi. Di tengah-tengah kesibukan mereka menggeledah, di dalam otakku terlintas pikiran: Mungkin mereka adalah orang yang akan menyita barang-barang tertentu dalam toko Agam karena dia tidak mampu membayar utang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saat aku telah duduk dibarisan kedua sebuah minibus terlintas kesan dalam ingatanku: Bukankah kondisi seperti ini adalah orang yang sedang di gelandang Intel Polisi ke Tempat interogasi seperti yang sering kutonton dalam program "Patroli" di Indosiar. Kesan itu menghilang begitu saja.Aku telah berada di sebuah ruangan dalam kantor Polisi. Karenaa dari pertama saat di naikkan ke dalam moli aku membaca rute tujuan. Aku sadar betul telah berada di Poltabes Medan. Bahkan aku sering melawatkan sore seputaran Markas ini berjualan Mie Aceh dengan sepeda butut itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa saat kemudian aku dibawa keruangan lain. Di sana Agam telah duduk manis. Dia menjawab lugu dan singkat pertanyaan-pertanyaan pemuda yang duduk di balik meja menghadap sebuah komputer di atas meja hitam di depan kami. Aku melihat asbak di depan penginterogasi telah sangat sesak oleh abu rokok dan puting "Sampoerna Mild".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pikiranku terfokus pada kedua orang tuaku. Aku membayangkan bila aku dijebloskan ke dalam sel yang berada sekitar sepuluh meter di sebelah kananku, bagaimana aku bisa memberitahukan orang tuaku bahwa aku telah dipenjara. Dipenjara karena tidak ada satupun Undang-undang yang dibuat Tiran-tiran di "rumah mewah" itu kulanggar. Aku sangat khawatir orang tuaku akan khawatir karena&amp;nbsp;kehilangan diriku, khawatir mereka takkan tau aku ke mana. Kasihan pada kedua manusia yang paling kucintai setelah Nabi Besar Saw. Mereka telah berharap anak-laki laki mereka akan segera menamatkan sekolahnya di rantau. Namun ternyata telah masuk penjara tanpa mereka tau.&amp;nbsp;Satu momen paling penting yang membuyarkan lamunanku terjadi:&amp;nbsp;Penginterogasi: Dia ikut, enggak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Sama seka tidak, Bang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Jadi cuma kau sendiri yang makai?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Bener, Bang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Jadi benar dia tidak terlibat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Iya, Bang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Betul, kau!?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Sama sekali tidak, Bang!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Hah? (Setengah berdiri mencondongkan muka ke arah Agam. Melotot tajam)&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Ya, Bang. Dia enggak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Detik itu pula langsung terfikir olehku: Kalau saja Agam ingin berbuat buruk padaku. Mudah saja dia melakukan ini:Penginterogasi: Dia ikut, enggak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Iya, Bang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Jadi dia ikut juga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Benar sekali, Bang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Jadi benar dia terlibat juga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Iya, Bang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Betul, kau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Agam : Benar, Bang! Sebenar setelah "Q", "R"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penginterogasi: Hah? (Setengah berdiri mencondongkan muka ke arah Agam sambil tersenyum lebar. Melotot dengan memperlihatkan kedua bola mata dengan beningnya)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kenapa orang yang jauh lebih muda darinya tetap dipanggil "Bang" oleh Agam? Bukankah pengintrogasi yang sangat tampan, berkulit kuning langsat itu jauh lebih pantas menjadi foto model atau bintang iklan jus buah manis bersama gadis-gadis remaja yang cantik-cantik dan centil-centil daripada berprofesi sebagai orang yang kejam, tegas, dibenci semua orang yang pernah duduk di balik mejanya dan didoakan semoga ibunya mati dengan cara terpotong-potong badannya karena ditabrak kereta api dan istrinya dimutilasi setelah diperkosa ramai-ramai dan kemaluannya ditusuk-tusuk besi panas menyala oleh semua orang yang pernah merasakan panas monitor komputer di atas mejanya yang menerpa wajah mereka?&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku tidak sempat memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat tidak perlu kucari jawabannya dalam kepalaku. Aku tak punya ruang dalam kepalaku untuk memikirkan jawaban-jawaban itu. Otakku penuh dengan kesenangan: Pria tampan anak Teuku Banta Sulaiman tidak perlu panik dan pusing mencari anaknya yang hilang di Medan dan perempuan paling cantik dan paling tajir di Peusangan era 80-an tak perlu gelisah menanti keberadaan dan keadaan anaknya yang paling bandel itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selanjutnya aku dibawa kembali ke ruangan tadi. Aku kembali duduk lemas di atas sofa empuk bewarna hitam itu. Aku sangat mengantuk, sangat lemas. Lebih dari itu mentalku down betul. Sembari tertidur dan terjaga, di sela-sela keduanya, dalam tertidur dan ter bangun, pikiranku tertuju pada satu kata: MATEMATIKA. Sambil itu, hatiku bergumam penuh kekhusyu'-an: Ya Allah, Allah Rabbnya alam semesta, Junjungan Rasulku yang mulia, Sesembahan ibu dan ayahku serta tempat bergantung dan menyerahkan diri kakek-kakek dan buyut-buyutku sepanjang masa: Bila kau tak izinkan hambamu yang semasekali sedang tak bedaya di depan-manusia manusia ini, benar-benar hina di hadapan-Mu dan mereka, maka usahlah Kau kirimkan cinta padaku lagi sampai kapanpun. Aku mencintaimu dalam senang dan susahku, dalam mudah dan pedihku, dalam senyum dan tawa dan dalam murung dan muramku. Aku mencintaimu melebihi cinta seorang ibu rumahtangga akan rumah suaminya. Ya Allah, aku menyayangimu melebihi sayangnya seekor puddle akan bulu-bulu indah yang membuatnya hidup dan menjadi alat kebanggaannya: Maka perkenankan harapanku wahai Yang Maha Suci. Doa itu terus saja mengalir dalam hatiku, kadang tidak beraturan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lalu tiba-tiba masuk salah seorang polisi yang samar-samar terlihat di mataku. Dia menghampiriku dan bertanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Jadi kau anggota (a)Gam?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;"Ya, Bang." jawabku lemas, sangat lemasnya aku hingga suaranyapun samar-samar terdengar olehku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;DUUUUP DUUUUUP DUUUP&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tiga tendangan PDL di kakinya yang dibuat dari uang petani pinang yang hasil kebunnya itu dihargai seribu limaratus rupiah namun dijual tigapuluh dua ribu rupiah untuk setiap satu kilogram.Tendangan itu membuatku tersungkur ke lantai. Aku tak bisa bernafas. Kupikir malaikat segera datang dengan sebuah karung beras 50kg dan pulang dengan karung yang telah berisi nyawaku di dalamnya. Aku benar-benar sangat kesakitan. Sampai saat ini, kesakitan yang paling payah yang kurasakan adalah malam selasa itu.&amp;nbsp;Aku hanya mengingat Allah, kekasih yang setahuku saat itu adalah yang paling mencintaiku. "KataMu yang paling mencintaiku adalah Kau. Tegakah kau melihat yang Kau cintai ini tersiksa sangat parah seperti yang sedang kurasakan saat ini? Apa yang akan Kau lakukan padaku?" pikirku dalam benakku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Matematika"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sepatu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;"Matematika"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sepatu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;"Matematika"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sepatu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;"Allah"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Ayah-ibuku"&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kata-kata itu datang secara berurutan dan berulang-ulang ke dalam kesadaran pkiranku. Kukira kalau aku mati saat itu, maka Matematika, sepatu, Allah dan ayah-ibuku adalah hal-hal yang paling mengsankanku sepanjang hidup di surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Samar-samar aku mendengar polisi-polisi lain menegur si penendangku itu."Kok, kau hajar pulak dia?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Separatis, katanya dia"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Bukan, Coy. Anak buahnya si Agam itu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Ooo"&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku baru tau, maksud pertanyaannya. Mungkin, adalah untuk sekedar bercanda dengan menanyakan apakah aku anggota atau terlibat dengan gerakan pemberontakan di Aceh saat itu, GAM. Pertanyaan semacam ini sering ditanyakan pada orang Aceh untuk sekedar bercanda atau menggoda.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku menjawab "ya" karena kukira maksudnya adalah bertanya apakah aku orang yang bekerja pada Agam, pemuda yang sedang diinterogasi di ruang lain. Di Medan, biasanya, orang-orang yang "bekerja pada" disebut "anggotanya".&amp;nbsp;Melihatku terkapar tidak berdaya sama-sekali si penendang itu hanya memandangi tubuhku yang sedang memiting-miting persis seekor cacing yang sedang dijemur di atas piring melamin di bawah sinar matahari yang sangat terik. Hanya sedikit air muka mengiba sudah cukup bagiku seorang polisi meminta maaf atas sebuah kekeliruan yang hampir saja membuat nyawaku melayang. Untuk berkata "Maaf" atau "Sori Coy" dia enggan. Dia sadar seragamnya lebih berharga dari kata-kata konyol itu. Akupun sadar akan betapa berharganya seorang personil Polisi. Setidaknya berdasarkan pengetahuanku bahwa meski mereka adalah penegak hukum, bila ada seorang anggota mereka mati ditangan seorang warga, maka si pembunuh personil Polisi itu akan mati tanpa perlu menempuh jalur hukum formal manapun. Sebuah penegakan hukum yang begitu tegak dari Penegak Hukum.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa anggota polisi yang sedang barada di hadapanku mulai membicarakan tentangku, lebih tepatnya tentang nasibku. Mereka telah mengetahui bahwa aku pelajar. Mereka juga tau aku sedang UN. Kupastika mereka tau aku harus ujian Matematika.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jam enam pagi aku dibolehkan pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tau nya kau jalan pulang?" tanya salah seorang personil Polisi.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tau, Bang." Spontan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku girang meski mata mengantuk sangat, otot-otot lelah betul dan badan remuk-radam.&amp;nbsp;Aku pulang jalan kaki dari Poltabes ke Tuasan, Pasar Tiga. Sempat terfikir olehku kalau saja tadi kujawab aku tidak tau jalan pulang, mungkin mereka akan mengantarku pulang dengan mobil. Tapi aku ragu kalau kujawab begitu, aku tak jadi dikasih pulang pula. Teringat akan sel tahanan. Aku tidak jadi menyesali jawabanku tadi. Dalam perjalanan tak henti-hentinya aku mengucap syukur.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jangan tanya bagaimana: Lima belas menit aku tiba di Tuasan. Sebelum sampai di toko saudara-saudara si Agam melempariku dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi Agam di Poltabes. Mereka bertanya dengan sangat serius. Kupastikan beberapa di antara mereka sama denganku tidak tidur semalaman. Karena gelisah tentang kondisi Agam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Shalat subuh antara sadar dan tidak. Melihat tempat tidur ngantukku semakin menjadi-jadi. Aku menghempaskan badan ke tilam. Berfikir kalau saja momen sembilan jam dari sekarang tidak pernah terjadi. Sembilan jam yang lalu aku masih berada disini, di atas tilam ini hendak tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Matematika!" Terlintas dalam pikiranku akan kata itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tiba-tiba aku teringat kalau saja aku memejamkan mata, aku takkan ke sekolah. Hari ini ujian mata pelajaran yang sangat menentukan hidupku. Aku bergegas mandi. Lalu segera berangkat ke sekolah meski terlalu pagi. Ini lebih baik bila tetap dekat dengan tempat tidur.&amp;nbsp;Aku sempat tertidur ayam dua tiga kali di dalam angkutan umum. Setiba di sekolah orang-orang sudah ramai. Ditangan mereka semua sedang memegang apasaja yang dapat membantu mereka menjawab soal-soal Matematika yang akan diujikan sesaat lagi. Aku masih sibuk dengan perutku yang sangat sakit akibat ditendang polisi tadi malam. Pengalamanku tadi malam begitu mengesankan. Seolah-olah hanya mimpi belaka. Hanya rasa sakit di perut dan serangan kantuk yang membabi-buta yang dapat membuatku sadar bahwa peristiwa tadi malam bukan mimpi.&amp;nbsp;Kalau hal ini kuceritakan pada teman-temanku, pasti tak ada yang percaya, bukan karena mereka terlalu sibuk dengan beban Matematika, namun karena apa yang kualami tadimalam sangat luar biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bel dibunyikan. Pengumuman-pengumuman yang di suarakan melalui pengeras suara tidak ada satupun kudengar dan kupahami. Aku ikut berbaris di antara yang berbaris di lapangan upacara untuk mendengar arahan kepala sekolah setiap pagi selama UN. Aku tak mendengar sepatah katapun. Aku sibuk dengan perutku dan terlalu besar kantuk menyelimutiku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Masuk keruangan aku mencoba membuang kantuk. Gagal. Aku tersungkur, tertidur di depan lembaran soal dan jawaban Matematika. Aku mecoba sadar dari tidur. Tertidur sejenak saat ujian berlangsung aku bermimpi sedang mengerjakan soal-soal Matematika. Lalu dalam mimpi itu aku jatuh ke bawah meja akibat kursiku patah. Aku tersentak dan terbangun. Saat sadar ternyata benar aku terjatuh ke bawah meja. Ternyata saat mengantuk tadi aku kehilangan keseimbangan dan punggungku merosot dari kursi dan aku terjatuh kedepan kursi, ke bawah meja. Pengawas mengamati. Peserta ujian lain ingin tertawa tapi tidak berani. Masa depan mereka lebih penting daripada menertawakan sesuatu yang sangat layak untuk ditertawakan. Kalaupun mereka tertawa sangat wajar. Namun cita-cita yang tinggi membuat mereka harus mengenyampingkan kewajaran-kewajara.Aku masih berjuang melawan kantuk. Bahkan sakit perut telah menyerah dari rasa kantuk yang sangat besar. Aku terus berjuang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pertanyaan pertama coba kubaca. Gagal. Aku kehilangan fokus. Mengantuk ini sangat dalam dan tinggi besar. Aku tidak tidur semalaman. Jadi aku mengantuk. Itu wajar. Namun karena bisikan yang telah kusampaikan padamu itu, kawan, membuatku yakin bahwa cita-citaku besar. Karena cita-citaku besar, maka aku harus melampaui batas-batas kewajaran.Waktu tersisa tinggal empat puluh menit lagi. Sementara lembar jawabanku belum terlingkar satupun. Cita-cita besar itu membuatku kuat melawan kantuk dan lelah. Mataku melototi soal-soal ujian sementara aku terus mencoba memfokuskan pikiran. Fokus. Aku&amp;nbsp;membaca satu soal lalu menghitung dan membuat rumus untuk mencari jawaban yang tepat. Demikian terus menerus hingga pertanyaan terakhir.&amp;nbsp;Dua puluh pertanyaan berhasil kujawab dalam waktu empat puluh menit. Aku bekerja keras.Bekerja keras melawan batas-batas kewajaran demi masadepan yang lebih baik. Dan saat inilah penentuannya.&amp;nbsp;Aku masih ragu, Matematika adalah pelajaran yang amat sulit dan mengerjakannya dalam kondisi sangat sulit. Aku sangat takut tidak lulus Matematika. Bila nilaiku empat koma nol atau lebih rendah darinya, aku takkan lulus. Tidak lulus adalah aib terbesar bagiku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sejak hari selesai ujian Mtematika, aku tidak penah berhenti berdoa pada Allah. Aku tak pernah meninggalkan shalat tahajjut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tiba hari pengambilan surat pemberitahuan hasil UN, aku berpakaian sangat rapi. Doa dengan sangat tawadhu' dan khusyu' tak henti-hentinya kupanjatkan. Tiba di pekarangan sekolah aku menggigil. Aku paling khawatir dengan nilai Metematikaku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di depan sebuah kelas, Bapak Kepala Sekolah telah duduk manis menantikan kami. Aku dan kawan-kawan menghampiri. Pria gemuk berkulit sawo matang itu tersenyum pada kami. Aku tersenyum pula seperti bentuk bibir seseorang yang sedang dalam keadaan sangat payah di wc.Tubuhku bergetar saat meraih sebuah amplop putih yang disodorkan Bapak Kepala Sekolah. Bapak Kepala Sekolah menyadari kondisiku, mengetahui apa yang sedang berkecambuk di dalam tempurung kepalaku. Dia tersenyum saja.Saat telah memegang amplop putih itu di dalam pikiranku terlintas seribu refer: "mie Aceh",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Ibuku",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"sirip ikau hiu",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Mahathir", &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Kakak",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Lidia",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sambu",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Lapak Judi Jalan Tuasan",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Sepatu",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Majalah",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"bensin",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"koran"&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kondisiku berubah menjadi takut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Poltabes",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Agam",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Payung",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"kaus kaki yang di angkat dan melihat isi sepatu",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"sel tahanan di Poltabes",&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Pria yang paling tampan di seluruh dunia yang pernal kulihat sedang binging, panik dan khawatir mencariku di kota Medan".&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang paling membuat hatiku tak menentu ketika itu adalah saat wajah ayah sedang menjengukku di Pesantren dulu. Kukika lebih baik aku tidak pernah ada di muka bumi ini bila tidak lulus karena mengenang wajah ayahku. Ayah yang paling mencintai anaknya adalah ayahku. Ayah adalah seorang pria hidup pas-pasan namun menyekolahkan anaknya yang nakal ini ke Boarding School yang dihuni anak-anak pengusaha, pejabat kelas atas dan kontraktor. Aku tidak sanggup bila mengingat wajah ayah. Aku lebih baik tidak pernah ada di dunia ini bila tidak lulus.