Jumat, 18 Februari 2011

Latihan Kepemimpinan Osis

Pendidikan merupakan penentu kebudayaan. Untuk menciptakan budaya tangguh, dinamis, produktif dan kreatif, dalam sistem pendidikan haruslah diterapkan sistem yang partisipatif, demokratis, inklusif, kritis dan objektif. Peserta didik tidak boleh dijadikan semacam kelinci percobaan, domba gembalaan dan budak. Peserta didik harus dianggap dan diposisikan sebagai subjek, agen serta pemeran utama sistem pendidikan. Pelajar harus dilibatkan secara langsung dalam menetukan konsep penerapan sistem pendidikan.

Runtuhnya budaya Indonesia saat ini adalah karena kita sangat lamban dan setengah hati dalam memikirkan dinamisasi sistem pandidikan. Semboyan "Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan" telah hilang dari dalam benak kita. Pada sisi aplikasi, pelajar telah diposisikan sebagai mangsa dari kurikulum pendidikan yang coba-coba ini dan hanya akan menjadikan siswa sebagai bagian daripada mesin untuk ilmu teknologi dan bagian dari peralatan kantor untuk ilmu administrasi, manajemen dan akuntansi.

Pada ranah ilmu sosial, pelajar dipersiapkan untuk pandai melihat potensi dan peluang untuk tercapainya kepentingan pribadi. Perkara ini telah menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan idealitas dan moralitas . Imbas kolektif dari persoalan ini adalah hilangnya karakter pemimpin dari dalam diri setiap anak bangsa.

Meskipun pesta pemilihan penguasa sangat seriing dilakukan dan semakin hari semakin banyak saja orang-orang yang berhasrat menjadi penguasa, namun kita kehilangan seorang pemimpin.

Krisis kepemimpinan dan mewabahnya penguasa akan mengakibatkan penyakit bangsa semakin parah. Oleh karena itu, Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) sebagai organisasi otonom dari PII yang berfungsi sebagai lembaga yang mencita-citakan tercapainya kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan mengaggap krisis kepemimpinan ini adalah masalah besar yang harus segera ditangani. Bila tidak, segala macam persoalan kebangsaan akan semakin tak tertanggulangi.

Brigade PII selaku organisasi yang konsisten dalam membentuk karakter kepemimpinan pelajar yang idealis dan dinamis akan melaksanakan Latihan Kepemimpinan Pelajar. Latihan ini diharapkan dapat menciptakan karakter kepemimpinan dalam diri pelajar. Untuk masa yang akan datang, diharapkan Indonesia memiliki banyak pemimpin yang idealis sehingga segudang persoalan bangsa dapat segera di atasi.

Keselarasan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritualitas merupakan syarat muntaik menciptakan calon pemimpin yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi, mampu membangun relasi yang sehat dan memberi keuntungan bersama bukan individu dan kelompok tertentu dan memiliki nilai-nilai murni di dalam jiwa.

II. Nama Kegiatan

Latihan Kepemimpinan Osis

III. Tema

Kegiatan ini bertemakan: "Membentuk Pemimpin Intelektual yang cerdas emosional, cerdas spiritual"

IV. Tujuan

Latihan Kepemimpinan Pelajar bertujuan sebagai:

1. Menciptakan pelajar yang memahami dasar-dasar kepemimpinan
2. Menciptakan pelajar yang memiliki karakter pemimpin yang idealis.
3. Membentuk calon pemimpin yang mampu mengintegrasikan antara kecerdasa. intelektual. emosional dan spiritual.

VII. Waktu dan Tempat
Latihan kepemimpinan Pelajar dilaksanakan pada tanggal 22-23 Mai2011 di Garaha Insan Citra, Depok

VIII. Deskripsi Kegiatan

Kegiatan ini adalah upaya menciptakan pelajar yang memiliki karakter kepemimpinan, menguasai berbagai sistem dan pola komunikasi serta memiliki keahlian dalam pengelolaan administrasi serta kemampuan dalam manajemen.

IX. Peserta

Peserta Latihan kepemimpinan Pelajar berasan dari siswa SMA/sederajat se-Jabodetabek dengsn jumlah peserta 100 orang.

X. Pelaksana Kegiatan

Pelaksana Latihan Kepemimpinan Pelajar adalah Koordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII).

XI. Anggaran Biaya

Latihan Kepimpinan Pelajar memeruikan biaya Rp. ........
Rincian aggran

X. Penutup

Demikian proposan ini dibuat. sebagai rujukan pelaksanaannya dan sebagai pertimbangan Bapak/Ibu dalam memberikan dukungannya dan kerjasamanya. Dengan ini kami ucapkan terimakasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar