Selasa, 30 November 2010

Data persnil pb

Data Personil PB

Nama:
HP:
email:
FB:
Website:
Jabatan:

1.
Moh. DedeGusli Piliang
081510485501
pgusli@yahoo.co.id
fb
pelajar-islam.or.id
Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat Pelajar

2.
Miswari
085260649068
abumuhammadibrahim@yahoo.com
abu muhammad ibrahim
abumuhammadibrahim.blogspot.com
Kepala Staff Administrasi Kordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII)

3.
Ahmad Abdullah Ramdani
081809501759
orchidflame@live.com
ahmad ramdani
web
Ketua Bidang Kaderisasi

4.
Lukmanulhakim
081345635378
lukmanulhaq@yahoo.com
lukmanul hakim aswat
web
Ketua Bidang Komunikasi Ummat

5.
Ammastafakide Zainal Jambak
085217064136
rugamadefi_kide@yahoo.com
ammastafakide zainal jambak
mastakide.blogspot.com
Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Organisasi

6.
Ridwan Zulmi
081314092031
myridhwan@yahoo.com
ridwan anak jakarte
http://ridhwanku.multiply.com
Sekretaris Jendral

7.
Feri Maryanto
081366041811
al_melayue@yahoo.com
feri mulyanto
web
Dept. Kekaryaan Pelajar

8.
Muhammad Ridha
081578718353/081289128937
zuhud_fokus@yahoo.com
muhammad ridha
web
Ketua Umum

9.
Putra Diansyah
085260170880
puetra_laot@yahoo.com
teuku putra diansyah
web
Wakil Sekretaris Jendral

10.
Dede Rahmat
085722174691
leo_sartrepii@yahoo.co.id
dede leo
web
Dept. Pemberdayaan Masyarakat Pelajar

11.
Zulfikar Kareung
085260194748
zulkareung@yahoo.com
zulfikar batee kareung
...
Komandan Kordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII)

12.
Mariyam
»»  read more

Kamis, 25 November 2010

Sukseskan Konferensi Wilayah PII Ke-25 (Bagian II) di Bireuen.

Konferensi Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Ke-25 yang dilaksanakan di Takengon 27-29 Februari lalu harus dilanjutkan pada 9-10 Mai di Bireuen karena waktu yang dibutuhkan untuk memilih seorang Ketua Umum Pengurus Wilayah tidak cukup. Mungkin karena saratnya kepentingan, atau mungkin pula karena peserta konferensi tidak pandai mengefesiansikan waktu hingga baru pertama kali dalam sejarah PII sebuah Konfrensi Wilayah PII harus dilaksanakan di dua tempat dalam waktu yang berselang lama.
Namun di Bireuen, Konfrensi hanya menyisakan agenda pemilihan Ketua Umum dan pengesehan semua agenda Konferensi sebab agenda-agenda lain seperti penetapan program kerja, pemilihan Ketua PII Wati dan Komandan Brigade PII beserta formatur kedua Badan Otonom itu telah dilaksanakan di Takengon.
Di Takengon, pemilihan bakal calon berhasil menjaring 12 orang, namun seleksi demi seleksi dilakukan hanya meluluskan satu orang untuk menjadi calon yaitu Irhamullah. Sementara dua orang lagi belum diselesaikan penyeleksiannya yaitu Zulfikar Kareueng dan Rizal Aiyub.
Agar Konferensi Wilayah PII Ke-25 bagian ke-2 yang dilaksanakan di Bireuen nanti berjalan lancar dan sukses saya ingin mengajak beberapa hal kepada beberapa kalangan. Pertama saya mengajak pada seluruh personalia kedua Badan Otonom PII yang telah terpilih di Takengon agar bersikap netral tanpa berpihak pada siapapun. Kedua saya mengajak pada pendukung calon tertentu agar bersikap fair dan tetap menghormati konstitusi PII. Ketiga kepada Keluarga Beser PII untuk tetap bersikap dewasa dengan tidak mengkampanyekan calon tertentu. Keempat untuk para peserta konferensi agar memilih calon yang paling sesuai menurut pandangan konstitusi PII dan yang paling memenuhi kriteria kefakihan, intelektualitas tinggi serta loyal terhadap PII.
Terakhir saya mengajak pada ketiga orang yang masih berpeluang menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Aceh Periode 2010-2012 agar menghormati konstitusi PII dan tidak bersikap ambisius dalam usaha mereka. Bila sikap tidak mau mengalah dan tidak mau menghormati konstitusi PII masih dibawa ke Bireuen maka besar kemungkinan pengalaman di Takengon akan berulang kembali di Bireuen.
Terimakasih.


Tertanda,

Miswari
Kepala Staff Pendidikan dan Latihan Koordinator Wilayah Brigade PII Aceh Periode 2010-2012
»»  read more

Stop Kredit, Bangun Pabrik

Mekipun total anggaran belanja pemerintah Aceh setiap tahunnya lebih 20 trilyun, rakyat tetap saja hidup dalam kemiskinan. Hal ini diakibatkan karena sangat sedikit dari jumlah uang yang sangat banyak tersebut bertahan dan berputar di Aceh. Sebab utamanya adalah kredit. Hampir semua rakyat Aceh setiap bulannya mengeluarkan hampir setengah dari gaji/penghasilan mereka untuk membayar kredit-kredit terutama kredit kendaraan bermotor dan elektronik.
Masyarakat menganggap dengan mengembangkan budaya kredit hidup menjadi lebih makmur dan sejahtera. Padahal tidak, dengan mengkredit barang-barang yang mayoritasnya miik Jepang, mereka telah menyisihkan sejumlah uang mereka untuk dikirim ke Jepang. Padahal kalau masyarakat memilih naik angkutan uum, becak dan ojek uang-uang masih dapat berputar di daerah kita.
Kita lupa bahwa budaya kredit merupakan penjajahan model baru. Bagaimana tidak! Dulu kakek dan nenek kita harus menyisihkan setengah dari hasil panen mereka untuk diberikan kepada Jepang. sebagai timbal baliknya Jepang memberi perlindungan berupa keamanan dalam bekerja. Sekarang kita juga harus menyisihkan sejumlah gaji kita setiap bulannya untuk membayar kredit-kredit. Sebagai timbal balik, produk-produk memberi sedikit kemudahan . Kita masih dijajah, tapi sistemnya saja yang berbeda.
Selanjutnya pemerintah harus membangun banyak pabrik di Aceh, terutama pabrik pakaian, makanan dan kosmetik. Gunanya untuk menghapus pengangguran dan menjaga agar uang kita dapat terus berputar di Aceh, tidak dibawa keluar. Hitung saja berapa banyak jumlah uang yang dihantar oleh orang Aceh ke Medan, Jakarta dan Bandung untuk berbelanja di grosir-grosir di sana.
Semoga surat ini dapat menjadi solusi atas krisis ekonomi masyarakat Aceh.
»»  read more