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Baca Bismillah..." Suaraku itu membuatku terkejut. Rupanya Ibu Guru Agama Islam-ku yang menegurku saat aku sedang mencoba menyobek amplop.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;"Tahukah Ibu Guru, bahwa telah tiga kali Al-Fatihah dan berpuluh-puluh surat pendek telah kubaca dalam hati sejak menerima amplop ini. Bismillah... pulak?" Tentu saja jawaban ini hanya kubunyukan dalam hati.Aku membaca basmala dengan agak sedikit berbunyi untuk menghormati Ibu Guru yang manis berumur tiga lima namun belum kawin itu. Aku masih belum beranjak jauh dari meja Bapak Kepala Sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kutemukan selembar kertas bewarna pulit dengan isi tulisan di bagian dalam lipatan seluruhnya. Seingatku itulah surat formal pertama yang kuterima seumur hidupku. Kubuka lipatan itu. Kubaca itu tertuju padaku: MISWARI. Kucari langsung inti daripada Isi surat. Kutemukan: "TIDAK LULUS" tercoret dan "LULUS" tak di coret. Artinya aku lulus UN!&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kulihat nilai ketiga mata pelajaran yang di UN-kan itu: Bahasa Indonesia: 7.69; Bahasa Inggris: 6.89 dan; Metematika: 4.02. Subhanallah! Langsung terfikir olehku kalau satu lagi saja saja soalan Matematika itu terjawab salah, dapat kupastikan nilaiku di bawan empat. Dan, itu artinya aku tidak lulus UN! Tidak tidur semalaman dan terkena sepatu Polisi ditambah mendal yang jatuh terpuruk malam menjelang ujian Matematika membuatku yakin 4.02 untuk nilai Matematika adalah karamah dari Allah SWT.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meski cinta ayah tingginya tak terlampaui langit tidak ada apa-apanya dengan berhasil lulus STM, perjuangan mengolah sirip hiu dan bersepeda mengelilingi Kota Medan setiap hari pulang sekolah terjawab sudah. Poltabes dan sepatu PDL Polisi-pun lunas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku tersungkur melekatkan keningku ke tanah dekat teras ruang belajar. Mataku mengeluarkan airnya sebanyak-banyaknya. Aku tak peduli Bapak Kepala Sekolah, Tak peduli Ibu Guru Agama Islam. Aku tak peduli semua orang yang ada di sini. Aku tenggelam dalam haru. Ibu Guru Agama Islam ikut menitikkan air mata. Kutahu dia tau sedikit banyak perjuanganku di Medan. Bapak Kepala sekolah yang hampir setiap hari berada di belakang kami: artinya setiap hari kalah berlari dengan kami karena hampir setiap hari kami berhasul lolos dari kejarannya karena suka cabut sekolah; kami yang membuatnya malu sejadi-jadinya di hadapan kepala sekolah lain karena tingkah kami yang kurang ajarnya di atas rata-rata kurang ajar seluruh siswa se-Kota Medan, namun hari ini, kulihat mimik wajahnya, haru melihatku. Kubaca air mukanya. Kutemukan Kalimat-kalimat: Akan kukatakan pada dunia aku pernah punya siswa superhero sepertimu, Nak; Akan kuceritakan kebanggaanku bahwa aku punya siswa yang setiap harinya berjualan mie berkeliling dengan sepededa lusuh namun dia lulus UN.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kawan, saat itu UN adalah moster yang sangat berbahaya. Kalau tidak salah 70persen siswa seangkatanku tidak lulus. Bahkan, waktu itu, Kawan, ribuan peserta bimbingan belajar pada lembaga-lembaga bimbingan belajar ternama di Medan terpaksa kecewa. SMS semua jawaban yang benar dari guru untuk menghindari malu karena takut dianggap gagal mendidik siswa&amp;nbsp;dan kerena mengharap uang receh dari kepala sekolah yang takut dipindah tugas, belum ada waktu itu.Kepedihan yang datang bertubi-tubi dan hidup mulai terasa gelap gulita diganti seribu pancaran sinar mentari, a thausands splendid suns.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bapak Kepala Sekolah menghampiri dan merangkulku. Kulihat matanya semakin memerah. Dekapannya membuatku teringat pada ayahku. Masih menitikkan air matanya, dari belakang datang Ibu Guru Agama Islam mengelus-elus pundakku. Air dari mataku belum mau berhenti mengalir. Perih perutku akibat PDL Polisi masih terasa menusuk-nusuk.&amp;nbsp;Langit sangat cerah, seribu pancaran sinar mentari mulai menyengat. Semua pasang mata tertuju pada kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Malam Ini Tidak Ada Bintang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kukatakan pada Makku. "Aku ingin berjumpa dan berbicara dengannya sehari penuh. Karena besok adalah hari kematianku."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak ada yang akan mati lebih bahagia dariku. Karena segala hasrat seumur hidupku telah kupenuhi sehari menjelang kematian. Mungkin para syuhada dan pezina yang mati dirajam dengan senyum karena segala dosanya telah dihapuskan bersama butiran-butiran batu yang menghantam tengkoraknya adalah orang-orang yang berbahagia bersamaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Aku duduk mengobrol dengannya. Menanyakan segala perjalanan hidupnya sejak terakhir kami berjumpa. Aku mengenang masa indah saat di meunasah desa Paya Cut. Tidak ada yang memotifasiku untuk berjalan kaki sejauh dua kolometer di malam buta untuk shalat tarawih kecuali harapan dia akan datang. Aku tak parnah libur ke meunasah selama 30 malam meski kutahu sepanjang Ramadhan dia hanya datang 4 sampai 6 kali. Karena aku tak tahu malam apa saja dia akan datang, kiputuskan aku tidak boleh absen. Semua demi kamu, Raihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menanti dengan harap dan cemas seperti kualami di setiap malam-malam Ramadhan rupanya dialami juga semua muslim di seluruh dunia. Bedanya, mereka menanti kedangtanga&amp;nbsp; Lailatul Qadar, aku menunggu tibanya kekasihku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Raihan, malam ini tidak ada bintang. Kulit otakku penuh wajahmu. Malam ini begitu dingin. Tidak ada satupun bunyi kendaraan. Tahukah kamu aku mendengar suara burung-burung. Gedung-gedung di sini senyap seolah menunggu sesuatu. Aku tak tau apa itu. Tapi pepohonan di depan rumahmu kelihatan lebih ramah. Mereka menari-nari dengan perlahan mengikuti hembusan angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Raihan rumahmu adalah taman surga. Biarkan saja semuanya menuju Firdaus. Aku ingin tetap di sini, di taman halaman rumahmu. Menunggumu keluar dengan baju pengantin bewarna putih. Kunanti wajahmu hadir kembali di hadapanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Raihan, mataku rindu menatapmu kembali. Raihan aku sepi sendiri di sini. Aku tidak sanggup. Tidak sanggup saat membayang kan engkau sedang lelap bersama anak-anak dan suamimu di sebuah rumah bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Aku di sini seperti cacing yang yang dilumuri abu dapur. Setiap malam aku keluar menantang ganasnya udara malam yang menikam hingga sela-sela rusuk.&amp;nbsp; Aku mencari wajahmu di atas langin yang kelihatan hampa. Bila ke laut aku menungu-nunggu bila-bila wajahmu timbul dari dasar samudera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Raihan, aku sengsara. Pada siapa aku mengadu kalau bukan pada namamu yang telah menyatu bersama segala ingatanku. Namamu telah menguasai seluruh memori pikiranku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Provokasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ceritakan saja kejelekan seseorang yang dianya benar-benar kamu tidak suka. Maka saya langsung membenci orang itu. Bahkan bila tujuanmu murni untuk memprovokasi, sayapun akan langsung terpengaruh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Mak sering menceritakan sisi-sisi negatif tentang Raihan dan keluarganya karena tidak suka melihat saya selalu menangis hingga kehabisan tenaga setiap setelah bertemu Raihan. Setiap pulang berjumpa Raihan saya langsung mengunci diri di dalam kamar. Terkenang sangat indah bersama dengannya beberapa waktu tadi dan langsung menangis sejadi-jadinya. Saya tidak tau kenapa begitu. Saya menduga karena roh saya telah tau saya akan menderita seumur hidup sebab tidak ditakdirkan menjadi pasangannya.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di kamar tempat saya mengunci diri dan menangis sejadi-jadinya beberapa tahun ke depan Raihan menyisir rambutnya yang luar biasa panjang. Malam itu pulang dari Pidie usai Basic Training PII. Tidak mungkin saya mengantarnya langsung ke rumah karena kami tiba di Bireuen telah malam. Jadi dia menginap satu malam di rumahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Saat dia sedang menyisir rambut Mak kebetulan masuk. Mak terkejut dan sangat kagum melihat rambut Raihan yang sangat panjang. "Ya Allah, panyang that ök dih i dara nyoe" mak setengah berteriak, setengah histeris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Raihan, kukagumi kecantikanmu. Kupuja keanggunanmu sampai aku mati. Kusimpan kenangan-kenangan indah tentang dirimu. Aku setia mencintaimu sampaiku mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aku Takut Mimpi Kamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kalau malam tiba aku takut untuk tidur. Aku takat akan bermimpi tentang kamu. Yang sebenarnya kutakutkan adalah ketika terbangun dari mimpi. Satu lagi, yang kutakutkan, adalah akhir dari mimpi. Biasanya, akhir mimpi, selalu menakutkanku, menyakitkan. Walau apapun akhir mimpi, ketika terbangun, selalu membuatku gelisah, sakit sekali, tapi tak tau sakitnya di mana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Allah, saya selalu tersiksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Suatu malam aku bermimpi Raihan duduk berdua dengan Ibuku. Aku melihatnya dan yakin bahwa Ibu mencoba merayu Raihan untuk menerimaku sebagai suami. Dalam mimpi itu Raihan belum menikah. Dia hampir akan menikah, tapi pertunangannya batal. Terdengar olehku Ibu berkata padanya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;"Menikahlah dengannya, jangan khawatir meski dia sudah beristri." Maksud Ibu, beliau yakin cintaku kepadanya akan sepenuhnya hingga tak sedikitpun tersisa untuk istriku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bahkan aku rela menceraikan istriku bila Raihan menerimaku sebagai suami, Ibu. Aku ingin lebih baik Ibu menyampaikan kalau aku akan menceraikan isteriku. Agar Raihan semakin mantap menerimaku. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Setelah ibu selesai berbincang dengan Raihan, aku mencari-cari kekasih hatiku itu di sekitar pondok tempat Ibu berbincang tadi. Sesuatu memberitahuku Raihan berada di rumah Kakekku. Aku ke sana menemui para penghuni rumah. Aku tidak dibolehkan menjumpai Raihan sebelum sungkeman denga Kakek dan Nenek. Terlebih dahulu aku meraih tangan ayahnya Ayahku, Ampon Banta Leman yang biasa kami panggil Ampon Nek. Aku mencium tangan beliau yang sebenarnya telah Almarhum. Setelah mencium tangannya, beliau memintaku mencium pipi kanannya, saat mencum pipi kanannya, aku melihat segumpal keci darah yang kelihatan mengeras, tapi masih merah segar dekat telinga beliau. Saat mulutku dengan mulut beliau mendekat waktu menarik wajahku, beliau sempat memasukkan sirih yang sedang beliau kunyah kedalam mulutku. Aku mengecap isi mulutku itu, terasa manis air pinangnya yang telah memerah. Apa makna itu? aku masih bertanya-tanya. Mungki sebagai syarat dari belau agar dapat aku menemui Raihanku.&lt;br /&gt;Lalu aku menemui Nenek yang duduk meluruskan dua kaki dan menggempit keduanya sedang beliau menyiapkan bakong asoe untuk disisipkan antara gusi dan kulit dalam bibirnya yang biasa dilakukan orang tua. Setelah mencium tangan Nenek, Raihan dipersilakan naik tangga dekat Nenek duduk dan menemuiku.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Allah, aku menjumpai Raihan. Bagaimana perasaanku, tak bisa kuungkapkan! Jantung hatiku mengenakan jilbab segi empat tipis bewarna merah jambu. Bajunya kombinasi garis-garis warna hitam biru dan hijai, dikit merah dengan warna dasar putih. Rok kembangnya bewarna merah jambu juga. Ya Allah, dia sangat anggun. Bidadarimu tidak ada satupun yang menandingi kecantikannya. Ya, Allah, simpan saja bidadari-bidadari-Mu, di surga, aku mau bersama Raihanku saja.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aku mengajaknya kencan, saat sedang berjalan bersama akan memasuki sebuah mall, aku menyandarkan bagian kanan kepalaku di bahu kanannya. Dia memiliki tinggi sama denganku karena sedikit dibantu sepatu tinggi. Nyaman sekali. Aku sadar tia tidak nyaman dengan ini. Aku tak bergeming. Dalam hayalanku selalu, aku hanya akan bisa bersandar seperti ini padanya kelak bila dia tua dan suaminya telah mati. Tapi ternyata aku bisa melakukan ini saat ini, saat dia masih jelita dan aku masih muda. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku sadar akan beresiko besar menyandarkan kepala di bahunya saat ini. Tapi aku tak mau menghentikan tindakanku karena kutahu dalam setiap mimpi dan renunganku, aku menginginkan situasi seperti ini. Raihan, andak kau tahu besarnya cintaku padamu. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Menuju warung makan di sebuah warung kelas bawah di dalam mall, yang tampaknya di sana, Raihan sidah terbiasa makan di sini, aku teringat tidak bawa rokok. Aku berfikir ingin permisi keluar gedung cari rokok karena di warung di dalam gedung mall, harga rokok mahal. Tapi aku tak ingin meninggalkan Raihan. Entah kenapa aku sadar momen ini hanya sementara, jadi tidak ingin aku mensia-siakannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saata Raihan memesan dua nasi aku baru sadar perutku belum lapar. Memesan kopi dan merokok saja sambil menatap belahan jantungku adalah lebih efektif bagi saat-saat yang sangat langka ini, pikirku. Aku ingin membatalkan saja nasi untukku dan biar nasi dipesan satu porsi saja buatnya. Kalau ku katakan dengan suara rendah, aku yakin koki dan pelayan tidak akan atau pura-pura tidak dengar. Bukankah itu siasat mereka untuk mencari uang.? Maka berteriaklah aku mengatakan agar nasinya satu porsi saja. Raihan sangat malu dengan tindakanku yang tidak sopan dan membuatnya sangat malu. Dia menginjak kakiku dengan ujung tumit sepanya yang runcing. Aku menjerit dan terbangun.&lt;br /&gt;Aku terkenang saat Raihan sakit saat Latihan Kepemimpinan di Sigli. Aku membelikannya nasi, tapi dia tidak memakannya. Kenapa waktu itu aku sangat bodoh dan tidak teringat untuk membeli makanan lain seperti sate dan bakso setelah menemukannya tidak selera makan nasi. AKu bodoh, aku ceroboh, akalku pendek, akalku sempit. Aku menyesal, aku menyesal sekali. Aku sangat menyesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Aku menyesal kenapa tidak masuk ke ruang saat dia berbaring sakit di kamar peserta. Aku menyesal kenapa aku hanya mengintipnya saja dari balik pintu. Aku menyesal tidak masuk dan mencoba mengobrol dan menghiburnya. Aku menyesal sekali. Tapi, setidaknya, hai belahan hati, kini kamu adalah kader PII, sama seperti diriku. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mencintaimu adalah masalah sekaligus anugerah bagiku, sekaligus masalah. Aku tidak bisa mensyukuri cinta ini karena hatiku sendiri sebagai bagian dari 'syukur' itu sendiri. Sama seperti aku tidak bisa keluar dari masalah ini, sebab, diriku sendiri adalah bagian dari masalah itu sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Memang benar adanya, cinta sejati itu tidak membutuhkan badan. Cinta sejati menemukan esensi, bukan bergulat bersama eksistensi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Raihan, memang surga telah kumasuki sebelum bumi ini digulung, kalau saja kau hidup bersamaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Jawa Negeri di Awan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Tajak Beutroh, ta eue beu deueh" kata seniman Aceh, Rafly. Maksudnya, pergilah hingga tiba dan coba memandang hingga benar-benar melihat. Agar, segala sesuatu tidak sebatas diduga, tidak segera percaya dari apa orang kata dan tidak sembarang berasumsi. Maka pesannya adalah dengan mendatangi sendiri sumber berita hingga benar-benar tiba dan melihatnya sendiri dengan mata kepala. Dengan itu, baru bolehlah kita menilai sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Jawa adalah bangsa yang mendapatkan stigma negatif bagi kalangan masyarakat Aceh selama konflik (1972-2005?). Karena, masyarakat Aceh menganggap pemerintah pusat hanya berpihak pada masyarakat Jawa. Juga, karena mereka menganggap orang Aceh harus lebih sejatera daripada orang Jawa karena Aceh memberikan sumbangan sumber daya alam (SDA) yang jauh lebih banyak daripada Jawa. Juga, karena aparat keamanan yang dikirim ke Aceh keanyakannya adalah orang Jawa. Secara keseluruhan, menurut anggapan anggota GAM dan masyarakat yang dililit konflik "Jawa" adalah representasi dari masyarakat Indonesia selain Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tindakan aparat di Aceh semasa konflik memang sangat biadab. Konon demikian katanya. Menurut radio bergigi, seorang gadis diperkosa di depan Abu-nya.Di Rumoh Geudong, Pidie, konon penyiksaan oleh aparat terhadap anggota GAM yang melanggar HAM manapun sering berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Para pemuda sering dijemur betelanjang dada di atas aspal di bawah terik siang menyengat. Biasanya ini dilakukan saat aparat melakukan pengejaran terhadap GAM, namun mereka berhasil lolos kembali ke hutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Seorang supir angkutan pedesaan, bernama Si Lie Ma'e Inggreh adalah orang pertama yang mampu dan berani mengangkat realita ini ke ranah publik secara kritis. Di tengah pasar Matanggumpangdua dia mengkritik tindakan GAM secara tegas dan suara lantang: "Orang GAM beraninya cuma bunyikan senjata di tengah pemukiman warga, saat aparat akan tiba, mereka lari. Jadilah warga sipil sebagai tumbal".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Memang demikian adanya. Anggota GAM suka membunyikan senjata api di tempat-tempat keramaian warga seperti pasar dan pemukiman. Tentu saja tindakan ini memancing aparat untuk turun dan mencari GAM. Namun GAM pastinya telah terlebih dahulu menghilang ke tengah kepanikan warga bila di pasar dan lari kehitan bila di pemukiman. Di pasar agak lumayan karena aparat yang marah hanya melampiaskan kemarahannya dengan menembaki kaca-kaca toko meskipun tidak jarang banyak warga yang kena peluru nyasar. Parahnya bila GAM memancing di perkampungan, maka aparat, yang biasanya Brimob&amp;nbsp;suka turun ke kampung sumber bunyi ledakan senjata dan menggeledah semua rumah serta memaksa keluar semua laki-laki kecuali anak-anak dan tua renta. Tidak jarang mereka keliru dengan memaksa keluar orang stres yang telah sakit bertahun-tahun. Orang stres seperti ini biasanya dirantai dan dipasung. Melihat rantai dan pasungan, aparat menemukan pemandanga yang sangat dramatis. Mereka berasumsi macam-macam: Mungkin dia adalah GAM yang ditangkap sendiri oleh keluagranya lalu dirantai sambil menunggu aparat yang menjemput; mungkin dia adalah GAM yang terlebih dahulu ditangkap teman aparat lainnya namun belum sempat diboyong ke markas. Sambil memandang dengan seksama wajah orang stres dalam pasungan, mereka juga berasumsi: mungkin ini adalah teman aparat yang ditangkap GAM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Laki-laki dewasa yang dipaksa keluar rumah dibariskan di suatu tempat dan diperiksai KTP masing-masing. Musibah bila: satu, dia beralamat pada desa-desa yang digaris merah oleh aparat. Dua, tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Masalah kedua ini pernah dialami Daud. Saat para pemuda dibariskan&amp;nbsp; di pinggir jalan dekat sebuah sungai, mereka diinterogasi. Karena mereka membuat bingung aparat, mereka dibawa ke bibir sungai. Dengan menghadap ke sungai, mereka diperintahkan berjalan beberapa langkah ke depan. Daud, karena sadar tidak bisa berenang, masing hanya beberapa langkah memasuki air. Padahal teman-temannya yang lain sudah hampir tenggelam seluruh dadanya. Kawan-kawannya bahkan sudah berada hampid di tengah aliran sungai. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Geram Daud dianggap tidak patuh, seorang aparat membentaknya, "Ke tengah lagi, kau." Maksudnya agar dia bisa berdiri sejajar dengan teman-temannya yang lain. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Mendengar perintah itu, bergegas Daud menuju bibir sungai. Melihat Daud yang menentang instruksi, aparat spontan marah. Dia ditendang dan terlempar jauh hingga mencapai ke tengah sungai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Daud yang tidak mengerti bahasa Indonesia mengira, dia diperintang untuk 'teungeh'. Kata itu dalam bahasa Aceh bermakna naik dari bawah ke atas. Orang yang sedang mandi di kolam atau sungai bila diperintahkan atau ingin menepi disebut 'teungeh'. Mengangkat orang yang jatuh ke dalam sumur lalu di angkat disebut: peu'tengeh'.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Sekejam itukah aparat yang notebenenya berasal dari Jawa itu? Apa memang demikian karakter masyarakat Jawa? Jawabannya: Tidak!&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bahkan tentara-tentara yang didaulat untuk menjadi "mesin pembunuh" biasanya dikirim dari luar pulau Jawa. Biasanya dari Maluku atau Nusa Tenggara. Satuan Brimob yang terkenal ganas biasanya mereka yang dari Lampung. Kalau saja mayoritas aparat itu bukan dari Jawa, entah bagaimana lagi nasib orang Aceh.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Orang Jawa dibesarkan bukan dengan benci, mereka tidak diberi maka dendam. Suku Jawa adalah suku yang paling mudah menerima segala dinamika hidup. Mereka memiliki etos kerja yang luar biasa tinggi.Orang Jawa mampu mengolah hutan rimba menjadi ladang. Mereka menyulap gunung berubah sawah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat transmigrasi diimplementasikan, perekonomian di Aceh berputar kencang. Pribumi merasakan betul dampak positifnya. Namun ada suatu perbenturan kebudayaan yang tidak dapat diterima masyarakat di sana. Masyarakat Aceh marah karena transmigran dari Jawa tidak berpakaian dan bertata hidup sebagaimana dijalankan masyarakat di sana. Mereka menuding Jawa tidak beragama. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Jawa tidak beragama? Aku menilai sebuah masyarakat taat beragama atau tidak, salahsatunya, adalah dengan melihat perempuannya berpakaian. Aku naik bus angkutan di Jawa Tengah. Aku semakin terkejut saat melihat hampir semua perempuannya berpakaian sopan dan berjimbab. Semakin kuoerhatikan semakin aku takjub. Kubuat saja model statistik ala-ku sendiri. Aku menghitung perempuan-perempuan dari sati sampai lima. Lalu diantara lima hitungan kujumlahkan berapa orang yang berjilbab, berapa yang tidak. Hasil perhitunganku diantara empat, satu yang tidak. Selanjutnya dua tidak, tiga berjilbab. Dan seterusnya hingga saat kurata-ratakan. Ternyata empat dari lima perempuan Jawa berjilbab. Ini aneh bagiku. Sebab sebelumnya benakku tak dapat diganggu: orang Jawa tak baik dalam beragama. Tapi kesimpulan yang kudapatkan ini merubah derastis pandanganku. Kusadari selama ini aku keliru.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku yang bingung campur keliru terkenang dengan gadis-gadis di Aceh yang memakai jilbab seperti mengisolasi kepala dengan kain. Teringat dengan potongan celana mereka yang menampakkan jelas lekuk selangkangan depan dan belakang. Sesuatu yang telah lama kusadari: kebanyakan perempaun di Acej terpaksa membungkus aurat karena paksaan Perda yang diubah nama: Qanun.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bagian dari keadaan-keadaan yang membuatku nyaman dan menikmati adalah dikala aku di dalam bus lalu menikmati indahnya pemandangan hutan, gunung-gunung, pedesaan dan bentangan sawah. Saat aku sedang menikmati perkebunan sawit yang kadang-kala membuat hatiku sakit, aku dikejutkan oleh aksi seorang ibu muda yang ketika beberapa saat bus Pelangi memasuki wilayah Sumatera Utara meninggalkan kawasan Tamiang. "Merdeka" katanya sembari menarik kuat jilbab kurungnya dan menghempas-hempaskan rambutnya hingga terurai. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Pengalaman itu mengingatkan pada perjalanan ke Medan pada saat yang lain ketika aku berada di jok paling belakang bersama seorang wanita Kristen yang anggun dengan jilbab bewarna abu-abu yang setia menutupi bagian atas badannya kecuali wajah. Dia kelihatannya nyaman benar dengan jilbabnya itu. Waktu itu aku tidak sempat menduga dia adalah intel tentara atau bukan meskipun dalam obrolan kami yang sangat menyenangkan itu dia sempat mengaku tinggal di asrama prajuri di Keutapang. Sampai kami berpisah di tengah-tengah kota Medan kulihat dia begitu khidmad dengan jilbabnya. Sempat kutanyakan kenapa dia berjilbab. "Menghormati kaum muslim dan Syariat Islam". Jawabannya begitu sederhana. Tapi aku menemukan makna yang mendalam dibalik kata-katanya. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kalau saja tidak karena tidak ingin dia malah akan seperti ibu muda di dalam Pelangi tadi setelah menjadi muslim, akan kuajak dia masuk Islam. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Duhai indahnya menikmati alam di balik jendela bus yang sedang berusaha menyesuaikan diri dengan tikungan-tikungan patah. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Karena itu Rafly berseru untuk tidak segera menilai sesuatu sebelum menghampiri danbenar-benar melihat dengan mata kepala sendiri. Di Tanah Jawa aku menemukan manusia-manusia yang ruar biasa gigih bekerja. Aku yakin takkan ada kompetisi yang tidak akan dimenangkan orang Jawa karena keuletan dan ketekunannya. Di pedalaman Jawa akan kita temukan orang-orang yang turun ke ladang melawan dingin di pagi buta. Mereka bekerja di tangah-tengah kabut yang takkan minggat kecuali telah tepat di atas kepala kalaupun cuacanya cerah. melihat tanah Jawa membuat kita teringat tentang dongeng tentang sebuah negeri di Awan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bukan Awannya, Bukan Airnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bukan karena indahnya gunung di waktu petang yang puncaknya mengagumkan karena diselimuti manja awan-awan tipis. Awan-awan seolah-olah enggan, seakan-akan ingin: merangkul puncak gunung yang terlihat olehku melalui kaca jendela mobil yang sedang melaju kencang, namun terasa terbang manja bagaikan layangan yang enggan menerima hembusan agin padahal dia membutuhkannya sebagai penyangga agar tetap melayang, agar tetap terlihat elok. Mobil kurasa terbang manja meski beberapa penumpangnya memegang dada karena supirnya menginjak pedal gas seakan tak waras, sedang bersiul-siul pula mengikuti alunan irama yang diputarnya melalui mp tiga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ya Allah, kau kirimkan sakit gigi yang begitu nyeri selama tiga puluh hari tanpa henti hamba dapat amini. Tapi meninggalkan kenangan pulang dari Pidie menumpang angkutan bus mini bewarna merah, hamba tak mampu. Allah, hamba tak kuasa. Hati hamba lemah, lemah karena kau kuatkan selalu ingatan hamba saat ketika jantung hamba seakan melompat ke lantai tempat taruh kaki, badan hamba seketika menggigil semua. Rasanya semua molekol yang menyusun tubuh hamba meleleh bagaikan gunung garam yang disapu gelombang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat mobil hendak berangkat, aku menawarkannya buku Kahlil Gibran. Bagiku buku itu indah sekali, benar-benar menyentuh rasa. Bahkan telah lusuh karena telah berulangkali kukhatami. Dia mengambil buku itu, mencoba membaca beberapa paragraphnya. Lalu dikembalikannya padaku. "Tidak memahami, saya" katanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku tidak pernah tertarik untuk menafsirkan ucapannya. Akalku lumpuh dan hanya kalimat ucapannya kuangkat di atas kepala, kuisi di atas nampan, kubungkus kain sutera, kutaruh di atas kepala, kubawa ke mana-mana hingga nanti aku mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Baru hampir sepuluh tahun kemudian aku dapat mencerna makna kalimat ucapannya. Memang puisi sulit dipahami banyak orang kecuali yang sedang mabuk kepayang dilanda asmara dipanah cinta. Memahami maknanya malah hanya menambah luka, memperparah keadaanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Terus-terang sangat ingin aku mengetahui kabar tentang dirimu, bagaimana keadaanmu? Apakah kamu sudah menjadi guru Bahasa Inggris? Mengajar di mana? Apa kabar suamimu? Apakah dia sudah naik pangkat? Bagaimana-anak-anakmu? Ah, menyebut yang terakhir aku jadi malu pada masyarakat. Untuk apa mengurus anak orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tahukah kamu hingga hari ini dan bahkan besok cintaku padamu takkan mungkin sedikitpun berkurang. Tahukah kamu hari-hariku melihatmu adalah kenyataan terindah dalam hidupku. Tahukah kamu memandang atap rumahmu dari atas bukit yang kulintasi untuk pergi memancing ikan di sungai Peusangan kenikmatannya takkan dapat digantikan dengan seribu milyar bintang-bintang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Mencintaimu sampai besar anak-cucumu nanti memang terlihat tidak relistis. Namun bukankah sejak big-bang semuanya tak ada yang real.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku berhayal ketika kamu tua nanti, suamimu telah mati, anak-anakmu telah pada pulang ke rumah mertuanya, aku, di kamar depan rumahmu yang setiap lebaran selalu kukunjungi saat kita lajang dulu, memelukmu setiap saat. Duhai Tuhan. Inilah jalan paling indah nagi hamba menanti detik-derik kematuan. Menyandarkan kepala pada bahu yang kepalanya jatuh ke bahuku saat aku menatap puncak gunung yang diselimuti awan tipis bewarna putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat kepalanya jatuh kebahuku aku bergetar dan menggigil, kukira karena awan yang menyapa ujung bukit, kukira karena jernih air sungai Batee Iliek yang berkelok-kelok alirannya karena menabrak kencang batu-batu yang sangat banyak jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bukan awannya, bukan airnya. Tapi aliran darahmu yang membuat darahku mengalir tak pasti. Dan betapa menyenangkan suatu hari nanti bisa kembali merasakan aliran darahmu dengan aliran darahku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Raihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Banyak momen-momen singkat yang terjadi meski sebertar dan sering tanpa direncana memberi kesan luarbiasa sepanjang sisa nafas. Maka beruntunglah bila momen itu adalah pengalaman yang menyenangkan karena setiap kali dikenang akan selalu memberi senang meski di sebarang waktu dan ruang. Teruk sangat bagi sesiapa yang menemukan momen tidak menyenagkan karena setiap kali dia punya kenangan kembali, setiap kali kesengsaraan kembali dan senantiasa menyesakkan hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Maka mana-mana di antara dua kenangan rasa itu yang lebih tinggi, pada itulah nasib hidupnya bergantung. Bila momen bahagia yang paling berkesan, maka meski hidup senantiasa diliputi sengsara setiap kenangan bahagia itu kembali maka menjadi bahagialah dia. Maka meski sepanjang sisa hidup bahagia, namun momen rasa yang paling mengesankannya adalah duka, maka selamanya hidup sengsara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Terakhir kali aku melihatnya waktu aku sedang duduk di depan sebuah meja di dalam sebuah warung kopi. Aku beristirahat melepas lelah. Dia terlihat lebih tinggi, tidak sekurus dulu, kulitnya yang putih terlihat semakin bercahaya. Aku melihat dia mengailkan salah satu ujung segi jilbabnya yang bewarna seperti papaya masak pada sanggul rambutnya yang tertutup. Kalau zebra bewarna hitam-putih, maka warna baju yang dia kenakan hari itu juga dua warna seperti motif zebra, yaitu putih - merah jambu. Dua orang temannya yang mengapitnya juga dapat di golongkan punya kecantikan di level teratas masih jauh ketinggalan kalau dibandingkan kecantikan wanita yang telah membuatku gila sepanjang masa itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Waktu itu wajahnya begitu agung, dia begitu mempesona. Tiada sesiapa manusia yang mampu mengalahkan kecantikannya. Dia berjalan diantara kerumunan orang banyak di pasar, namun terlihat dia seperti wanita agung yang kecantikannya jauh mengalahkan para bidadari. Bidadari bekerja untuk mencuci kakinya. Tidak ada bahasa yang sanggup menampung keagungannya. Kecantikannya membuat segala rasaku tunduk sehingga aku rela menderita, patah hati dan merana karena tahu bahwa keagungan wajahnya tak mampu ditampung segala rasaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku melihatnya masuk ke sebauh toko pakaian yang sarat pengunjung. Kemudian dia hilang di antara orang-orang. Dan sejak itulah aku tidak melihatnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Saat terakhir melihatnya aku tidak sempat berfikir tentang Ferry yang apakah sudah melamarnya ketika itu. Apakah pemuda itu begitu cinta pada jantung hatiku. Aku tak sempat berfikir bagamana caranya dia mendekati calon mertuanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Terus terang aku tidak mengenal pemuda itu. Seyakinnya guru Metematika satu tambah satu samadengan dua, seyakin itulah aku bahwa perasaan Ferry padanya tidak ada apa-apanya dibandingkan rasaku pada cinta sejatiku itu. Bukti utama cinta itu tidak agung adalah dia menikahinya. Dia menawarkan bidadariku sebagai tukang tanak nasi untuknya setiap hari. Dia menjadikan cahaya mataku sebagai tukang cuci baju-bajunya yang penuh daki, setiap hari pula. Dia menghinakan cintaku yang agung dengan menjadikannya luluh dengan merawat anak-anaknya. Anak-anaknya adalah bagian di antara makhluk Tuhan yang paling membuatku teriris. Mereka adalah campuran paling larut antara cinta dan cemburuku.***Saat itu aku terlambat datang ke masjid untuk shalat, aku segera shalat sendiri dengan mengumandangkan iqamah dengan bunyi sampai telingaku saja. Ini menuruti hadits Nabi yang menyatakan bahwa apabila seseorang tiba di masjid dengan niat untuk shalat berjamaah bersama iman namun dia menemukan jamaah telah usai salam, maka bila dia segera shalat akan dianggap turut berjamaah juga. Tentunya dengan catatan sedang sendiri saja sehingga tidak bisa membuat jamaah yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tahu yang kutahu maka setelah beberapa saat aku bertakbir seseorang memukul pelan pundakku. Itu isyarat dia ingin menjadikanku imamnya dalam shalat ini. Saat salam aku menoleh kebelakang dan menyalami satu-satunya makmumku itu. Saat telapak tangan kanan kami sedang bertemu sempat kulirik tanda pengenal di dadanya: FERRY.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku tahu nama itu adalah nama orang yang menjadikan bidadariku sebagai budak tukang cucinya beberapa bulan sebelum pernikahan mereka. Rizal, temanku sejak kecillah yang mengatakannya. Katanya dia adalah Provost Polres Bireuen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Di lengan pemuda yang sedang kusalami ini berikat rapi karet warna biru tua bertuliskan PROV.&amp;nbsp; Saat ini sadarlah aku bahwa dimatanya cintaku yang agung tak ada apa-apa dibandingkan pistol yang disangkutkan di dalam sarung pada pinggangnya. Aku tahu bahwa seragamnya sanggup membunuh sejuta cinta yang lebih indah dari bulan purnama. Aku tidak keliru ketika memikirkan bahwa gajinya yang dua juta rupiah sebulan sanggup merobohkan istana cinta yang telah kubina di dalam rasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Dia senyum sedetik setelah tangan kami saling melepaskan. Oh betapa kesenangannya mendapatkan cintaku tidak ada apa-apanya dibandingkan penderitaanku. Aku tersiksa. Menahan cinta begitu sakit, sakit sekali. Apa lagi ini akan terus-mererus kualami sampai mati. Aku tidak sanggup, aku tak tahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kali ini aku baru sadar kenapa seua orang mati-matian berjuang untuk mendapatkan cinta pertamanya yang merupakan cinta sejati. Kini kusadira bahwa mereka rela mati karena tahu tidak akan sanggup menghabiskan sisa hidup dalam penderitaan karena memelihara rindu yang luar biasa, mereka tak mampu menahan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Zaman dahulu orang harus menerima bahwa tenda biru adalah akhir segalanya. Kini masa telah berubah, ada secercah harapan untuk mengobati hati yang hancur, jiwa yang remuk-redam. Di tv artis suka bercerai. Penyakit ini mewabah pada masyrakat awam. Setdaknya penyakit mereka bisa menjadi penawar bagi rasa rindu yang benar-benar telah menjerat diriku. Mudah-mudahan saja ini segera menggejala pada keluarga mereka dan rumah tangga mereka segera bubar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Meskipun dia awalnya akan menolak kawin lagi dengan alasan ingin fokus merawat-anak anaknya, aku akan berusaha meyakinkannya akan mencintai anak-anaknya sebagaimana anakku sendiri. Besar keyakinanku dia dapat mempercayainya. Aku tidak masalah walaupun dia telah tua dan renta, meski wajahnya telah keriput. Setidaknya untuk sejenak menjelang detik-detik kematian, aku dapat merasakan detak jantung yang ada dalam dada tua itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ketika kusadari betapa kecilnya kemungkinan itu, aku kembali berduka. Hampir tidak ada celah untuk kemungkinan peceraian pada keluarga mapan dengan jaminan gaji dua juta rupiah setiap bulan. Lagi pula hampir tidak ada pegawai negeri yang bercerai. menemukan kenyataan itu membuatku kembali menguburkan harapan. Dengan sangat tersiksa kembali aku harus hidup dalam kesengsaraan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Karena itu aku sering mengharapkan kematian segera datang agar hilang semua derita. Karena tak dapat menjamin kerinduan akan hilang kalaupun aku telah tidur sendiri di dalam kubur, aku jadi tidak menaruh harapan akan segeranya kematian. Bila menduga bahkan di alam barzakh kerinduan malah menjadi semakin besar, aku mulai takut dengan kata-kata kematian. Allah, kasihanilah aku: Sakit di jantung, hangus di dalam dada; Batapa menderitanya hamba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Na nyawoeng lon lam dada gata. Nyan nyang hana gata teupeu, hai Adoe. Ada nyawa saya dalam dadamu, itu yang tak kau tau, duhai Dinda. Ketika kau membalas sepucuk surat dariku. Surat itu memang kusadari redaksi permintaanku yang memaksamu menuliskannya. Di sana kau katakan "Jangan menangis karena cinta, menangislah karena Allah".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kalau nantinya aku menjadi orang gila--meski belakangan telah banyak orang menyebutku gila--maka itu semata-mata karena patah hatiku. Alasan lainnya sebagai pendukung mungkin karena gilanya diriku mempelajari semantik dan filsafat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Raihan, sampai matipun aku tak akan bisa melupakan saat pertama aku melihat wajahmu. Di mana? Tepat di bawah gapura meunasah desa Seuneubok Aceh. Hari itu hari selasa, waktunya jam tiga sore. Cuacanya saat itu terik sangat, matahari menyengat kulit dan ubun-ubun. Saking panasnya sapi malas merumput. Begitu panasnya, itik enggan menyingkir dari waduk. Meski begitu, Raihanku, detik pertama aku melihat wajahmu yang tak akan bisa kulupakan meski aku telah masuk ke dalam kubur, meski dunia ini telah diganti dunia lain. Pandangan, rasa dan semua kesadaranku menempatkanku pada alam yang teduh, pohon yang rindang, rerumputan yang hijau, udara yang sejuk. Detik pertama itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kuingat bajumu garis-garis putih-merah. Baju kurung. Sepedamu bewarna cokelat kau lesatkan melintasi gapura. Ketika itu kau tak sadar sejak saat itu ruhku mulai mengikutimu sampai dunia kiamat. Kuduga kau datang dari surga, kukira kau lari dari istana sana karena lari sebab tak ingin lagi dilayani para bidadari yang membosankan itu. Sejak saat itu, duhai segalaku... tak ada kata-kata dari literatur manapun, baik yang telah usang maupun yang masih ada dalam rahim benak para pujangga yang bisa kupinjam untuk melambangkan rasaku padamu. Aku gembira bersama siksa. Berat terasa olehku cinta ini. Tapi aku, kesadaran terdalamku, telah telah bersumpah untuk menambatkan hati pada kamu saja, selamanya meski senantiasa dalam duka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Di surga nanti, aku tak ingin menjadi raja atau pangerannya para bidadari, aku ingin menjadi hamba dan budakmu saja. Kekal abadi mengelap tapak kakimu, duhai bahagia tak terkira. Siang malam aku memikirkanmu, pagi dan petang aku merindui. Tak layakkah itu sebagai imbalan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Allah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Susu atau Kamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Aku tidak bisa hidup tanpa susu kental manis. Pagi-pagi aku sudah duduk manis. Menikmati segelas susu panas yang sering kusebut SP. Singkatan itu memang membingungkan para pedagang minumuan karena tiga alasan. Pertama: karena istilah itu dariku, kedua; karena hanya aku saja yang memakai istilah itu, dan, ketiga; tidak ada yang sudi memungut istilah itu meski telah lama berganti waktu.Kebiasaan minum susu barulah berawal punya waktu sejak beberapa minggu di Jakarta aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Waktu di Aceh, aku tidak bisa melepaskan diri dari yang namanya kopi. Segelas kopi kental, sebatang samsu. Duh, dunia serasa milikku. Aku dan seluruh jiwaku merasa Tuhan menghimpun segala kenikmatan langit ke dalam sebatang samsu; semua kenikmatan bumi larut ke dalam kopi. Langit dan bumi beserta segala kenikmatannya hanya seharga tiga ribu rupiah saja. Di sini, di Jakarta, aku sudah sangat menikmati susu. Setiap munum susu aku menikmatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun belakangan, terasa ada yang sangat nikmat, hingga membuat susu yang sedang kunikmati kehilangan rasa. Namun karena rasanya rasa nikmat yang melebihi susu itu dekat-dekat saja dari tempat aku minum susu. Jadi aku tetap terus minim susu meski aku tau yang sedang kunikmati bukan rasa susu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi tak apa, biar nanti kalau aku sudah berani akan kutanyakan pada si hitam manis penjual susu kental manis, apakah aku menikmati manis susu atau manis wajahmu. Aku akan merenung kembali, kalau memang yang kunikmati itu adalah wajah si hitam manis, aku harus mempertimbangkan beralih dari susu kental manis ke susu si hitam manis. (cat: kalimat terakhir hanya boleh dibaca usia: +18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Tempat Jatuh Air Matamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tempat jatuh air matamu lebih indah dari tempat jatuh manimu, kata Abu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maaf kalau kata-kata Abu agak kotor menurut kamu. Tapi Abu terpaksa berkata begitu karena kamu telah terlalu tidak memahami apa yang telah Abu katakan pada kesempatan yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Waktu itu, Abu mengatakan hidup ini dibangun oleh jaringan cinta. Kita mencintai seseorang. Pasti seorang yang kita cintai itu mencintai orang lain! Orang lain yang kita cintai itu pasti mencintai orang yang lain lagi. Demikian sehingga tidak ada manusia yang menikah dengan cinta sejatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Klimaksnya terjadi ketika kesempatan, yang hanya terjadi sekali seumur hidup, saat diberi kesempatan menikahi cinta sajati: kita menolak. Kenapa ini kita pilih? Karena nurani kita menolak air mata itu bersatu dengan air mani.&amp;nbsp; Tempat jatuhnya air mata yang menjadi perlambangan cinta sejati dan kesucian tak boleh dikotori air mani yang menjadi perlambangan syahwat dan nafsu. Tempat jatuh air mata itu adalah cinta sejati, tempat jatuh mani adalah distorsi. Cinta tak dapat didistorsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi di sinilah keseimbangan diwujudkan Tuhan. Menikahi lawan jenis yang bukan cinta sejati adalah bukti cinta sejati. Cinta bukan untuk dimiliki, cinta tidak mau berurusan dengan persoalan sepele seperti kasur dan dapur. Cinta sejati tak bisa dilambangkan dengan sesuatu apapun. Air mata hanyalah perlambangan tertinggi yang mampu diungkapkan badan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Semua semangat akan berhenti pada ejakulasi. Cinta sejati akan terdistorsi bila bersamanya ejakulasi. Demikian penjelasan yang mampu Abu ungkapkan dengan bahasa. Dan dalam hakikatnya bahasa adalah distorsi. Demikian kenapa Abu mengatakan: Tempat jatuh Air matamu lebih mulia dari tempat jatuh manimu. Kalau bahasa yang Abu pakai agak kasar dan kurang berkenan, maafkanlah. Abu sudah berusaha sehalus mungkin. Tapi bahasa memang terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Filsuf Berjalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Karena belum ada aktivitas yang lebih ideal untuk menjadi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;seorang filsuf yang bijak selain dengan berjualan keliling, &lt;br /&gt;maka kuputuskan untuk tidak mengganti pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Mubarak Emirates&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kulitnya putih langsat. Tingginya lebih seratus tujuh puluh. Beratnya tidah lebih tujuh lima. Hidungnya mancung. Alisnya tebal. Bulu matanya lentik tanpa celak. Bola matanya hitam, hitam pekat. Rambutnya hitam pekat, lurus sangat, super tebal. Kita rangkumkan ciri-ciri itu dalam sebuah simbol kata: 'wanita cantik'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Suara burung bersaut-sambut. Air sungainya begitu bening. Kedalamannya sulit diukur. Lebarnya lebih lima belas meter. Sebelah kiri dan kanannya ranting-ranting panjang lebat dengan daun-daun tebal bewarna hijau. Di bukit terjalnya keluar air yang bersihnya mendekati sungai alkausar. Kalau bisa terbang, terbanglah lima puluh meter. Tataplah ke bawah. Tidak ada warna terlihat selain hijau. Kita simbolkan fenomena itu dalam kata: 'alam asri'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kedua hal di atas adalah keindahan karunia Allah untuk kita semua. Sayangnya kedua hal itu tidak bisa kita miliki sekaligus. Wanita cantik tidak bisa ditemukan di alam asri. Di alam asri tidak ada wanita cantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena keterbatasan itu, beberapa di antara kita yang masih tersadarkan akan kedua keindahan itu mencoba mensiasatinya dengan memunculkan salah-satu yang tidak bisa hadir dengan mengimajinasikannya dalam imajinasi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Oleh sebab itu imajinasi tentang alam asri hanya ada dalam benak dan mimpi pemuda gurun. Sementara khayal akan wanita cantik hanya ada pada imajinasi pria tropis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalau ditanya apa isi di dalam kepala pemuda gurun maka katakan: alam tropis. Kalau ditanya apa yang meliputi isi pikiran pemuda tropis. Katakan: wanita cantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kamu hanya akan menemukan lukisan alam tropis di gurun. Kamu hanya akan menjumpai lukisan indah seorang wanita cantik di kawasan tropis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Belakangan pedagang gurun datang ke alam asri. Sampai-sampai mereka menetap. Mereka berbaur dengan dan berkawin dengan penduduk setempat. Maka dengan begitu kamu hampir dapat menemukan sebuah kesempurnaan berkat perpaduan dia keindahan tersebut. Maka cari dan temukan perpaduan keindahan itu di pelosok Pasai dan Pedir. Aku yakin kamu akan terpesona.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Belakangan orang-orang gurun mencoba mensiasati kegersangan gurun menjadi suatu tempat yang berkesan asri di kawasan tertentu. Kita tahu kalau tidak korup penguasa gurun pastilah semua makmur. Seperti Emirate Arab dan Qatar yang berbekal uang yang banyak mereka mencoba memadukan dua keindahan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maka di alam asri tertentu kini ada wanita cantik. Meski tak secanti wanita gurun, mereka punya punya keunikan yang sulit ditemukan di belahan dunia manapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Demikian di gurun kini kita dapat menemukan alam asri meski tak seindah aslinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun alam asri yang disentuh manusia akan terlihat lebih indah dari yang asli. Tapi jangan lupa wanita peranakan akan terlihat mengesankan daripada asli gurun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keempat negeri itu telah berhasil memadukan dua keindahan sehingga menjadi kesempurnaan. Semuanya indah seperti taman-taman indah yang dikunjungi wanita cantik di United Arab Emirates. Karena semuanya indah, semuanya Emirates. Selamat.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Mubarak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;. Mubarak Emirates.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Ayahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;"Setiap kenikmatan akan dimintai pertanggungjawaban"&amp;nbsp; M. Ridha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ayahku telah meninggal dan jasadnya telah dikuburkan di sebuah taman yang mulia. Meski begitu aku sadar beliau masih hidup. Tapi di mana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kulihat sebidang tanah di sawah. Lalu tanah itu tumbuh menjadi daun-daun padi, lalu dia menjadi sebutir putih di dalam padi. Setelah sebutir nasi kutelah, kusadar ayahku selalu bersamaku. Dia berada dalam jantung dan nadiki. Selalu bersamaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adalah tanggungjawabku menjadi orang yang sesuai dengan mimpi dan cita-cita ayah karena semua milikku adalah darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Jauh di Hati Dekat di Jemuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Secara keseluruhan aura kecantikannya menunjukkan dia adalah orang Sunda. Inner beautynya menampilkan aura Minang yang membuat hati teduh. Seputaran mata dan sinar bola matanya mengabarkan dia orang Aceh.Manis bibirnya, apalagi saat dia tersenyum mengingatkanku pada seorang gadis Jawa yang luarbiasa membakar seluruh isi batok kepalaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Sore-sore aku suka duduk-duduk di serambi asrama PII Wati. Bukan ingin menunggui gadis-gadis PII yang jelek-jelek, namun aku ingin memandangi, atau lebih tepatnya curi-curi pandang perempuan bermata Aceh dan berbibir Jawa itu. Dia suka duduk-duduk manis bersama ibu-ibu penghuni Mentra 58 di depan Masjid yang berdiri tegak mirip bangunan gereja. Kalau dia sedang lewat di depan asrama PII Wati, aku suka tertegun persis pemain sepak bola yang sedang mengheningkan cipta. Saat itulah mataku semakin tajam mengamatinya. Sambil mataku tajam, hatiku melakukan "tugas sucinya": menimbang-nimbang rasa. Aduhai manisnya dia. Aduhai. Ingin aku "mencicipinya." Astaughfirullah Al'adhim. Tapi aku benar menyukainya. Mungkin aku mencintainya. Tapi ini cinta terlarang, benar-benar terlarang. Bagaimana tidak, dia sedang hamil tua! Lagi pula itu adalah hamil yang kedua. Anak Sulungnya perempuan. Usianya kira-kira tiga tahun. Suaminya lebih jelek dariku. Aku ingin dekat dengannya. tapi mustahil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Suatu sore setelah mandi dan menjemur pakaian di tempat jemuran umum warga Mentra 58, aku duduk-duduk di tempat biasa, serambi Asrama PII wati. Beberapa saat kemudian dia, si cantik itu, si mata Aceh dan bibir Jawa itu datang menghampiri jemuran. Lalu dia menjemur beberapa pakaiannya dekat pakaian yang baru kujemur tadi. Aku terus menikmati pesona kecantikannya. Dia terlihat sangat cantik saat menjemur pakaian. Untuk kesekian kalinya, Kawan, kukatatan padamu: Aku ingin memilikinya; aku ingin selalu dekat dengannya. Saat dia menghilang dari hadapanku, aku terus memandangi jemuran-jemuran itu. Tiba -tiba aku tersadar akan sesuatu. Aku sadar bahwa meski mustahil aku memilikinya dan mustahil pula aku dekat dengannya, aku sadar bahwa meski badan kami selalu berpisah, namun pakaian kami selalu dekat. Aku dan dia suka menjemur pakaian di tempat yang sama. Jadi setiap hari pakaian kami berdekatan. Bahkan, CD-ku pun selalu sering sangat bedekatan, atau bahkan sampai-sampai kadang-kadang punyaku itu dan punyanya berdempeten dan saling himpit-himpitan. Semua memaklumi alasannya karena semua tau kondisi hidup orang miskin di Jakarta: Jangankan untuk menjemur pakaian, untuk memakamkan orang yang paling dicintai-pun tidak ada tempat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Sambil terkesima memandang jemuranku dan jemurannya, aku berkata tanpa sadar, pelan, hanya angin, aku, Tuhan dan janin dalam perutnya yang mendengar: "Sayang, meski raga kita selalu berjauhan, namun pakaian kita selalu dekat." Meskipun pakaian kami selalu dekat, tapi aku tidak boleh bermain hati dengan istri orang yang telah hamil tua. Meskipun aku mau! Hatiku dan hatinya harus jauh. Tak apalah, jauh di hati dekat di jemuran.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Tiba-tiba kudengar suara cemburu bercampur marah mencercaku: "Kurang ajar, awas kau. Tunggu aku di situ, di Bumi itu, sebentar lagi." Saat kutahu suara itu berasal dari dalam perut wanita jemuran pujaan hatiku itu, aku tertawa dalam hati. Hatiku berkata setelah tertawa: Ah, empat bulan yang lalu waktu aku tiba di Mentra 58, kukira usia kandungannya sembilan bulan. Namun kini ukuran perutnya masih sama seperti dulu: Dia belum melahirkan. Aku jadi bingung dan menduga-duga usia janin orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;Astaughfirullah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Jatuh Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;"Abu, aku ingin engkau hidup bahagia sebagaimana orang-orang. Tapi syarat untuk itu orang-orang harus dengan bercinta-cinta. Untuk bercinta-cinta orang-orang terlebih dahulu harus jatuh cinta. Masalahnya aku tidak sanggup melihat bila Abu harus kecawa lagi dan kembali sengsara karena kegagalan cinta" kata kawanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Aku sudah pernah terjatuh, dari tempat yang sangat tinggi. Dari puncaknya. Sungguh sakit, sangat sakit. Jadi tak perlu kau pedulikan jatuhku yang kedua kali. Aku akan sanggup. Aku sudah siap." jawabku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lalu aku duduk sendiri. Berfikir. Merenung.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Apa yang harus kulakukan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;tanyaku dalam hati. Kemudian terngiang dalam kepala suara kawan:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Peu èk nã sö têm...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ah, dia lagi. Rusak...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi yang lebih kurisaukan uangku tak ada. Di mana-mana tak ada seorang ibupun yang mau melepaskan anak gadisnya pada laki-laki pengangguran. "Makan apa anak saya" adalah perkataan paling familiar di telinga pemuda pengangguran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tak apa, lah. Kusebut saja diriku penyair (sebagai usaha menghindari stigmatisasi pengangguran ke jidad ku). Jadi penyair biar miskin harta tapi kaya jiwa.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Jiwaku lebih berharga dari pada harta Qarun, lebih megah daripada Haikal Sulaiman,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;aku mencoba menenangkan diri. Harus bisa, karena ke rumah sakit jiwa butuh biaya. Hahaha...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Penjual Rambutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Seorang pedagang rambutan dengan sepeda motor penuh rambutan sudah duluan berteriak sebelum motornya berhenti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;em&gt;Lhé&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;bôh siplôh...Lhé&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;boh siplôh...Lhé&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;boh siplôh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Para calon pembeli satu-persatu mendekati motornya. Rambutan lebat menetupu separo bagian belakang motor dijual tiga ikat sepuluh ribu rupiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;em&gt;I jamin maméh. Meunyoe hana maméh, peugisa keunoe. Lhé&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kali lipat lông pulang péng&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;." Penjual rambutan ini aneh juga. Dia mengungkapkan pernyataan yang samasekali tidak logis. Bagaimana kita bisa mencicip rambutan itu sedangkan kita sedang berpuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mungkin sadar ada masalah dengan ungkapannya tadi, dia mengobral kembali rambutan jualannya yang merah-merah itu dengan pernyataan yang sedikit direvisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;em&gt;Lhé&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;böh siplôh. Jeut powoe jû. Yû&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;rasa bak aneuk mît beu bagah. Nyoe hana maméh peu gisa jû&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;keunô&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;beu bagah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;." Kukira pernyataan itu tetap saja ganjil. Dan kulihat gelagat Penjual Rambutan masih merasa ada yang&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;aneh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;dengan pernyataan yang dia ucapkan tadi. Kukira Penjual Rambutan lebih mengarahkan makna 'aneuk mît' di rumah dengan istri para calon pembeli rambutannya yang mungkin tidak berpuasa karena alasan kewanitaan. Sebab tidak mungkin pada anak-anak diminta menilai rasa sebuah rambutan. Notabenenya anak-anak menilai segala sesuatu sesuai moodnya, bukan kenyataannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena mungkin di antara para calon pembeli rambutan yang menangkap makna terdalam kata 'aneuk mît' itu, maka salah seorang calon pembeli berkata: "Eungkôh gisa manteng hansep keu yûm lhé bôh ikat bôh ramböt."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Teunang mantèng, lhé gé yum bôh ramböt tagantö péng meunyö masam" langsung disambut Penjual Rambutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;em&gt;Emmm, bék sampe lagé&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ta yeuh bôh kuyûn.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;" sela salah seorang calon pembeli. Aku tertawa dalam hati sejadi-jadinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "&lt;em&gt;Bôh pané&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ta teumé&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;peu gisâ&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;teuman, gôlôm tröh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;û&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;reumôh ka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ı&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;yûp seureuné.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;" salah seorang calon pembeli melepas suara ke udara bebas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Ken masalah pûlang péng, han ek ta pûlang balek beuleun-beuleun puwasa".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menyadari begitu benarnya pertataan calon pembeli tua itu, aku berkata kepada sidang calon pembeli rambutan yang semakin padat dan semakin berdesak-desakan saja: "&lt;em&gt;Mangat ta pîp bôh kuyûn" 'bôh kuyûn'&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kumaksud adalah lebih baik makan rambtan asam daripada bersudah payah kembali ke pasar mengembalikan rabutan itu kalaupun rasanya asam. Hadirin lepas serentak.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Berhenti Membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bila sedang membaca tiba-tiba ide datang, saya berhenti membaca lalu menulis. Saat sedang menulis kehabisan ide, saya tidak langsung membaca; saya memilih berjalan-jalan di taman atau melakukan kegiatan-kegiatan yang ringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Bagi Perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tidak ada apapun yang paling berharga bagi seorang perempuan kecuali seorang suami. Tidak ada pekerjaan yang paling baik selama langit dan bumi ini masih ada, bagi perempuan, selain mengurus dan membesarkan anak-anak mereka. Tidak ada sesuatu hal apapun di dunia ini yang bisa menjaga ketinggian martabat wanita selain melayani suami dan anak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Peusangan mampu menghasilkan buah-buahan paling beraneka ragam. Dari rahim-nya wanita-wanita paling cantik se-Asia Tenggara lahir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Laknat dan murka Tuhan ketika perempuan bergentayangan siang dan malam di tempat-tempat keramaian. Murka kutemukan ketika kulihat gadis-gadis kampus Al-Muslim yang setiap hari berdandan seperti pengantin di Prancis. Mereka berjalan seperti peraga pakaian di Milan di tengah-tengan keramaian pasar Matanggumpangdua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semoga kebangkitan Al-Muslim menjadi pintu hidayah dengan ilmu yang melimpah bagi Matanggulpangdua dan Bireuen, bukan malah menjadi ajang ikhtilat yang nantinya membuat Allah marah dan melaknat semua warga Peusangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semoga rahmat melimpah selamanya bagi Peusangan pagi dan petang seperti melimpahnya buah-buahan yang dibawa turun dari berbagai pelokok sepiap pagi dan petang hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semoga karunia selalu diberi bagi para pemegang amanah hajat hidup orang banyak yang dari Matang agar mereka menjadi abdi warga kecintaan Allah bukan sebagai pencipta petaka yang nantinya membuat Tanah ini binasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semoga semua warganya dalam lindungan iman dan diberi kesejahteraan selamanya. Semoga semua anak-anaknya dapat menjadi pengendali Negara yang adil dan amanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semuga selalu diberi semangat dan etorkerja baik bagi laki-lakinya semuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semoga semua wanitanya dapat menjadi tiang Negara yang senantiasa sedia melayani keluarganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #1c2a47; font-size: 11pt;"&gt;Berhenti Membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bila sedang membaca tiba-tiba ide datang, saya berhenti membaca lalu menulis. Saat sedang menulis kehabisan ide, saya tidak langsung membaca; saya memilih berjalan-jalan di taman atau melakukan kegiatan-kegiatan yang ringan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Nuklir untuk Cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;﻿&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Perjalanan ke "markas" Badan Tenaga Nuklir terlalu sulit. Sampai ke pemberhentian terakhir angkutan "P20 Kopaja", jalan kaki lagi kira-kira 500m. Tempatnya terlalu bersih seperti markas militer, tapi rindang seperti kampus. Satpamnya terlalu tegas seperti Brimob. Para pegawainya semua orang ilmu pasti. Logikanya pasti, meski bagi kamu para aktivis yang nitabenenya ilmu Sosial, agak aneh. Misalnya uang transpor mereka berikan pada saat registrasi. Saya berfikir apa mereka tidak khawatir para peserta akan berhilangan sebelum acara usai. Tapi begitulah orang ilmu pasti, cara berfikirnyapun pasti. Mereka menanggung pastinya pemberian dana transpor maka peserta terjamin, jadi peserta akan loyal. Saya kira juga karena mereka berfikir para peserta akan menganggap penting seluruh rangkaian acara, makanya mereka berani memberikan dana transpor di muka. Mereka memberikan bukti bukan janji. Inilah yang diidam-idamkan oleh kami para peserta dan seperti inilah pemerintah harapan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ruangannya sederhana dan menunjukkan gaya lama: AC lama, podium lama, tapi semuanya masih layak pakai. Mereka persis seperti orang militer: ditanggung seadanya oleh pemerintah, namun loyalitas mereka tinggi.Jadi mereka tidak pernah mengeluh dan meminta infrastuktur baru. Mereka, seperti TNI juga, menjaga aset pemberian pemerintah yang sebenarnya milik rakyat, dengan sangat baik, merawatnya dengan cinta. Nasib mereka yang abai dari perhatian serius pemerintah, seperti kata seorang peserta, karena memang pemerintah tidak menjadikan nuklir sebagai prioritas. "Segalanya tergantung political will pemerintah" katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang peserta mengkritik bangsa Indonesia yang dengan mudah mengadopsi segala istilah dan nama-nama asing secara langsung tanpa mau ambil pusing memberikan nama baru yang mencirikan keindonesiaan. "Kanapa kita tidak mengganti nama 'nuklir' dengan istilah-istilah domestik" kritiknya. Dia mengusulkan itu, misalnya, sebab istilah 'nuklir' memang sudah negatif dalam pikiran masyarakat. Masyarakat mengidentikkan 'nuklir' sebagai bom pemusnah massa, perang dan anti perdamaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Padahal nuklir adalah energi yang sama seperti minyak dan gas yang dapat memsolusikan sejuta persoalan masyarakat. Dengan nulir kita bisa menciptakan seribu obat, sejuta anti biotik, semilyar energi alternatif dan trilyunan kepentingan kemanusiaan lainnya. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir adalah solusi tepat terhadap krisis listrik yang tidak pernah selesai dihadapi bangsa ini.Jangankan menjadikan nuklir sebagai prioritas, pemerintah, menjadikan nuklir sebagai sumber energi alternatif pun tidak. Pemerintah menganggap Indonesia masih punya banyak cadangan migas sebagai energi masa depan masih mencukupi. Saya pikir ini keliru. Sangat keliru! Buktinya krisis listrik yang selama ini kita hadapi adalah buktinya. Akibatnya, pengusaha asing enggan serius berinfestasi di Indonesia sebab takut rugi karena pasokan listrik dari PLN tidak pernah menjanjikan. Investor akan rugi besar bila satu detik saja mesin produksi berhenti. Mereka tidak mau rugi dengan terus-terusan menghidupkan turbin atau generator pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Persoalan energi listrik yang tak kunjung usai membuat saya teringat dengan kecerdasan otak yang Allah Swt berikan pada saya (Harap pembaca tidak mencibiri, karena memang cecak di dinding beserta kabel-kabel listik di atas loteng telah mencibir saya terlebih dahulu). Waktu S1 dulu saya membuat sebuah tender "Nuclear for Love" untuk mata kuliah "Business English." Isinya menyangkut proyek kerjasama nuklir antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Iran. Kerjasama ini memungkinkan melihat status Otonomi Khusus yang dimiliki Aceh memposisikannya hampir sama persis seperti sebuah Negara Bagian di negara yang menganut sistem Federasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Reaktor pusatnya terletak di Aceh Tengah. Reaktor ini mampu memenuhi kebutuhan energi listrik bagi seluruh elemen, mulai dari industi besar hingga gardu-gardu desa. Kerjasama ini mudah dijalankan mengingat kedekatan emosional Aceh denga Iran terjalin melalui Islam dan kontribusi Persia di masa lampau bagi kemajuan Samudra Pasai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kerjasama ini juga menguntungkan Iran dengan dapat menjadikan dunia tidak lagi curiga dan tidak lagi menganggap Iran akan melakukan pengayaan uranium untuk menciptakan bom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dosen menanyakan sistem pengamanan reaktor. Saya menjawab Aceh menangani persoalan kemanan melalui TNI-nya. Dosen mengusulkan tentara Iran menjadi pengamanan dengan alasan tentara Iran terkenan kuat dan kompeten. Saya menolak sebab operasinya di Indonesia dan TNI harus membuktikan mampu menjaga wilayahnya. Teman-teman sepakat. Dosen murung, artinya belum menerima. Saya katakan kalau tidak dipakai sebaga pengamanan TNI akan membuat intrik-agitasi dan sabotase. Dosen tersenyum, artinya menerima. Nilai saya 'A'. Alhamdulillah, padayal saya baru masuk dua kali mata kuliah tersebut. Dosen tiga kali. Hahaha, Universitas Abulyatama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Pembicara kedua berbeda pendapat dengan yang pertama. Dia menawarkan agar tidak ambil pusing mengenai urusan istilah. Katanya, yang penting kita harus melakukan penerangan yang intens kepada masyarakat agar pencitraan terhadap nuklir tidak lagi negatif. "Semua kalangan harus dilibatkan, termasuk ulama. Bila perlu kita bentuk 'ulama nuklir' atau 'da'i nuklir' untuk mensoaialisasikan ini" katanya. Dia menambahkan "Kita harus mampu melawan pencitraan buruk atas 'nuklir' oleh Barat. Barat memang sengaja melakukan itu karena tidak ingin negara-negara yang anti padanya menjadi ancaman dan maunya mereka negara-negara yang tidak mengekornya tidak boleh hidup sejahtera, bebas dan merdeka mengambangkan nuklir yang sebenarya hak semua negara yang berdaulat." Saya sepakat dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya tidak terlalu tertarik dengan paparan pemateri. Saya putuskan keluar sebentar untuk shalat zuhur. Masjid di kompleks Batan sangat indah dan nyaman. Saya melanjutkan mengaji usai shalat. "Menghabiskan waktu" lebih besar sebagai niat daripada "pahala". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Astaughfirullah Al-'Adhim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kembali dari masjid, makan siang. Menunya banyak, tapi sama sekali tidak ada rasa, tawar, hambar. "Bagi orang nuklir yang penting steril. Soal rasa belakangan" suara sumbang berbisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Usai makan, kami dibimbing dan diberikan penerangan setiap ditunjukkan benda-benda dan gambar-gambar aneh menyangkut nuklir. Uranium seperti emas, dikandung batu-batu tertentu dengan kadar-kadar tak menentu. Australia adalah salahsatu negara penghasil bahan baku uranium terbesar. Jepang, Korea dan Prancis adalah tiga dari beberapa negara yang sebagian besar kebutuhan listriknya dipenuhi dengan pembangkitan listrik tenaga nuklir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kami dibawa ke beberapa gedung untuk diperlihatkan bagaimana nuklir berperan di bidang pertanian, kedokteran dan makanan. Gedung-gedungnya terlihat sepi dan pada ruang-ruang tertentu saja anda akan menemukan satu atau dua orang yang sedang bermalas-malasan. Kondisi seperti ini memberi peluang besar untuk praktek seks terselubung antar pegawai dan perselingkuhan. Tapi mudah-mudahan tidak, meski saya saya ragu 'tidak'. Keadaan ini diakibatkan kurangnya perhatian pemerintah pada pengembangan teknologi nuklir. Mungkin inilah akibatnya para pegawai Badan Pengawasan Tenaga Nuklir di Jalan Gajah Mada kerjaannya cuma fesbukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Banyak pengetahuan baru tentang nuklir kami dapatkan setiap mengunjungi titik-titik tempat tertentu. Yang membuat tidak nyaman dan risih adalah pengawasan satpamnya yang terlalu berlebihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di bidang kedokteran, nuklir mampu berfungsi sebagai sterilisasi dan efektifitas fungsi penyatuan kulit ari-ari orok bayi untuk mempercepat penyembuhan luka dan melekatkan tulang yang patah dan kangker tulang. Kertas putih berukuran kira-kira 10 kali 10 cm dari ari-ari itu dapat menyatu dengan tulang dan daging atau kulit. "Waktu bencana merapi, kami banyak menyediakan ini bagi korban luka bakar" kata tukang penerang bidang kedokteran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nuklir dapat membunuh bakteri pada makanan yang telah dimasak sekalipun. Salah seorang Penelitinya adalah perempuan berusia 45an. Dia mempresentasikan dengan bicara cepat, namun tidak menguasai audiensinya. Saya pastikan waktu muda dia tidak pernah berorganisasi. Mungkin karena dulu terlalu sibuk dengan rumus dan kalkulator. Dia menawarkan kami untuk mencicipi pepes teri yang dapat bertahan selama dua tahun hasil karya mereka. Semua peserta tidak mau. Saya mengatakan mau karena mengetahui bahwa di masa depan produk makanan sudah yang diawetkan akan membudaya. Pertama karena perkembangan teknologi, kedua karena manusia yang semakin sibuk dan tidak sempat memasak. Keduanya berjalan beriringan dan saling menyokong. Saya ingin memakan makanan yang aneh pada hari ini namun akan menjadi kakanan biasa dan populer bagi cucu dan cicit saya di masa depan. Saya mau mencicipi pepes itu sebab tidak mau ketinggalan oleh masa cucu dan cicit saya nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nuklir dapat memproduksi bibit padi yang wangi, besar, lebih lezat dan lebih cepat waktu panennya. Teknologi ini juga mulai dikembangkan pada aneka biji-bijian lain dan aneka buah-buahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seminar nuklir itu benar-benar merubah persepsi saya mengenai nuklir. Awalnya ketika menemukan kata 'nuklir' yang tergambarkan dalam otak saya adalah untuk 'bom'. Tapi sekarang persepsi saya berubah. Ternyata nuklir adalah untuk kehidupan, nuklir adalah untuk kesehatan, nuklir untuk kemudahan, nuklir untuk cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Nuklir untuk Cinta II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Bagaikan seribu jarum beterbangan dengan kecepatan tinggi, mata-matanya yang runcing mengarah ke arahku menghujam ke dalam dadaku menusuk hatiku, begitulah seribu wanita yang pernah kukenal dalam hidupku yang mereka semua telah memilih tempatnya masing-masing di dalam memori ingatanku hingga saat ini, hingga detik ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kenangan padanya membuatku nestapa. Padahal aku ingin sekali menikmati saat-saat yang sudah lama kuidamkan yaitu menikmati perjalanan dengan bus besar dari perusahaan penyewaan bus bagi wisatawan, Blue Bird Group. Perusahaan itu memiliki ribuan taksi tarif tinggi dengan merek Blue Bird. Dia juga menyediakan taksi super mewah bernama Silver Bird dengan armada Mercy bewarna hitam. Biasanya taksi ini melayani turis asing yang menginap di hotel-hotel berbintang lima.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Selama di Jakarta kami sangat jarang naik taksi. Kami baru hanya akan naik taksi bila pulang dari suatu tempat telah larut malam karena kendaraan umum telah berhenti beroperasi. Kadang-kadang kami naik taksi bila sudah dekat dengan rumah keluarga besar PII, biar dikira mereka anak PII tidak terpuruk hidupnya. Kami selalu memilih taksi yang di kaca depannya dicantumkan: TARIF BAWAH.&amp;nbsp; Mimpi naik Blue Bird taksi selalu melintas saat naik taksi tarif bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sang Pengabul Mimpi mengabulkan mimpiku. Akupun berkesempatan naik taksi Blue Bird. Di dalam taksi itu aku merasakan sentuhan kemewahan yang jauh lebih tinggi dari yang pernah kubayangkan. Akupun mulai membayangkan bagaimana pula nikmatnya bila naik "taksi besar" bernama Big Bird. Tapi aku sadar bahwa naik bus milik Blue Bird adalah suatu keinginan yang hampir mustahil. Jadi kurubah "Big Bird" dari format 'keinginan' menjadi format 'angan-angan'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dasar, alam disusun sedemikian rupa hingga setiap apa yang muncul di benak manusia, bila dipelihara dengan baik dan terus disemai, maka alam beserta isinya akan bekonspirasi mewujudkan apa yang diangankan, diniatkan dan apa yang dicita-citakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Suatu hari saat mendorong pintu kaca gedung kampus, Nokia 9300i di sakuku berdering. Kulihat layar dapannya.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku tidak mengenal nomor ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;. Kuangkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Halo Pak, saya Tanti dari Batan..." itulah kalimat pertama yang membuat anganku menjadi nyata.Selanjutnya Tanti sering menghubungi untuk mengkoordinasikan kunjungan PII ke Batan (Badan Tenaga Atom dan Nuklir Nasional).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dua hari menjelang kunjungan, Tanti menelfon dan memberitahukan bahwa Batan telah menyewa Big Bird untuk menjemput kami. Mendengar informasi dari Tanti, tubuhku terasa seperti kapas, terbang seenaknya dibawa angin. Sekali lagi teori "The Secret" Rhonde Byrne terbukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di dalam mobil impian itu aku malah tidak merasakan kenikmatan seperti yang kubayangkan. Seribu tusukan pedang terasa menghujam ke dalam dadaku. Aku mengenang sidia, cinta sejati, cinta pertama yang begitu polos. Ternyata bila kita telah berada dipuncak kenikmatan, kerinduanlah yang hadir. Kerinduan akan masa lalu. Karena itu kusarankan bagi kita semua untuk benar-benar menghayati masa kini. Karena dia akan menjadi masa lalu yang begitu mengharu-biru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setiba di gerbang kompleks reaktor nuklir Batan di Serpong, aku harus turun menunjukkan identitas. Di sini aku mengalami kesulitan. Aku agak segan mengeluarkan dompet. Soalnya dompetku bewarna merah jambu (pink). "Wajah sangar, dompet pink" kata Aa pada kesempatan yang lain. KTPku ditukar sementara dengan kartu tanda pengunjung (kusingkat saja: KTPg). Kira-kira 500 meter masuk dari gerbang utama, kami menemukan gerbang kedua. Di gerbang kedua itu KTPg tadi ditukar dengan KTPg lainnya. Big Bird impianpun melewati gerbang kedua. 100 meter ke depan, berjumpa gerbang ke-3. Setelah kutunjukkan KTPg yang diberikan di pos gerbang kedua, aku diminta mengisi buku daftar kunjungan. Setelah buku panjang itu kuisi taksi raksasa kami diperkenankan memilih lokasi parkir di area parkir yang luas itu setelah melewati pagar ketiga. Sebelumnya saat dalam perjalanan, Tanti telah menelfon untuk kesekian kalinya. Saat itu dia memberitahukan bahwa pemeriksaan memang begitu ketat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Anggota kami berhamburan di depan pos gerbang ke-3. Satu-persatu diperkenankan masuk melalui pintu pagar kecil yang lebarnya cuma 60 meter. Setelah memasuki kompleks gedung reaktor, semuanya kompak menemukan satu posisi yang tepat untuk&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;foto bareng&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang gadis putih mulus, sangat cantik menyapaku. Aku belum melihatnya sebelumnya. Sambil mengulurkan tangan dia berkata. "Bagaimana perjalanannya, Pak? Saya Tanti..." belum selesai dia memperkenalkan diri, aku menyambut "Saya Tanti dari Batan" aku meniru kalimat awal yang selalu dia ucapkan saat menelfonku. Kuperkirakan hampir seratus kali wanita dengan tinggi 165cm di depanku saat ini menelfonku dengan tujuan yang telah kukatakan padamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gadis ini semakin cantik dengan kerudung bewarna pink dan baju kurung putih yang ia kenakan. Melihat warna kerudungnya aku terungat dompetku. Cepat-cepat aku meraba kantong belakang sebelah kanan celana menekan dompet pinkku agar dapat kupastikan tidak kelihatan. Sebelumnya kukira Tanti adalah perempuan gemuk berkulit hitam berumur kira-kira 45 dengan hidung pesek tapi kembang. Duh, kalau kutahu Tanti seperti bidadari pasri aku akan sedikit lebih genit setiap berbicara dengannya melalui HP. Kalau saja kutahu ternyata dia lebih cantik dari Syahrini, niscaya akan kuajak dia kencan meski kuyakin dia takkan mau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selanjutnya kami digiring ke ruang pertemuan. Di sana sudah menunggu seorang perempuan yang duduk di depan pintu masuk. Di atas meja di hadapannya telah tersedia buku registrasi. Satu-persatu diberikan beberapa lembar selebaran tentang profil serta kertas-kertas lainnya yang memperlihatkan keunggulan produk pertanian, kesehatan dan peternakan hasil sentuhan Batan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seperti yang terjadi pada kunjungan seminar Batan di Lebak Bulus seperti yang telah kuceritakan pada "Nuklir untuk Cinta" bagian I, Batan memang punya pola pikir berbeda.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kenapa uang saku tidak diberikan di muka bila memang kita menyediakannya agar tidak membuat tetamu was-was&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Amplop uang saku diselipkan diantara selebaran. Anehnya, ada beberapa teman yang sengaja membiarkan selebaran itu tercecer dan bahkan kukira mereka sengaja berencana meninggalkan selebaran itu untuk tidak dibawa pulang karena mereka yakin tidak akan membacanya. Untunglah mereka kembali dapat menghargai selebaran itu setelah kami beritahu ada "oleh-oleh" di dalam amplop di antara selebaran itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bersama selebaran masing-masing kami dibagikan pulper berlogo dan bertuliskan BATAN. Pita panjang dan motof bewarna pink membuatku jadi bahan tawaan. "Sangat cocok untuk kamu" kata kawan-kawan sambil menyindir warna dompetku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adalah Kepala Batan bidang Humas, Dr.Ferhat Aziz, M.Sc yang langsung menerima kami. Sepatah dua patah kata juga saling menyampaikan antara delegasi kami dengan tim Humas Batan. Sebelum menyampaikan presentasi mengenai nuklir, Dr.Ferhat menyanyakan pandangan mengenai nuklir pada beberapa orang diantara kami. Semuanya menilai nuklir secara positif. Adapun aku, mengatakan nuklir adalah untuk hidup yang lebih mudah, indah dan nyaman, nuklir untuk kehidupan yang lebih baik. "Nuklir untuk cinta" aku menutup kalimat mengenai pandanganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dari Dr.Ferhat kita tahu bahwa sebenarnya PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) &amp;nbsp;adalah PL yang paling banyak membunuh orang. Kasus bobolnya tanggul Situ Gintung, Banten adalah salah-satu dari sekian banyak kasus yang membuktikan bahwa PLTA adalah PL paling berbahaya. Saya melihat juga pembangunan tanggul untuk PL telah merusak aneka ekosistem baik di sungai maupun pinggiran sungai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Stigmatisasi negatif terhadap nuklir telah membuat masyarakat takut akan nuklir sehingga masyarakat selalu menolak PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Adalah kasus nuklir Iran yang dijadikan senjata empuk oleh negara-negara maju untuk memprovokasi warga negara berkembang agar menolak PLTN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Provokasi ini yang dilancarkan salah-satunya adalah menyebarkan fitnah dengan mengumumkan bahwa PLTN sangat berbahaya karena radiasi yang ditimbulkan. Padahal ini hanyalah berita bohong yang dikembangkan agar negara berkembang seperti Indonesia tidak memperoleh dukungan rakyat yang terprovokasi untuk membangun PLTN. Bila PLTN dibangun, maka kita akan dapat membangun banyak pabrik sehingga kita akan memproduksi banyak barang sehingga tidak perlu mengimpor lagi dari negara maju. Hal inilah yang membuat negara maju takut, takut barangnya tidak laku lagi. Makanya mereka tidak pernah lelah memprovokasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya melihat keganjalan pada kasus PLTN Fukushima, Jepang.&amp;nbsp; Dua bulan setelah Pemerintah AS bersitegang dengan Toyota, Tsunami yang berketinggian 17 meter menimpa Jepang. Tsunami Jepang 2011 dan Aceh 2004 sama-sama ganjil. Fenomene ini mengingatkanku pada film "Salt" yang dibintangi Angelina Jolie. Di sana dikisahkan bahwa Amerika Serikat mengebor tanah di beberapa kawasan di dasar laut untuk menanam bom nuklir yang bisa mereka ldeakkan kapan mereka sukan dan kapan mereka anggap perlu. Dan senjata ini dapat menyebabkan Tsunami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tsunami Jepang 2011 menyebabkan genset reaktor Nuklir Fukushima yang dekat dengan pantai terendam. Dr.Ferhat menjelaskan, pengelola reaktor di sana meletakkan genset pada ketinggian 7 meter. Posisi ini mereka anggap aman karena, meski sering terjadi tsunami, sudah ratusan tahun tidak pernah mencapai 7 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Akibat genset mati, mesin pendingin tidak bisa berfungsi sehingga terjadi panas berlebih di dalam reaktor. Akhirnya zat panas disalurkan ke sebuah rongga yang terletak di bagian atas reaktor. Kemudian ledakan terjadi karena rongga ini sudah tak mampu lagi menahan zat panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebenarnya, zat yang keluar dari reaktor yang di khawatirkan terjadi radiasi bukanlah zat yang berbahaya. Kalaupun terjadi kemungkinan radiasi, maka kasus reaktor Fukushima radiasinya tidak lebih dari kandungan radiasi yang dimiliki sebuah pisang. Pada saat makan siang, kami juga di sediakan pisang. Selesai makan banyak di antara teman-teman yang sudah mulai enggan menyentuh buah yang digemari monyet itu setelah diberitahu Dr. Ferhat bahwa pisang adalah salah-satu makanan yang memiliki kandungan radiasi tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Teman-teman dalam forum tampaknya tidak memahami betul makna radiasi. Satu hal yang mereka yakini bahwa radiasi itu buruk. Sama seperti masyarakat yang menolak kawasan mereka dibangun PLTN karena alasan takut radiasi, padahal buah yang mereka makan, HP yang mereka pakai dan TV mengandung radiasi yang sangat berbahaya sementara radiasi PLTN hanya ilusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Teman-teman juga mulai meyakini bahwa kasus Fukushima adalah propaganda Amerika agar negara-negara berkembang semakin takut membangun PLTN.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Padahal, PLTN adalah satu-satunya solusi energi di masa depan. Sungai tak ada lagi yang deras airnya; untuk energi tenaga surya, cahaya matahari tak bisa dipastikan sinarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pembodohan lainnya oleh Amerika adalah propaganda nuklir untuk dijadikan bom. Ini adalah pembodohan yang bodoh. IAEA adalah bentukan PBB untuk menangani masalah atom dan energi. Negara-negara yang ingin membangun reaktor untuk PLTN harus menandatangani surat perjanjian untuk tidak melakukan pengayaan uranium. Semua negara yang pro segala kebijakan Amerika tidak dipermasalahkan membangun PLTN asalkan menyepakati kebijakan IAEA. Anehnya meskipun Iran sepakat untuk tidak melakukan pengayaan uranium, negara ini tetap saja dilarang membangun reaktor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Uranium untuk keperluan pembangkit listrik hanya membutuhkan kadar kemurnian 5%. Sementara untuk membuat bom nuklir kemurniannya harus diperkaya hingga di atas 90%. Untuk melakukan pengayaan, sarana dan fasilitas yang dibutuhkan tidak sama seperti reaktor untuk pembangkit listrik. Padahal, Iran tidak memiliki dan tidak mampu melakukan pengayaan, namun negara itu terus ditekan dan dilarang melakukan pemanfaatan nuklir untuk tujuan dama seperti pembangkit listrik, kesehatan, pertanian dan peternakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Isu yang dibangun, Indonesia belum perlu membangun PLTN. Padahal PLN sendiri yang setiap hari menjerit-jerit untuk hemat energi. Beberapa waktu lalu seseorang membunuh tetangganya akibat persoanal bagi jatah giliran penggunaan listrik. Kita belum butuh PLTN adalah bohong besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Beberapa pihak berkepentingan yang menguasai tambang batu-bara menekan pemerintah agar tidak memberi dukungan kepada Batan untuk membangun PLTN Muria dan Bangka. Padahal batu-bara adalah perusak ekosistem terbesar. Biaya, baik pengambilan maupun transport, juga mahal. Makanya tarif listrik dan harga barang semakin naik. Padahal, teman-teman harus tahu bahwa, untuk pembangkit listrik, satu kontainer batu-bara, energinya sama dengan seukuran satu tablet uranium. Lagi pula, radiasi batu-bara luar-biasa tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dr. Ferhat menjelaskan sambil memutar sebuah video bagaimana kokohnya bangunan reaktor PLTN. Dalam video itu disiarkan betapa kokohnya dinding reator. Sebuah pesawat luar angkasa dengan kecepatan 500 km/jam ditabrakkan pada dinding reator. Ternyata tidak merusak dinding itu kecuali mengalami sedikit lecet. Lagi pula sebelum dinding luar yang kokoh itu, di dalam gedung reaktor dibangun beberapa lapis dinding yang kokoh. Jadi kebocoran reaktor yang berbahaya dan alergi radiasi hanya sebuah mitos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Limbah reaktor jangan disangka berbahaya bagi lingkungan. Limbah itu dapat didaur ulang setelah disimpan ditempat yang sangat aman setelah puluhan tahun. Kasihan rakyat Indonesia, negara menjual uraniumnya ke negara yang punya PLTN sementara kita sendiri mengalami krisis energi. Nanti setelah persediaan uranium di bumi kita habis, barulah kita harus membeli dengan harga mahal pada negeri orang saat kita punya PLTN nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ir.Endang Susilowati mengajak kami melihat langsung reaktor nuklir. Kami diminta memakai pakaian seperti baju praktik dokter bewarna krim. Semua wajib pakai sepatu. Aku dan beberapa teman lain yang memakai sandal dipinjamkan sepatu. Masuk ruangan itu harus memakai sarung kaki seperti bentuk kaki pinguin. Melihat teman yang lain, kami saling menertawakan wujud kami yang aneh dengan pakaian itu. Melihat diri di kaca di dalam fit kami jadi saling menertawakan diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Untuk masuk reaktor, kita harus melewati beberapa pintu besi. Cara masuknya persis seperti masuk ke dalam kapal selam atau seperti Patrick dan Spongebob masuk ke rumah Sandy si tupai temannya yang berada di dasar laut. Setelah melewati satu pintu dan ditutup rapat, barulah pintu selanjutnya dibuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ruang raektor benar-benar akrap dalam ingatanku meski aku sadar baru kali ini memasukinya. aku mengingat-ingat kenapa aku sama sekali tidak asing dengan ruangan ini. "Persis seperti lokasi di IGI" sebut suara di sampingku. Ya, aku ingat. Ternyata yang membuatku merasa tidak asing dengan ruangan ini adalah karena ruang ini persis seperti yang ada dalam permainan Project IGI. Game ini membuat settingnya di sebuah reaktor nuklir di Rusia. Ruang kendalinyapun sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pusat reaktor berbentuk kolam yang diisi air luar biasa jernih sedalam 15 meter. Meski berair, kita masih bisa melihat benda-benda aneh di dalam air yang merupakan pusat reaksi. Harus berada di dalam air selain untuk menjaga suhu tetap baik, juga menghindari kontaminasi zat radio aktif. Air adalah cara terbaik menghindari zat radio aktif. "Karena itu dibutuhkan wudhu'" kata Ridha yang maksudnya wudhuk menghindari manusia dari gangguan setan. Sama seperti fungsi air menghindarkan radiasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ir.Endang punya banyak pengalaman mengenai nuklir. Dia pernah bekerja pada salah satu serikat nuklir antar bangsa dan telah mengunjungi banyak PLTN. Katanya Indonesia telah mempunyai SDM sendiri secara murni untuk membangun PLTN. Ternyata kualitas manusia Indonesia cukup baik, bahkan kita telah mengukir sejarah menciptakan pesawat terbang yang canggih, Gatotkaca N-250.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seperti yang telah sering saya sebutkan bahwa persoalan bangsa kita adalah terletak pada&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;political will.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Penyebabnya adalah karena elit negeri ini suka mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompok dan suka mengabaikan rakyat banyak yang seharusnya menjadi prioritas mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku menelpon supir Big Bird dan mengatakan kami sudah siap pulang. Selesai shalat zuhur kami melangkah pulang. Big Bird impian meluncur nyaman mengantarkan ke24 anggota PII. Di dalam taksi besar tarif tinggi itu, aku kembali merasakan seribu tusukan pedang menghujam ke dalam dada dan melumat paru-paru dan jantungku. Aku terkenang saat-saat indah bersamanya dulu. Air matapun tak mampu kubendung lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background: white; color: #1c2a47; font-size: 11.0pt;"&gt;Pesan Matamu di Ranah Minang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tanpa sengaja, sekilas terlihat mataku matamu. Aku ingin bernyanyi untukmu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Cintaku padamu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;tak perlu kau ragukan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Aku jauh meninggalkan bumi cinta kita&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;tapi bibitnya telah tumbuh dewasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ketika pohon tumbu gagah menjulang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;jangan kau ragukan akarnya kokoh ke dasar bumi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kata matamu, kamu ingin memberikan sebuah pesan untukku.Maka aku memberanikan diri bertanya padamu, sembari sepintas mencuri pandang pada bola matamu dan sinyal itu masih ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Aku ingin mendengar suatu pesan, sebuah nasehat atau semacam wejangan darimu. Aku mohon. Itu sangat penting bagiku. Kumohon."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wanita, memang begitu adanya. Ingin memberikan secara utuh dengan ikhlas. Tapi di sinilah karakter laki-laki dibutuhkan untuk diekspresikan. Kau harus meminta, merayu, memohon dan dan mengiba padanya meski dia sendiri sangat menggebu-gebu untuk memberikannya padamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kumohon kata-kataku ini jangan dimaknakan sempit. Ini untuk segalahal, segalanya mengenai wanita. Bahkan mengenai cinta, matata memberi pesan padaku:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Hampa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tidak ada cinta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Semuanya telah pergi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Itu cuma khayalku beberapa hari sebelum ke bandara. Hari di bandara senyatanya biasa-biasa saja. Setiap naik pesawat, pasti ada gelisah dan ketakutan. Tapi di landasan dua rasa itu ada rasa yang lain: senang dengan terbang. Karena terbang adalah cita-cita tertinggi manusia. Mereka yang mati kecelakaan pesawat adalah yang mati dalam merebut cita-citanya. Rugi? Sama sekali tidak. Meraih cita-cita adalah tujuan hidup. Cita-cita jauh lebih berharga dari nyawa dan harga diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bandara Soekarno-Hatta memang sangat panas ruang tunggu penumpangnya. Ini sama saja pada bandara Iskandar Muda. O iya, Polonia juga juga sama halnya. Aku tidak ingat lagi kondisi bandara di Makassar. Tapi aku mencoba mengingat-ingat kembali, atau lebih tepatnya mereka-reka: kondisinya sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku dan dia sama-sama sibuk menjaga dan mengawal tas-tas dan bawaan lainnya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Satu jam kita harus menunggu disini" katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku mengerti. Aku dan dia berbeda. Bagiku sejam itu waktu luang yang sangat berharga. Tapi baginya satu jam itu sangat membosankan dan sangat menyiksa untuk menunggu selama enam puluh menit itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kutawarkan dia masuk ke duniaku. Sedikit saja. Kusodorkan dia sebuah majalah. Sejam itu dia asik membolak-balik majalah dan hanya melihat gambarnya sepintas lalu dan agak malas sekali dan sangat berat untuk membaca beberapa judul tulisan yang tulisannya besar-besar itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kuanggap majalah itu sedikit bisa membuatmu lalai seperti seorang balita yang diberi mainan plastik. Dan, dengan itu aku bisa melakukan sebuah pekerjaan yang berharga dengan waktu sejam itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Maka kukeluarkan Nokia 9300i-ku. Aku memesangkan handsfree. Kuputar isi wawancara Yazid dengan Ketum PB PII tadi malam mengenai tanggapannya soal HUT Israel yang dirayakan di Indonesia. Menurutku, jangankan Israel, merayakan HUT negara lain di negari lain itu tidak baik, meskipun yang merayakannya warga negaranya sendiri. Anehnya, yang merayakan HUT Israel di Indonesia adalah WNI sendiri, itu kan bodoh namanya. Nasionalisme mereka dipertanyakan. Itu subversif namanya. Melanggar asas negara. Ini tindak pidana berat!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta ke bandara Minang Kabau memerlukan waktu 95 menit. Seperti biasa setiap perjalanan udara: gelisah, deg-degan: Takut mati. Padahal tak di pesawat, lain hari akan mati juga. Nanti semua yang dari tanah kan kembali ke tanah jua lagi. "karena petak hijau yang mejadi taman ria kita hari ini,esok semuanya bakal tumbuh dari debumu" kata Umar Khayyam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat penerbangan sudah memasuki wilayah udara Sumatera Barat jantung sudah agak sedikit lega, meskipun beberapa goncangan pesawat masih ada. Udara Indonesia tidaklah tergolong bahaya, namum yang membuat warga Indonesia takut setiap terbang di udara negerinya adalah kualitas pesawat yang digunakan dan skil pilotnya. Hal ini berlaku pada setiap moda transportasi di Indonesia. Tidak hanya untuk taransportasi, tapi semua sendi kehidupan dan segenap sistem apapun di negeri ini bermasalah. Aku menyimpulkan, setelah bertahun-tahun memikirkan dan merenungkan, bahwa sebab kerusakan bangsa ini adalah karena dasar negaranya yang keliru. Hal ini diperparah dengan bertolak belakangnya antara akidah, prinsip hidup setiap individu masyarakat dengan prinsip dasar dan asas kolektif (asas negara) yang diusung. Untuk memperbaiki Indonesia, kita punya dua pilihan, pertama menumpas segala hal macam apapun yang menyangkut Islam. Pilihan kedua mengganti Pancasila dengan Al-Qur'an sebagai asas negara. Alasannya cari sendiri atau cari di catatan saya yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat pesawat hendak turun, terlihat pemandangan yang luar biasa dari sebelah kanan dan sebelah kiri pesawat. Sebelah kiri memperlihatkan pulau-pulau kecil yang indah-indah dan tak berpenghuni. Pasirnya yang terlalu putih mengindikasikan banyaknya terunggu karang di dasar laut. Banyaknya terunggu karang memastikan beragamnya aneka satwa bawah laut. Dapat dipastikan pemandangan bawah laut Sumatera Barat sangat indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku memikirkan kenapa pemerintah daerah setempat tidak mengeluarkan sedikit energi untuk menggencarkan pariwisata di Ranah Minang. Mereka bisa mengkomersilkan pulau-pulau indah itu dengan membangun penginapan asri alami di pulau-pulau kecil itu dan pasir pantainya sangat disukai turis asang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kenapa tidak dipikirkan cara mengembalikan hasil bumi kita yang dikerok oleh negara maju dengan mendatangkan warga negaranya kemari dan menghamburkan uang mereka di sini. Inilah strategi unik yang dapat ditempuh pemerintah untuk mengembalikan marwah bangsa yang telah dilacurkan para elit kita melalui izin eksploitasi hasil bumi negeri kita. Meskipun kita tau bahwa siapapun berambut pirang dan berprofesi sebagai apapun ketika mereka datang ke negeri orang, pasti negaranya menitipkan pesan untuk membawa pulangbsebarang informasi. Setiap perambut pirang adalah mata-mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lihatlah bagaimana di Papua kini mereka masuk ke pedalaman dengan alasan membawa bantuan kemanusiaan dengan menawarkan sanitasi dan air bersih. Di Papua Nugini juga sedang digalakkan eksplosasi dan identifikasi satwa liar di kawasan itu. Padahal itu semua hanyalah pintu masuk untuk mencari sebarang sinyal kawasan mana yang bisa digali lagi untuk diambil material maha berharga di pulau terkaya di dunia itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sementara mengintip sebelah kanan jendela pesawat aku melihat pemandangan darat yang cukup indah. Kabut-kabut membayangi puncak-puncak gunung dan menyelimuti lembah. Karena selalu berpikiran positif pada tempat baru yang kukunjungi, maka kuperkirakan di sini tidak ada illegal longging. Kalaupun ada, tak separah di provinsi lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gunung-gunung dan bukit-bukut di Sumbar jauh lebih baik nasibnya: tidak digunduli massal dan dikerok untuk segelintir uang yang tidak berharga itu. Meskipun saat di Padang Pnjang aku melihat ada beberapa bukit yang banyak ditanami pihon pisang,&amp;nbsp; tapi pertanian ini tidak menghilangkan hijau gunung. Lagi pula aku mellihat kearifan dalam cara pemosisian tanamannya. Mereka menanam tidak satu tempat. Diberi banyak area untuk tumbuhan-tumbuhan hutan alami tetap punya banyak ruang, saya perkirakan ini strategi agar tidak merusak keseimbangan alam. Dengan itu longsor atau erosi dan banjir tidak mengancam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika acara yang menjadi hajat kunjungan selesai, seseorang merapikan kamar penginapan. Padahal kita sudah membayar sewa kamar dan membersihkan dan merapikan kamar menjadi tanggungjawab pengelola penginapan. Namun ketika saya tanyakan kenapa harus merapikannya sendiri, dia mengatakan tidak boleh memberatkan kaum sebangsa. Kaum sebangsa yang dia maksudkan ini saya tau adalah sesama orang Minang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jiwa seperti ini akan sulit ditemukan di provinsi Aceh. Saya melihat pembangunan kota-kota di Padang jauh dari aroma korupsi. Ini tercium dari bagaimana fisik jalan dan bangunan-bangunan lain. Elite Sumbar tidak terlalu rakus memakan uang rakyat karena mereka tidak ingin menambah kesengsaraan kaum sebangsanya. Karena di Sumbar, semua rakyatnya sesuku, suku Minang. Sementara Aceh memiliki beragam suku. Jadi kalau diangkat menjadi elite provinsi, tidak segan-segan untuk korupsi banyak-banyak karena toh yang akan sengsara nanti bukan kaum&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;sibansa (&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;sesuku)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Dan untuk kaum&lt;em&gt;sibansa,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;bisa ada banyak cara mensejahterakan mereka.Aceh dihuni beragam suku seperti Aceh, Pidie, Pasai, Gayo, Tamiang, Alas, Anak Jamu, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Karakter Minang di atas sangat bertolak belakang dengan karakter suku-suku di Aceh. Orang Pidie sangat solid dan lebih tangguh dari orang Minang. Kalau saja jumlah populasi orang Pidie lebih banyak atau sama banyak dengan Minang, maka Pidie akan lebih mendominasi daripada Minang. Dalam kacamata saya, orang Minang banyak menguasai sektor perdagangan karena faktor alami. Orang yang merantau memang akan mendapatkan posisi yang baik dengan berdagang. Namun orang Pidie memang telah mengantongi jiwa pedagang dalam diri mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berseberangan dengan orang Pidie yang solid, kompak dan punya etos kerja yang baik, orang Pasai lebih cocok dikatakan "kanibal". Orang Pasai terlalu boros dan ceroboh. Bila sedang punya banyak uang, dia akan sangat royal kepada teman-temannya. Namun kalau uangnya sudah habis, dia rela melakukan apapun pada kawannya untuk mendapatkan uang. Jadi jangan heran bila kasus pemotongan besi jembatan yang sangat membahayakan orang banyak terjadi di wilayah Pasai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saat pesawat hendak mendarat, tiba-tiba sebuah hentakan besar yang tidak kami ketahui asalnya terjadi. Semua penumpang terdiam. Aku berfikir, kalau tak mati di pesawat, nanti, beberapa saat lagi di hari tua, di atas kasur yang empuk, dikelilingi anak cucu, kan dihantarkan juga menuju kematian oleh kompleksitas penyakit. Toh, semua makhluk yang hidup wajib mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pertama jatuh adalah selang oksigen dari atas kepala masing-masing penumpang. Pasawat dipastikan jatuh ke laut. Awak memerintahkan semua penumpang mengenakan jaket pelampung. Semua meraihnya dari bawah kursi duduk masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku berfikir kini tibalah masa istirahat. Lagi pula aku sudah sangat lelah hidup di dunia. Semua anugerah Tuhan untukku di dunia ini cukuplah sudah. Aku hanya memikirkan dia di sampingku. Aku berusaha menenangkan dia. Kukatakan padanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kamu akan mati, tapi tidak di sini, bukan sekarang ini. Kita akan selamat. Aku sudah ingin pipis dari tadi. Dan pesawat ini akan jatuh ke air. Jangan cemas."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lampu arah keluar pintu darurat telah dinyalakan. Penumpang yang duduk terdekat pintu itu dengan sigap membukanya. Semua pintu darurat terbuka bersamaan. Penumpang kebingungan: antara melepas sabuk pengaman dan berusaha ke pintu darurat. Kalau melepas sabuk pengaman, resikonya terpelental, tidak membukanya, maka akan lebih berbahaya tetap di tempat duduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang pria berkemeja putih lengan panjang didampingi celana kain hitam berkumis tebal mencoba menjadi pelopor adegan "panas ini". Dia melepas sabuk dan merah pintu darurat. Punggung pesawat sudah mencium permukaan air. Kain bewarna kuning berisi anging menjolorkan lidahnya ke air. Pria berkumis tadi melompat ke air melalui kain kuning mirip lidah manusia tadi. Penumpang lainnya tidak diam lagi.&amp;nbsp;Semua bergegas meniru pria tadi. Sampai pesawat tidak bergerak lagi dan mengapung manja di atas air laut, semua penumpang telah terjun ke laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku dan dia adalah paling belakang. Sebelum terjun ke air kukatakan padanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Sejak pesawat tinggal landas tadi aku ingin buang air kecil. Di air sesaat lagi tak ada orang yang tau kalau aku sedang pipis."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi kata-kataku tadi bukanlah lelucon yang baik saat pesawat sedang dalam keadaan seperti ini. Air mukanya malah semakin kerut mendengar lelucon tadi.&amp;nbsp;Melihat matanya aku menemukan sebuah pesan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Dasar cendol basi. Bukan saatnya bercanda bila nyawa di ujung rambut"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setiap telah memasuki badan pesawat, nyawa memang telah bergantung di ujung rambut. Malaikat pencabut nyawa sudah ambil ancang-ancang selama manusia di dalam pesawat. terbang memang selalu mengerikan. Namun apa hendak dikata. Terbang adalah mimpi kita semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku, sedari kecil, tidak pernah bermimpi banyak hal. Yang selalu menemani tidurku hanya dua tema tentang mimpi: uang dan terbang. Waktu kecil dulu aku sering bermimpi ada orang yang memberiku uang, atau berang berharga lainnya. Kugenggam uang itu erat-erat. Namun setiap terjaga uang itu selalu lepas dari tanganku. Karena sangat seringnya seperti itu, dalam mimpipun aku sadar ini adalah mimpi. Jadi setiap diberi uang, aku menggenggamnya semakin erat karena tidak ingin uang yang diberikan itu harus lepas setiap saat bangun. Aku berusaha keras membawa uang itu ikut menerobos alam mimpi menuju alam sadar dan uang itu tetap di tangan saat terbangun. Tapi sayang, tidak semalampun usaha itu berhasil, dan setiap bangun tidur aku harus kecewa. Mimpi diberi uang ini selalu terjadi sejak aku bisa mengingat hingga aku masuk tsanawiyah di pesanten; aku tidak ingat lagi apakan disana masih bermimpi itu juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mimpi lain yang tak kalah sering adalah mimpi tentang terbang. Saat itu aku menjadi paling tinggi diantara semua orang. Aku bisa melihat aneka pemandangan keindahan alam. Dari atas aku melihat orang-orang memanggil-mangil mengiba-iba minta terbang bersamaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ada mimpi yang paling klasik, yaitu mimpi pipis dari atas jembatan. Jembatannya sangat tinggi, sampai-sampai sebelum air seni pembuka belum menyentuh permukaan sungai, air seni terakhir telah habis keluar dari "sarangnya". Namun yang tidak menyenangkan dari mimpi ini adalah saat terbangun tilam dan semua pakaian telah basah. Ngompol, deh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Salah satu trik yang saya tawarkan untuk mengurangi resiko ngompol adalah dengan tidak buang air kecil di dalam celana ketika tersadar. Aku sering melakukannya saat main hujan. Dan sesaat lagi akan melakukannya kembali di dalam laut, karena pesawat telah terapung di permukaan laut dan kalaupun harus mati beberapa saat lagi, setidaknya aku bisa melapaskan hajat buang air kecil yang sudah lama kutahan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;***&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Kami mendarat dengan selamat, syukur pada Allah. Airmata tak terbendung. Entah kenapa harus terharu. Mungkin karena alam tanah ini terlalu indah, mungkin karena tak pernah menduga bisa menginjak Tanah Minang. Mungkin terkesan bisa sampai di Negeri yang masyarakatnya kaya budaya. Atau mungkin pula... Entahlah, yang jelas mendung di mata berubah hujan. Saat neninggalkan tangga pesawat, curi-curi aku bersujud di balik tangga pesawat. Setidaknya, pekerjaan pertama yang kulakukan di Tanah Minang ini adalah bersujud. Bukankah ingatan akan tujuan hidup harus terus dipelihara, tak boleh luntur, persis seperti benak seorang pelukis menyimpan dengan baik kesannya terhadap suatu objek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kenapa kuda itu mampu berlari kencang? Padahal manusia berlari sepuluh meter saja sudang ngos-ngosan. Jawabannya karena, setelah mengamati seekor kuda di depan Ngarai di Padang Panjang, adalah karena lubang hidung kuda besar. Kemudian lemaknya sedikit kuda itu. Jadi dia mampu leluasa menggerakkan kakinya. Dan lagi jantungnya didesain tanggu. Yang paling penting adalah karena kuda itu tidak merokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Demikian sebuah catatan ditemukan setelah memperhatikan seekor kuda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sambil memperhatikan seekor kuda, terlintas sebuah pertanyaan kenapa ada orang yang jago melukis kuda, ada yang tidak. Padahal gambar kuda ada di benak si jago lukis dan tidak. Kenapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku cuba menduga jawabannya karena si pelukis memperhatikan dengan detil dan seksama sebuah objek sementara yang bukan pelukis tidak. Di samping itu, kesan di benak pelukis kekal dan mengakar, sementara bagi yang bukan pelukis setiap objek yang dipandang dan dimasukkan dalam benak, luntur. Luntur seibarat warna yang disapu gerimis yang berubah hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Gerimis berubah hujan. Orang orang-yang tadi gembira ria berfoto-foto, berlarian mencari teduh hujan. Aku masih tertekun menengadahkan kepala menatap wajah jam gadang di Ranah Minang. Aku merasa diri paling teruk di antara semua yang berada di sini. Semua orang punya kamera menghentikan waktu. Namun aku tidak.&amp;nbsp; Aku hanya mencoba mengabadikan kesanku melalui kata-kata. Kuharap ini bisa. Kalaupun tidak, maka ini adalah sebesar-besar usaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang kawan menanyakan apa aku sudah makan siang. Kukatakan "saya kurang tertarik membicarakan tentang makan". Karena menurutku makan itu bukan untuk dibicarakan, namun untuk dilaksanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Tapi saya tidak bisa kalau tidak makan minimal dua kali sehari" sahutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Saya juga demikian, namun karena beratnya kehidupan, saya jadi tidak berani pasang target" apalagi untuk makan dua kali sehari. ini benar-benar tidak realistis untuk kehidupanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya merasa dipermalukan ketika segala kebutuhan perjalanan ke Padang dititipkan kepada orang lain. Saya merasa tidak dipercayai dan tidak dihargai. Saya marah menyikapi hal ini. Segala nasehat dan bujukan tidak saya pedulikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hingga seorang teman menyatakan salut kepada saya setelah saya menceritakan masalah saya ke dia. Dia bukan malah ikut membela saya atau meyalahkan mereka yang tidak memberikan kepada saya segala perbekalan. Dia malah menyatakan cemburu kepada saya. Aneh. Saya heran campur bingung. Hingga kata-kata terakhirnya ini membuat saya sadar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Wah, hebat, dia jadi bendahara pribadimu"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ah, bodoh, bodoh, bodoh. Dasar aku bodoh! Kenapa sebelumnya aku harus marah pada yang menitipkan bekal kepada dia? Kenapa aku harus marah, menggerutu, merasa tidak dihargai, tidak dianggap dan tidak diberi kepercayaan. Yang terakhir ini memang agak benar, namun bila saja sejak awal caraku menyikapi hal ini seperti ini, maka perjalanan ke Ranah Minang akan mejadi semakin nikmat. Makanya, bagi siapapun, persiapkan diri, terutama pikiran agar tetap positif bila ingin ke Ranah Minang, sebab bila tidak, perjalanan ke Ranah Minang yang indah dan Istimewa itu akan luntur. Sekali lagi, selalu persiapkan pikiran positif. Ingin menikmati semua yang indah di Ranah Minang? Kalau di Minang, Jangan Merajuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #333333; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Tidak &amp;nbsp;Ada Kembang di Kota Kembang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tiga puluhan personil PB PII yang baru saja selesai dilantik di Masjid Al-Azhar, Jakarta telah memadati lantai dasar sekretariat PB PII. Canda tawa di dalam ruangan sebelum acara dibuka telah menjadi bukti keakraban para personil yang sekitar 70 persennya diisi wajah baru. Entah dari mana, Ucok memamer-mamerkan dua set kartu remi, hadirin sibuk dengan kartu-kartu itu tapi tidak bermain remi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tiba-tiba dihadapan para hadirin terpampang tulisan: POLA KEBIJAKAN UMUM PB PII PERIODE 2010-2012. Semua personil kaget, katanya Training Center, tapi&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ada yang&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;gituan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Santer terdengar suara sumbang diantara para personil yang bingung dengan yang muncul di dinding melalui infokus "Ini TC atau raker". Aku melihat kiri-kanan, tidak ada yang menunjukkan ekspresi baru saja mengucapkan sesuatu. Leo masih melingoh ke dinding dengan wajah longohnya, Pikar cuek-cuek seperti ayam jantan yang tidak mau bertanggungjawab setelah menggauli ayam betina di pagi hari.Ridwan yang berpakaian seperti pendeta di sebuah gereja kecil yang jemaatnya tinggal belasan karena lari ke gereja lain yang lebih menjamin kesejahteraan sosial senyum-senyum saja persis tersangka korupsi milyaran rupiah baru saja keluar gedung KPK untuk memenuhi panggilan guna pemeriksaan yang ke 21 kali. Selanjutnya pria berpakaian pendeta itu membuka acara dan mempersilakan Ketua Umum untuk berbicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tanpa basa-basi Engku Ridha langsung mempresentasikan pola kebijakannya. Demi Allah semua personil semakin heran. Kide beberapa kali memukul keningnya. "&lt;em&gt;Tak saketek nyo karajo&lt;/em&gt;" bisiknya pelan. Di dekat tangga Pikar sengir-sengir&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;aja.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Nani yang sedari tadi menjadi pusat perhatian PII wan senyum terus kini ikut melongoh. Kutaksir, melihat raut wajahnya, dalam benaknya Nani berucap "Jauh-jauh awak datang dari Aceh,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;malah&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;dikibulin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;begini".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Di dalam ruangan, suara Ridha terus mempresentasikan pola kebijakannya. Sekarang aku teringat kata Putra mengutip ucapan seorang KB PII Aceh "Anak PII pintar bicara, wajar. Anak PII tau bicara pada waktu yang tapat, itu langka". Dan mungkin Ketua Umum termasuk kategori yang biasa, kebanyakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketua terus bicara hingga Jay memotong pembicaraan tanpa diizinkan bicara. Tidak diizinkan karena beberapa kali menngagkat tangan kanan namun diabaikan. "Ini TC&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;pak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;masak,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;belum apa-apa sudah pemaparan visi-misi. Kita ini belum lagi saling kenal. Proposisikan sebaga sesuatu sesuai tempatnya,&lt;em&gt;pak".&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selanjutnya satu-persatu sambung-menyambung melontarkan protes terhadap konten acara yang tidak proporsional. Sekjen pakaian pendeta kelabakan mengendalikan forum. Notulen seperti perempuan tua yang ke dalam bajunya masuk dua ekor kecoa besar-besar. Selanjutnya satu-persatu&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;walk out&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;dari ruangan. Ke kadai Ocit satu-persatu tiba. Disana menjadi ajang hujat protokol acara dan menyampaikan kritik pada Ketua Umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kita sudah malu sekali waktu pelantikan,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;malah konyol lagi di TC".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Seorang lainnya menambahi, mungkin saya orangnya&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;"Masak pelantikan PB macam pelantikan PK".&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Pasang" Kide nyosor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keesokan harinya semua personil menuju stasiun Gondangdia yang terletak tidak jauh dari belakang Markas Besar PB PII, Menteng Raya 58. Tiket kereta ekonomi dibagikan satu orang satu. Kereta sesak, tapi nikmat. Nikmat? Hanya yang pernah naik kereta ekonomi yang tau. Ini rahasia kita para penumpang kereta api ekonomi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ternyata salah turun. Seharusnya turunnya di stasiun selanjutnya, namun malah turun di stasiun Depok Baru. Akibatnya PB harus&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;ngeluarin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;duit banyak buat ongkos angkot yang&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;nganterin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kami terlalu jauh. Perjalanan melewati beberapa pasar yang tidak kuketahui namanya. Padat, dengkul-dengkul wanita, yang kebanyakannya remaja mudah saja ditemukan hampir semudah menemukan pohon di hutan atau air di danau. Kukatakan banyak karena mungkin mataku kurang peduli terhadap dengkul-dengkul yang pemiliknya sudah berusia tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Memasuki perumahan yang begitu indah mataku melongoh. Pikiranku langsung membayangkan disalah satu rumah diantara rumah-rumah mewah itulah TC kami akan berlanjut, atau lebih tepatnya berlangsung. Yang membuatku tercengan adalah ketika angkot yang kami tumpangi melalui sebuah jembata. Sempat aku menjalarkan kepalaku ke bawah. Terlihat olehku sungai yang airnya amat bersih, mengalir kencang dan begitu indah, sangat alami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Masih ada juga rupanya sungai yang begitu indah dan bersih di pulai Jawa ini." Akalku takzim.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rumah itu berada di belakang dua pintu ruko. Dibangun terlalu jauh dengan jalan, kuperkirakan terlalu besar taman dan penghijauan di halaman rumah sebelum ruko yang terlihat baru dibangun itu. Satu-persatu personi PB PII memasuki area. Beberapa diantaranya langsung menegadahkan muka ke atas saat tepat berada di depan pohon jambu biji. Masing-masing mencari cara masing-masing untuk mendapatkan buah yang langka itu. Ada yang berhasil menemukan alat petik berukuran panjang &lt;em&gt;(runong&lt;/em&gt;, dalam bahasa Aceh), ada yang berusaha melempar menggunakan alas kakinya, ada yang memanjat dan ada yang kehabisan akal lalu sok berwibawa dengan menegur agar yang lain lebih beradab dengan tidak langsung main serang terhadap jambu orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rumah itu memiliki banyak kamar, banyak diantaranya kecil-kecil. Kuperkirakan perancang rumah ini sama-sekali tidak terpengaruh dengan kampanye mahasiswa IAIN menganjurkan KB meski membawa dalil-dalil agama. Sisi kanan rumah adalah tanah yang luas yang sering digunakan untuk menanam aneka tanaman pertanian biji-bijian tanah lembab. Di depannya ada sebuah lesehan berukurang tanggung. Karena terlalu kotor, lupakan saja. Suhu udara di dalam rumah terlalu dingin meski tidak terlihat satupun mesin pendingin ruangan jenis apapun. Kukira karena banyaknya pepohonan disekeliling rumah bercat putih itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sore harinya forum dimulai. Ternyata diluar dugaanku, dilaksanakan di lantai II ruko. Untuk sebuah pertemuan TC, tempat itu lebih luas daripada di rumah. Acara dimulai dengan pemaparan profil diri oleh masing-masing personil PB. Agenda ini memakan waktu dua hari. Tidak haya karena molor sebab sering pasang, juga setiap orang dalam memperkenalkan profil memakan waktu lebih dari setengah jam.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Menikah dan tidur dengan istri adalah sebuah menyenangkan sangat nikmat dari segenap kegiatan dalam hidup." Hadirin histeris. Aku tak peduli, bagiku ini penting untuk meningkatkan motifasi teman-teman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kenikmatan itu persis seperti ketika Nabi Besar bermuka-muka dengan Allah, nikmat tiada tara. Namun dalam hidup, manusia tidak dibenarkan egois. Manusia seluruhnya harus menikmati kenikmatan-kenikmatan dan untuk manusia Indonesia, hal itu masih belum dirasakan. Sebab kita harus turun dari puncak langit kenikmatan pribadi dan turun ke tengah-tengah masyarakat untuk merubah nasib mereka. Dan PII adalah wadah kita dalam memperjuangkan kesejahteraan ummat manusia umumnya dan Indonesia khususnya." Teman-teman banyak menertawakan. Mungkin Karena terlalu negatifnya arah pikiran mereka mendengan pesanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adalah Kide satu-satunya yang tidak ikut tertawa dan memberikan apresiasi bagiku. Dan setiap pujian pastinya menimbulkan rasa senang bagi yang dipuji. Setiap pujian hakikatnya adalah racun bagi yang dipuji. Pujian dapat menilbulkan rasa bangga diri. Rasa itu dapat menjauhkan pemilik pujian dari introspeksi. Kalau introspeksi adalah nutrisi, maka pujian adalah virus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pasang benar-benar telah menyita waktu kami. rencana dua hari ternyata TC baru bisa kelar pada hari ketiga. Tiga setengah tepatnya. Padahal, agendanya cuma dua, perkenalan dan pemaparan visi-misi Ketum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Putra dan Kide benar-benar membuatku jengkel. Menemukan uang seratus ribu rupiah di depan sebuah toko kerajinan kaca, malah dititipkan pada penjaga toko tersebut. Padahal ini Jakarta (dan sekitarnya). Mereka malah belum kenal betapa kejamnya Ibu Kota. Okelah kalau Putra, baru dua bulan di PB, sementara Kide, sudah sangat lama di Ibu Kota,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;baik begitu. Ucok pernah mengajariku saat baru-baru tiba di Jakarta. Meski ini bernada canda, namun aku serius:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Di Jakarta ini, Mis, bukan memikirkan besok mau makan apa, tapi makan siapa."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mendengar itu otakku berkata "Benar itu, mampus kau.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Ngeri&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;. Mari kita kembali ke Aceh." Aku mulai gundah, tiba-tiba gelisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tapi akalku menasehati: "Tidak sepenuhnya benar."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Waktu sebelumnya ketika mengunjungi Jakarta dan belum menetap di Jakatrta, setiap kuletakkan rokok di atas meja selalu habis disambar. Dan kejadian ini telah membentuk pola pikirku tentang bagaimana kejamnya Jakarta. Namun saat tinggal di Jakarta dan menjadi persnil PB pola pikir itu tidak sepenuhnya benar. Para personil PB hidupnya sejahtera. Bahkan aku menumpang hidup pada mereka, setidaknya di bidang rokok dan kopi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pada suatu siang pulang dari mushalla aku menemukan teman-teman ngopi di sebuah warung pinggir jalan. Aku menggoda Ucok dan Kide. Pasangpun dimulai. Sialnya, kami harus menanggung malu saat seorang wanita paruh baya menegur kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Maaf bapak-bapak sekalian, makan minum boleh disini, silahkan. Tapi tolong jangan pasang".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;Malunya tak tertanggung. Pasang spontan dihentikan. Kami merasa lebih tua dua puluh tahun saat dipanggil 'bapak-bapak'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sekitar tigapuluh orang di ruangan ini adalah manusia hebat semua. Mereka tidak hanya para instruktur PII; mereka sarat pengalaman, baik formal maupun mandiri. Mungkin karena masing-masing yang ada disini adalah orang-orang cerdas dan berwawasan tinggi semuanya, maka inilah penyebab molornya jadwal TC. Perkenalan diri disisipi cerita tentang pengalaman-pengalaman masing-masing menyangkut riwayatnya bersama PII adalah pelajaran yang sarat makna. Kalau saja notulensinya bagus, dan kalau saja notulen itu diterbitkan menjadi sebuah buku, maka aku yakin akan menjadi 'best seller'.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sore harinya aku bersama Pikar santai di sebuah warung sejuk pinggir jalan. Kulihat papa-papan merk toko menerangkan nama kawasan ini adalah Kota Kembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kawasan ini pasti Jawa Barat" Otakku memastikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kenapa bilang begitu?" tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Otakku menguraikan. Masih terlalu yakin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kau pernah membaca sebuah artikel di internet: Wanita paling cantik di Aceh. Keduanya orang Sunda. Sunda itu identik Jawa Barat"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Tapi..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Otakku langsung membantah karena mengetahui maksudku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Memang belakangan kau mengetahui ada orang Sunda juga di Banten. Tapi tidak identik, boi."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Otakku melanjutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Di Sri Langka Juga banyak orang India, bos"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku mengerti maksud otakku. Dia kembali mengoceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kau pasti tau maksud kota kembang, bos."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku terdiam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Kau pasti tau itu" Otakku mendesak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Aku mencoba-coba mengingat sesuatu. Saat menemukannya, otakku langsung angkat bicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Ya, sekarang persiapkan matamu baik-baik. Akan banyak cewek lewat di sini."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sulit bagiku membedakan antara otakku dengan setan. Tapi kutahu saten dan otak itu berbeda. Tapi otakku memang setan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Lama aku duduk, menikmati kelapa muda sambil mata terus ke badan jalan. Sesekali aku menoleh kiri kanan. Setiap menemukan tanda-tanda jilbab dan rambut panjang aku bersigap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"Aneh, ini kota kembang, tapi&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-fareast;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;tidak ada seorang perempuan cantik pun kelihatan". Akalku mempertimbangkan bukan berarti membenarkan rencana zina mata yang diprakarsai si otak itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kukira di sinilah sarangnya wanita tercantik ("Kedua" otakku ketus) di negeri ini. Kenapa tidak, wanita Sunda terkenal dengan kecantikannya dan dikenal dengan istilah 'kembang'. Dan pastinya Kota Kembang adalah kawasan inti dari wanita cantik Sunda. Tapi kunjungan ke sini menyatakan lain. Purwakarta pula yang membuktikan hal itu. Pernah sekali aku ke sana, 2007.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: white; color: #333333; font-size: 11.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pagi minggu itu kami ke alun-alun. Kaki-kaki dan dengkul-dengkul benar-benar membuatku terbang. Hal ini pernah kutemukan sekali lagi saat menyaksikan Olimpiade Beijing. Ketika penari air wanita Rusia mempertunkkan kebolehannya. Keindahan itu bukan olimpiade, bukan Beijing, bukan bentuk kolam, bukan warna air yang dibentuk warna kolam, bukan pula atraksinya, tapi kaki itu sendiri. Persis seperti pagi minggu di Monas: Bukan monas; bukan emas berbentuk es krim di puncak tower aneh itu; bukan taman yang indah; bukan pergelaran panggung konser rutin; bukan pemandangan unik Satpol PP saat mengejar para penjual makanan &am
